Lompat ke konten
Beranda » Blog » Mengenalkan Hobi Menanam pada Anak dengan Boneka Horta

Mengenalkan Hobi Menanam pada Anak dengan Boneka Horta

Anggapan Menanam hanya Dilakukan oleh Orang Dewasa

Di tengah maraknya harga-harga kebutuhan pokok, selalu ada cara untuk menyiasatinya. Kita bisa memulai dengan berkebun untuk menghasilkan produk sayur yang biasa dikonsumsi sehari-hari, selain itu juga dapat menanam aneka tomat, cabai, serta bawang sebagai pendukung kebutuhan akan bumbu dapur.

Namun, kegiatan berkebun biasanya didominasi oleh orang-orang dewasa. Hal ini dkarenakan perlu ketelatenan dan penanganan yang hati-hati. Padahal sejatinya kegiatan berkebun juga dapat kita kenalkan sejak dini pada anak-anak. Sejalan dengan hal itu lahirlah Boneka Horta yang dipelopori oleh alumni Institut Pertanian Bogor bernama Kak Gigin Mardiansyah, Kak Asep, dan Kak Nisa. Mereka membuat mainan berbasis edukasi yang ramah bagi anak-anak.

Mengenalkan Boneka Horta pada Anak

Boneka Horta sendiri pada dasarnya sebuah media tanam tanpa tanah atau biasa kita kenal dengan istilah Hortikultura. Boneka yang terbuat dari serbuk kayu, arang sekam, benih rumput dan pupuk ini kemudian dibungkus dengan kain tipis seperti stocking. Karena ditujukan untuk menarik minat anak-anak, pada awalnya boneka ini dibuat dalam delapan variasi bentuk seperti cup, panda, kura-kura, babi, platypus, kodok, sapi, dan kucing.

Cara Menggunakan Boneka Horta

Agar benih rumput dapat tumbuh, berikut cara menggunakan boneka horta:

1. Rendam seluruh bagian boneka dalam air semalaman.

2. Lalu siram bagian atasnya setiap pagi dan sore.

3. Letakkan pada tempat yang teduh dan tidak terpapar sinar matahari langsung.

4. Setelah 3 atau 7 hari benih rumput mulai berkecambah dan tumbuh seperti rambut.

5. Dalam beberapa bulan rumput ini akan tumbuh sepanjang 10 hingga 15 sentimeter. Saat inilah anak dapat berkreasi untuk memangkas laiknya tukang potong rambut.

Boneka horta pada prinsipnya sama seperti rambut manusia, oleh karena itu setelah 3 bulan rumput akan memutih. Hal ini karena nutrisi yang terkandung dalam rumput sudah berkurang dan hanya cukup untuk bertahan selama 3 bulan. Adapun jenis rumput yang digunakan pada boneka horta adalah rumput jepang yang pertumbuhannya relatif lebih cepat. Harga yang ditawarkan untuk satu buah boneka horta juga cukup bersahabat berkisar Rp 10.000,00 hingga Rp 35.000,00 tergantung besarnya ukuran dan tersedia juga di berbagai marketplace.

Segi Manfaat Boneka Horta

Keberadaan boneka horta sangat tepat untuk mendukung upaya generasi gemar bertani atau bercocok tanam. Di samping itu, boneka horta ini juga memberikan nilai positif seperti:

1. Melatih kedisiplinan serta tanggung jawab anak selama merawat tanaman.

2. Menstimulasi anak belajar melihat proses pertumbuhan tanaman.

3. Menanamkan rasa cinta lingkungan sejak dini dengan pemahaman bahwa lingkungan yang hijau itu sejuk dan teduh.

4. Merangsang jiwa kreatif dan imajinatif anak saat memangkas rumput yang dapat dibentuk sesuai keinginan mereka.

5. Sarana belajar alternatif untuk mengenalkan gemar bercocok tanam sejak dini.

Penutup

Kegiatan bercocok tanam atau berkebun memberi manfaat yang sangat besar – bagi kita sekaligus keberlangsungan lingkungan, oleh sebab itu perlu dikenalkan sejak dini pada anak-anak. Boneka horta sebagai alternatif memegang peranan untuk mengajak anak-anak berlatih menanam sejak dini. Meskipun jenis benih yang ditanam berupa rumput, anak tetap bisa belajar banyak hal dari boneka horta seperti dispilin dan tanggung jawab dalam merawat, serta memperhatikan proses tumbuh tanaman. Hal ini membuktikan bahwa pengenalan bercocok tanam dapat dilakukan melalui media yang mengasyikkan.

Dengan harga yang relatif terjangkau serta mudah diperoleh, boneka horta juga dapat kita jadikan sebagai hadiah istimewa yang bukan hanya sebatas hiburan, tetapi juga bernilai manfaat serta edukatif. Jadi, masih mau membelikan mainan anak yang biasa-biasa saja?