Menulis Itu Bakat?
Banyak yang berpendapat bahwa menulis itu butuh bakat. Padahal ada hal utama yang lebih diperlukan agar dapat mewujudkan kemampuan menulis. Apakah Anda bisa menebaknya?
Sebelum menjawabnya, perlu ditelusuri terlebih dahulu hambatan apa saja yang membuat Anda gagal menghasilkan sebuah tulisan. Umumnya banyak yang bingung dari mana memulainya, ada juga yang beralasan belum mood. Tentu saja masih banyak alasan yang menjadi latar belakang mengapa Anda masih juga belum menyelesaikan sebuah tulisan. Sebenarnya, menulis itu butuh sebuah konsistensi atau rutinitas. Sama seperti saat Anda belajar menghafal perkalian atau rumus-rumus dalam pelajaran Fisika. Ketika rutin menghafal, tentu perkalian atau rumus-rumus tersebut akan mampu kita kuasai, sebaliknya, enggan menghafal akan berakibat gagal dalam menguasainya.
Kebiasaan yang Mendukung Skill Menulis
Begitu juga dengan skill menulis. Hal pertama yang harus Anda tanamkan dalam diri adalah biasakan untuk menulis secara rutin. Karena dari kebiasaan inilah akhirnya akan membawa Anda pada sebuah pola pembelajaran. Usahakan menulis secara rutin meskipun tidak banyak. Untuk memupuk konsistensi, ada 7 hal yang dapat Anda terapkan:
1. Ide Sederhana
Kebanyakan penulis pemula mengalami kesulitan menulis di awal adalah faktor ide. Mereka ingin membuat sebuah tulisan yang berkesan wow tetapi justru tidak menguasai isi topiknya. Hal ini tentu saja bagai bumerang bagi penulisnya. Ibarat ingin mendapat perhatian tetapi tidak tahu medan juga caranya. Mulai langkah pertama dengan ide yang sederhana. Maksudnya kita bisa mencari ide berdasar apa yang ada di dekat atau terjadi di sekitar. Justru dengan ide sederhana akan membuat tulisan lebih natural dan relate dengan kehidupan sehari-hari.
2. Percaya Diri
Saat menulis, Anda tidak perlu takut salah atau bahkan berpikiran tulisan tersebut tidak akan disukai orang. Yang perlu Anda lakukan hanyalah menulis dengan percaya diri serta jujur. Terlepas orang akan suka atau tidak dengan tulisan Anda, janganlah menjadi hambatan untuk menuntaskannya. Dengan demikian Anda bisa dengan nyaman menulis meskipun dengan ide yang sangat sederhana.
3. Gaya Bahasa
Menulis membutuhkan rasa agar isinya dapat dipahami oleh pembaca, sebab itu gunakan bahasa seperti sedang berbicara dengan teman atau sahabat. Dengan demikian tulisan yang dihasilkan enak dibaca dan tidak terkesan kaku atau formal.
4. Misi atau Pesan
Biasanya, ketika ide sudah ada dan menulis mulai lancar, orang akan jadi tidak fokus dengan misi tulisan yang dibuatnya. Apalagi jika ide sudah bermunculan, salah langkah akan membuat tulisan Anda melebar ke mana-mana. Di sinilah Anda perlu menyempitkan tujuan tulisan hingga cukup menampung satu pesan. Maksudnya, biasakan untuk membawa satu pesan untuk satu tulisan. Hal ini berguna agar tulisan Anda tetap rapi dan tidak keluar dari topik utama.
5. Bank Ide
Mulai sekarang cobalah untuk mencatat ide apa saja yang terlintas dalam benak Anda – bisa melalui ponsel, buku catatan kecil atau bisa juga rekaman suara. Meskipun terkesan lucu, kebiasaan ini justru memiliki manfaat besar agar ide-ide tersebut tidak meluap begitu saja karena lupa. Format penulisannya juga tidak perlu detail, yang penting Anda sudah mencatat intinya.
6. Luangkan waktu
Jika Anda ingin menerapkan sebuah kebiasaan menulis, meluangkan waktu adalah langkah tepat. Anda dapat meluangkan waktu minimal 20 menit setiap hari untuk menulis. Lakukan hal tersebut setiap hari di jam yang sama. Anda akan merasakan efeknya setelah benar-benar rutin menjalankan.
7. Ubah Mindset
Untuk dapat mewujudkan skill menulis, Anda harus mau mengubah mindset “menunggu mood datang” atau ” sedang tidak mood”. Karena sebuah aksi tidak akan mungkin mendapat hasil jika hanya dibayangkan atau bahkan karena penundaan. Menulislah sekarang, tidak perlu beralibi mood sedang jelek atau tidak sama sekali.
Penutup
Sebagai skill atau keahlian, menulis juga butuh diasah dan kesungguhan dari pembuatnya. Apalagi bagi pemula. Jika terus menerus menunggu hasil yang sempurna, maka tulisan Anda tidak akan pernah selesai. Karena sejatinya tidak ada tulisan yang sempurna, melainkan tulisan yang selesai. Dari proses itulah nantinya Anda menemukan ritme untuk mempermanis sebuah tulisan dan tentunya sebuah magnet agar isi tulisan Anda diminati sekaligus memberi impact yang positif bagi pembaca.
