Lompat ke konten
Beranda » Blog » Peran Orang Tua dalam Menyambut Menarche Anak

Peran Orang Tua dalam Menyambut Menarche Anak

Yang Dilupakan dari Menarche

Sudah bukan rahasia lagi bahwa menarche atau menstruasi pertama adalah fitrah bagi perempuan. Namun, fase menstruasi setiap orang berbeda – ada yang cepat, ada pula yang lambat. Hal ini tentu saja karena dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti makanan, kebiasaan atau juga keturunan.

Hal yang menjadi perhatian adalah masih banyak orang tua yang kurang peka dalam mempersiapkan fase fitrah ini, terlebih ketika anak mereka masih duduk di bangku sekolah dasar. Padahal fase ini adalah langkah awal bagi orang tua untuk menanamkan hal-hal penting bagi anak perempuannya seperti:

1. Perubahan Tubuh

Ketika anak perempuan sudah mengalami menstruasi, tentu akan terjadi perubahan dalam tubuhnya. Oleh sebab itu, sebagai orang tua harus menekankan kepada mereka bahwa hal ini alamiah sehingga tidak membuat mereka menjadi berkecil hati atau minder. Di samping itu, perubahan tubuh ini secara tidak langsung juga mengubah gaya berpakaian mereka agar lebih sopan dan terjaga.

2. Perubahan Emosi

Sebagai orang tua juga perlu menjelaskan pada anak perempuannya bahwa ketika menstruasi otomatis akan mempengaruhi mood atau emosi. Peran kita sebagai orang tua menyiapkan asupan atau nutrisi yang dapat meredakan emosi mereka yang tidak stabil misalnya dengan menyediakan teh hangat atau secangkir coklat yang dapat melepaskan hormon serotonin atau hormon kebahagiaan.

3. Naik-turunnya Selera Makan

Menjelang haid biasanya selera makan menjadi tidak terkontrol, ada yang makan dalam porsi banyak, ada yang suka makan pedas, bahkan ada juga yang tidak selera sama sekali. Saat inilah orang tua perlu mengingatkan anak perempuannya agar tetap menjaga pola makan yang teratur sehingga tidak sampai jatuh sakit.

4. Etika Pergaulan

Luangkan waktu bersama anak untuk berbicara dari hati ke hati utamanya tentang pergaulan dengan lawan jenis. Sebagai fitrah, umumnya anak perempuan yang sudah haid mulai muncul ketertarikan dengan lawan jenis. Karena itu memberi pemahaman kepada mereka bahwa ada batasan-batasan yang harus mereka tolak ketika sudah membuat tidak nyaman saat bergaul dengan lawan jenis.

5. Tanggung Jawab

Sebagai orang tua juga wajib menanamkan tanggung jawab, apalagi ketika mereka telah menstruasi. Tanggung jawab di sini seputar manajemen kebutuhan pribadi mereka seperti mencuci pakaian dalam sendiri serta tidak membuang bekas pembalut sembarangan.

Kita tentu tidak bisa menebak kapan waktu itu tiba. Namun, sebagai orang tua kita dapat mempersiapkannya sejak dini termasuk memperlambat agar haid tidak datang terlalu cepat. Ada beberapa langkah yang dapat kita tempuh, misalnya:

1. Menjaga Nutrisi Anak

Salah satu faktor yang dapat mempercepat datangnya haid pada anak adalah konsumsi daging olahan, makanan cepat saji serta tinggi lemak. Sebisa mungkin penuhi gizi seimbang anak dan atur pola makannya agar mengurangi makanan faktor pemicu di atas.

2. Membiasakan Berolah Raga

Pada dasarnya, tidak ada olah raga yang dapat mencegah datangnya haid pertama pada anak. Yang dapat orang tua lakukan adalah mengingatkan anak untuk rutin berolah raga seperti jalan kaki, berenang, bersepeda atau senam. Hal ini tentu saja selain menyehatkan, juga menjaga kebugaran dan metabolisme tubuh.

3. Memantau Tontonan Anak

Faktor lain yang dapat mempercepat datangnya haid pertama adalah pengaruh tontotan. Tanamkan pada anak bahwa tontonan yang tidak sesuai dengan umur mereka dapat menstimulus hormon estrogen yang bisa membuat mereka lebih cepat haid.

Penutup

Menarche atau haid pertama pada anak sejatinya tidak perlu ditakutkan. Karena hal ini fitrah sebagai perempuan. Namun, sebagai orang tua perlu mempersiapkan sejak dini agar ketika masa itu datang, baik anak maupun orang tua bisa lebih siap menjalaninya. Karena ketika anak sudah haid, artinya mereka mulai memasuki fase pubertas yang menuntut perhatian kita sebagai orang tua untuk mendampinginya.