Respons Orang tentang Cobaan Hidup
Setiap orang tentu pernah mengalami banyak kejadian dalam hidupnya – baik maupun buruk. Respons orang juga berbeda-beda ketika mengalami kejadian, ada yang santai lantas melupakannya, ada pula yang terus mengingatnya.
Jika kejadian yang menghampiri berupa hal menyenangkan, umumnya tidak menimbulkan beban di hati. Sebaliknya, ketika seseorang mengalami hal tidak menyenangkan hal ini biasanya akan selalu terkenang dalam ingatan, bahkan tak sedikit yang menjadikannya trauma.
Alasan untuk Bangkit
Padahal, setiap kejadian atau peristiwa yang menimpa seseorang selalu memiliki hikmah. Dan hal itu butuh keberanian dari dalam diri untuk benar-benar lepas, serta sembuh dari trauma masa lalu yang tidak menyenangkan.
Ada beberapa alasan mengapa seseorang perlu lepas dari bayang-bayang trauma:
1. Agar Tidak Terjebak
Sebuah traumatis atau pengalaman tidak menyenangkan tentu tidak mudah dilupakan dan butuh waktu untuk penyembuhannya. Selain dukungan keluarga dan bimbingan konseling, diri sendiri justru menjadi kunci utama penyembuhannya.
Biasanya butuh perenungan yang mendalam dan afirmasi yang intens agar secara psikologis juga mampu menerimanya. Dengan berdamai pada diri sendiri tentu akan lebih memudahkan prosesnya. Jiwa yang ikhlas dan menerima akan membuat benteng pertahanan agar tidak terjebak di kesalahan yang sama.
2. Hak untuk Menjadi Jiwa yang Merdeka
Siapa pun tentu tidak ingin menjadi korban. Begitu juga dengan diri yang masih dihantui dengan ingatan yang tak menyenangkan baik berupa perlakuan fisik maupun verbal. Namun, memilih bertahan dengan mengingatnya justru membuat jiwa semakin dihantui bahkan terbelenggu. Padahal waktu selalu bergerak ke depan. Hal ini tentu menyia-nyiakan waktu yang kita miliki. Bebaskan diri dari bayang-bayang masa lalu, karena setiap orang berhak untuk menjadi jiwa yang merdeka agar dapat tumbuh dan berkembang sewajarnya sehingga tercipta hidup tenang.
3. Motivasi Bagi Orang Terdekat
Ketika seseorang mengalami kejadian tak menyenangkan atau pengalaman menyedihkan, tentu turut dirasakan orang sekitarnya, khususnya keluarga. Jika kita memilih berlarut-larut dalam kesedihan, hal ini malah akan menjadi beban keluarga. Oleh sebab itu, kebangkitan seseorang dari fase terpuruk adalah suntikan motivasi bagi orang terdekatnya.
Langkah untuk Membantu Penyembuhan
Memang tidak mudah membalikkan keadaan, apalagi untuk bangkit setelah jatuh. Meski demikian, hal ini penting mengingat betapa besar dampaknya jika terus menerus bertahan pada keterpurukan.
Ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk proses recovery:
1. Memilih Circle yang tepat
Ada pepatah yang mengatakan bahwa lingkungan turut membentuk kepribadian. Ada pula yang mengatakan bertemanlah dengan penjual minyak wangi agar kita ikut terciprat wanginya. Pepatah ini bukan hanya mengajak seseorang untuk selektif dalam berteman, tetapi juga mawas diri dalam berteman.
Apalagi untuk mendukung proses recovery, dukungan dengan vibes positif amat diperlukan. Sebagai contoh, bisa bergabung dalam komunitas yang sefrekuensi dalam arti komunitas yang memiliki kesamaan minat atau passion. Dengan demikian seorang traumatis akan teralihkan karena dikelilingi teman-teman yang saling menguatkan.
2. Mengisi Waktu untuk Berkarya
Apa yang hadir dalam hidup kita selalu memberi makna. Dan biasanya ketika seseorang berada di fase jatuh itulah lebih sensitif dan peka. Jika waktu tersebut dialihkan dengan hal-hal positif, tentu lebih memudahkan penyembuhannya. Seperti yang pernah dialami oleh Teh Indari pada awal terjun di dunia agensi penulis – pernah mengalami kerugian yang tidak sedikit serta harus merumahkan beberapa karyawan. Di saat itulah Beliau mendapat gagasan bahwa seorang penulis juga harus memiliki mental bisnis agar tulisan yang dihasilkannya tidak hanya selesai tetapi juga memberi dampak serta bernilai.
Kondisi seseorang yang terpuruk tidak sepatutnya diterima begitu saja. Bukankah Allah tidak akan mengubah nasib kecuali kita sendiri yang mengubahnya? Bangkit dan temukan apa yang paling kita senangi untuk berkarya.
3. Mendekatkan Diri pada Tuhan
Sebagaimana kita tahu bahwa usaha tanpa doa adalah sombong; sebaliknya, doa tanpa usaha hanyalah sia-sia. Artinya, dalam prakteknya seseorang harus mengimbangi keduanya untuk dapat mencapai tujuannya.
Selalu melibatkan Allah dalam setiap langkah agar nantinya tidak salah arah dan dijauhkan dari pengalaman yang tidak menyenangkan lagi.
Penutup
Setiap cobaan yang datang selalu punya caranya sendiri untuk pergi. Begitu juga dengan kekuatan untuk bangkit dari luka. Sebesar apa pun dukungan yang diberikan keluarga, sahabat atau bahkan tenaga medis, diri sendiri lah yang mampu menggerakkanya. Oleh sebab itu butuh afirmasi untuk diri sendiri agar dapat menjadi jiwa yang merdeka, bertanggung jawab dan tentunya berdampak positif bagi sekitarnya. Dan di sinilah pepatah yang mengatakan bahwa pengalaman itu mahal berlaku.
