Pengertian Pagar Hidup
Pernah tidak Anda memperhatikan pagar rumah yang didominasi oleh tanaman? Pemandangan ini mungkin sangat umum kita temui di masyarakat pedesaan, di mana mereka menggunakan tanaman yang difungsikan juga sebagai pagar rumah. Alasannya tentu saja selain lebih hemat, juga membuat rumah jadi tampak asri karena rimbun dedaunan yang hijau karena langsung ditanam di tanah.
Namun, seiring berjalannya waktu, ketersediaan lahan membuat orang harus cermat memanfaatkan lahan yang ada. Salah satunya dengan menempelkan atau membiarkan pagar hidup merambat di sekeliling pagar utama yang terbuat dari besi atau tembok. Pagar hidup adalah deretan tanaman yang digunakan sebagai penanda atau batas kepemilikan lahan. Biasanya jenis tanaman yang digunakan pagar hidup adalah tanaman berkayu atau semak yang sengaja ditanam berdekatan untuk suatu tujuan.
Sisi Lain dari Pagar Hidup
Lebih menarik lagi, ternyata ada beberapa ada jenis pagar hidup yang juga mampu mendukung ketahanan pangan. Jadi keberadaan tanaman tersebut tidak hanya bernilai estetis tetapi juga sebagai alternatif penggunaan bahan pangan. Lalu tanaman apa sajakah itu?
Jenis Tanaman Pagar Hidup
1. Beluntas
Jika Anda suka mengkonsumsi lalapan saat menyantap sambel, tanaman satu ini tentu sudah tidak asing lagi. Beluntas biasanya paling sering digunakan sebagai pagar hidup di desa karena perawatannya yang mudah dan mencapai tinggi maksimal 3 meter. Di samping itu, beluntas juga memiliki khasiat yang berguna untuk mengatasi bau badan serta sebagai deodoran alami. Caranya dapat diaplikasikan langsung pada ketiak yaitu dengan menumbuknya terlebih dahulu lalu didiamkan beberapa saat sambil diangin-angin, atau dengan cara memakannya langsung sebagai lalapan atau campuran hidangan urap sayur. Beluntas tergolong tanaman yang tidak membutuhkan perawatan khusus, Anda hanya perlu memangkasnya agar terlihat lebih rapi, atau menciptakan bentuk yang estetik. Jika Anda berniat menanamnya di rumah, cukup ambil batang yang besar dan bercabang kemudian ditanam.
2. Bunga Telang
Jenis tanaman yang satu ini juga tergolong cepat tumbuh. Selain memiliki bunga ungu yang cantik, bunga telang juga dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alami dalam berbagai minuman. Kandungan ph yang berbeda akan menciptakan rasa serta warna yang berbeda pula – ph asam didapat dari warna biru, ph netral dari warna ungu, serta ph biasa dari warna hijau. Bunga asli Ternate ini juga berkhasiat untuk pengobatan mata dan rambut.
Meskipun tidak bisa menyembuhkan mata minus, kandungan antioksidan pada bunga telang berguna untuk melindungi sel retina dari stres dan radikal bebas. Anda bisa membuat teh dengan mengambil 5 atau 7 bunga telang kering atau segar yang diseduh dengan air panas (bukan mendidih). Sedangkan untuk perawatan rambut rontok, Anda bisa membuat toner yaitu ambil 10 sampai 15 kelopak bunga telang yang direndam air selama 30 menit dan diaplikasikan setelah keramas. Hal ini dikarenakan bunga telang juga kaya akan kolagen yang tidak hanya bagus untuk kulit, tetapi juga menutrisi folikel rambut dan mencegah rambut beruban.
Selain dua jenis tanaman di atas, masih ada beberapa tanaman yang dapat difungsikan sebagai pagar hidup misalnya bunga soka dan bunga alamanda. Kedua tanaman ini tidak hanya memiliki bunga yang indah tetapi juga mudah dikembangbiakkan misalnya dengan stek batang.
Penutup
Keberadaan pagar hidup mampu memberikan dampak positif yang tidak hanya berguna sebagai pagar rumah tetapi juga sumber penghasil bahan makanan. Sehingga eksistensinya tidak hanya sebatas menambah kesan indah semata, tetapi juga sebagai media alternatif yang bisa kita atur penataannya sekalipun di laham terbatas. Apalagi kedua jenis tanaman ini – beluntas dan telang- terbilang cepat tumbuh dan merambat. Sehingga perawatan yang baik akan memaksimalkan hasil serta terjaga keindahannya.
