Lompat ke konten
Beranda » Blog » Penggunaan Galon Bekas sebagai Pot Semai Benih

Penggunaan Galon Bekas sebagai Pot Semai Benih

Ketika Kebutuhan Pokok kian Sulit Dijangkau

Tidak terasa program pemberian makanan bergizi gratis yang dikomando oleh presiden terpilih sudah berjalan setahun lebih.

Banyak fenonema selama program tersebut berjalan. Dari sekian banyak yang terjadi adalah tingginya harga-harga kebutuhan pokok. Hal ini tentu menjadi perhatian tersendiri khususnya bagi ibu rumah tangga yang harus memutar otak dalam membelanjakan anggarannya.

Apalagi berkaitan dengan kebutuhan pokok seperti sayur, telur, serta ayam yang kerap menjadi andalan dalam menu harian. Tidak stabilnya harga kebutuhan pokok membuat kita harus bijak mengatasinya. Salah satu langkah yang dapat kita tempuh adalah dengan berkebun.

Berkebun sebagai Langkah Berswasembada Pangan

Jika kita masih memiliki lahan di rumah, tidak ada salahnya membuat kebun untuk ditanami sayur-sayuran atau minimal membuat kebun yang bisa menghasilkan untuk keperluan sehari-hari seperti tomat juga bawang merah.

Pada dasarnya untuk membuat kebun tidak harus memiliki lahan yang luas. Misal hanya terdapat lahan berukuran 4 x 3 meter saja kita masih bisa menyulapnya menjadi kebun mini dengan menggunakan media tanam sederhana dari galon bekas berukuran 15 atau 19 liter.

Alasan Galon Bekas banyak Dilirik untuk Berkebun

Mengapa menggunakan galon bekas? Penggunaan galon bekas sebagai pot memiliki beberapa keunggulan:

1. Mudah Didapat

Karena keberadaannya yang cukup banyak di pasaran, sehingga memudahkan kita untuk memanfaatkannya. Tidak sedikit juga masyarakat yang mengkonsumsi air mineral dalam bentuk galon sekali pakai. Daripada dibuang, alangkah baiknya jika kita daur ulang menjadi pot.

2. Dapat Menghalau Tikus

Sebagaimana umumnya, ketika kita membuat kebun tentu harus mempertimbangkan faktor-faktor penghambat, salah satunya serbuan tikus yang kerap merusak benih yang berhasil kita semai.

Oleh sebab itu, pemilihan galon bekas untuk menyemai sangat tepat mengingat permukaan galon yang licin dan cukup tebal untuk ditembus.

3. Efek Green House

Selain mampu melindungi benih dari serbuan tikus, penggunaan galon bekas sebagai pot juga dapat menghasilkan efek green house yang bernilai ekologis:

  • Menjaga kelembaban, hal ini dikarenakan uap air yang mengembun di dalam pot akan menempel di permukaan galon. Lambat laun embun ini akan jatuh ke permukaan benih yang disemai.
  • Stabilisasi suhu, di mana kita tahu bahwa udara di dalam galon terasa lebih hangat karena penggunaan bahan plastik dari galon. Hal ini justru mempercepat proses tumbuh benih atau penyemaian.
  • Melindungi dari cuaca ekstrem, dengan menggunakan galon sebagai pot maka akan melindungi benih dari terpaan angin kencang atau pun deras hujan.

Itulah beberapa poin penting dari manfaat penggunaan galon bekas sebagai pot khususnya untuk penyemaian. Namun, selain segi kebermanfaatan yang ada, ada yang perlu kita perhatikan terkait penggunaan galon sebagai pot:

1. Tentukan Metode

Untuk membuat pot dari galon, pastikan metode apa yang akan kita gunakan – sistem wadah mandiri atau sistem kubah. Hal ini tentu saja disesuaikan dengan ketersediaan lahan untuk menanam.

2. Rutin Mengecek

Seperti kita tahu bahwa udara di dalam galon cenderung panas, maka jika kita menggunakan metode sistem wadah – di mana bagian atas (kubah galon) difungsikan sebagai penutupnya – jangan lupa untuk membuka penutupnya sesekali. Hal ini untuk mencegah tanaman cepat membusuk, berjamur atau layu karena kepanasan.

3. Pindahkan Jika Waktunya

Jika cikal tanaman sudah kian tinggi, menandakan sudah waktunya untuk segera dipindahkan agar tumbuh lebih optimal.

4. Pencahayaan

Memilih tempat yang tepat juga sangat menentukan keberhasilan semai benih ini. Usahakan pilih yang cukup sinar matahari namun tidak langsung agar nantinya tidak kepanasan.

Penutup

Membuat kebun mini bisa jadi alternatif bagi kita untuk berswasembada pangan khususnya jenis-jenis tanaman yang biasa kita konsumsi sehari-hari. Namun, keterbatasan lahan kerap menjadi hambatan, juga serbuan hama seperti tikus atau belalang. Oleh sebab itu penggunaan galon bekas untuk menyemai benih dapat menjadi solusi, tentunya dengan mempertimbangkan beberapa aspek dan poin penting yang berkaitan dengannya.