Lompat ke konten
Beranda » Blog » Me Time – Solusi Menjaga Kewarasan dan Burnout

Me Time – Solusi Menjaga Kewarasan dan Burnout

Musuh di Balik Padatnya Aktivitas

Padatnya kesibukan dan aktifitas yang kita lakukan sering membuat seseorang menjadi burnout. Umumnya, burnout justru muncul karena banyaknya tekanan atau tuntutan pekerjaan meskipun dia menjalaninya setiap hari.

Burnout bisa digambarkan sebagai kondisi kelelahan fisik, emosional dan mental akibat tingginya ekspektasi sekitar yang sering ditujukan pada seseorang. Jika hal ini dibiarkan, tentu dapat berakibat fatal. Bukan hanya menghambat pekerjaan, tetapi juga membuat kondisi mental seseorang kian menurun. Ciri-ciri seseorang yang terjangkit burnout di antaranya:

1. Kelelahan Ekstrem

Seseorang yang mengalami burnout akan merasa kelelahan teramat sangat meskipun sudah istirahat yang cukup. Durasi istirahat sama sekali tidak membuatnya bugar, justru sebaliknya.

2. Hilang Motivasi

Kondisi burnout membuat seseorang tidak fokus dengan pekerjaan, sehingga standar yang dipegang pun hanya sebatas “yang penting selesai”. Jika sudah begini, maka prestasi maupun apresiasi tidak menjadi tujuan.

3. Sering Sakit

Akibat kelelahan fisik, mental dan emosional, hal ini membuat seseorang mudah terserang penyakit seperti sakit kepala atau darah tinggi. Dan yang membahayakan adalah pecah pembuluh darah yang dapat menyebabkan penyakit stroke.

4. Menurunnya Performa

Ketika tubuh didera burnout, otomatis energinya tidak maksimal untuk menyelesaikan pekerjaan. Hal inilah yang rawan membuat penderitanya menjadi sering melakukan kesalahan dan kinerjanya menurun.

5. Menyendiri

Seseorang yang menderita burnout cenderung memilih untuk menyendiri. Harapannya hal ini akan membuatnya lebih tenang karena bebas dari obrolan yang mungkin akan memantik ingatannya tentang pekerjaan.

Langkah Penyembuhan

Jika beberapa ciri di atas sedang Anda rasakan, maka sudah seharusnya Anda menyalakan sinyal waspada. Anda harus segera mengambil langkah serius untuk menyembuhkan burnout misalnya:

1. Ambil Jeda

Pada hal ini maksudnya Anda perlu mengambil waktu untuk libur atau cuti guna istirahat sejenak. Jiwa yang lelah menjadi sinyal bagi Anda untuk menghilang sementara dari kejaran deadline. Pastikan Anda benar-benar meluangkan waktu dan memanfaatkannya baik-baik.

2. Kurangi Target

Ada kalanya Anda perlu menurunkan ego khususnya terkait target dalam bekerja. Tubuh yang terus menerus dipaksa bekerja non-stop lambat laun akan berkurang kualitasnya. Butuh waktu untuk restorasi dan bekerja semampunya agar terhindar dari burnout.

3. Perbaiki Pola Hidup

Jika Anda merasa sedang mengalami burnout, maka sudah saatnya memperbaiki pola hidup. Manajemen waktu menjadi kuncinya. Imbangi rutinitas dengan tetap meluangkan waktu untuk beristirahat cukup, olah raga, juga refreshing. Selain itu juga perlu memperhatikan asupan nutrisi mengingat orang-orang yang mengalami burnout cenderung melampiaskan dengan makanan yang dapat menggugah selera mereka daripada cukup gizi.

4. Konsultasi Medis

Jika semua langkah telah Anda upayakan namun belum kunjung terbebas dari burnout, mengunjungi psikolog atau psikiater jadi opsi terakhir. Dengan bantuan tenaga medis Anda akan dipandu langkah-langkah penyembuhannya.

Penutup

Apa yang menjadi penyebab dari burnout tentu tidak terjadi begitu saja. Ibaratnya seperti sebuah akumulasi yang tidak dirasa atau disadari. Terkadang, seseorang merasa ingin memberikan yang terbaik bagi kinerjanya. Namun, tanpa disadari hal itu justru memberikan tekanan berkelanjutan bagi pelakunya. Belum lagi berbagai agenda yang meminta Anda untuk all out sesuai deadline.

Tampil prima dalam bekerja itu wajib, begitu juga mendedikasikan diri semaksimal mungkin. Namun, Anda juga harus memberi kesempatan pada diri untuk sekedar menikmati me time agar terhindar dari burnout dan tentunya menjaga mental yang sehat. Seperti kata pepatah,” Mensana in corpore sano“, yang artinya di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat.