Wujud Lain dari Kegiatan Menabung
Banyak orang beramai-ramai menabung. Tujuannya agar memiliki dana atau simpanan yang bisa dipakai suatu saat nanti atau momen darurat. Dalam prakteknya, kegiatan menabung ada beragam bentuk – uang, investasi, bahkan emas.
Tahukah Anda bahwa kita juga bisa menabung dalam bentuk sampah? Jika umumnya orang menabung uang di bank, berbeda dengan menabung sampah. Kita bisa menyimpannya melalui bank sampah. Bank sampah adalah sebuah counter atau pos yang menampung sampah. Namun, untuk dapat menabung sampah perlu dilakukan pemilahan terlebih dahulu sebelum disetorkan. Keberadaan bank sampah pada mulanya ditujukan sebagai tempat pengolahan sampah atau daur ulang, mengingat cukup banyak TPS (Tempat Pembuangan Sampah) yang kewalahan dalam mengatasi masalah ini.
Selayang Pandang Bank Sampah Induk Bersinar
Bermula dari itulah kemudian akhirnya terbentuk bank sampah yang juga berkolaborasi dengan beberapa elemen. Salah satu bank sampah yang cukup familiar adalah Bank Sampah Induk Bersinar.
Bank sampah yang berdiri sejak 27 September 2014 ini berhasil mengajak masyarakat sekitar untuk berpartisipasi aktif dalam program pengolahan sampah yang beretika dan bertanggung jawab menuju zero waste.
Layanan dan Jenis Sampah
Lalu bagaimana hubungannya dengan menabung? Masyarakat yang datang menyetorkan sampah akan mendapat buku yang fungsinya seperti buku tabungan. Sampah yang telah dipilah ditimbang dan dicatat sesuai jenis dan kriterianya. Selain datang langsung ke lokasi, masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan penjemputan sampah mengingat Bank Sampah Induk Bersinar ini juga melayani pengolahan sampah untuk individu maupun instansi.
Keberadaan bank sampah secara tidak langsung juga berperan menopang dua sisi sekaligus; kesadaran menjaga lingkungan serta kemandirian roda ekonomi.
Dengan adanya bank sampah otomatis masyarakat akan lebih tercerahkan, bukan hanya edukasi tentang pemilahan sampah, melainkan proses lanjutan seperti daur ulang maupun pengolahan sampah organik. Selain itu, kegiatan menabung sampah juga menjadi bagian dari asas demokrasi yang berarti dari, oleh dan untuk rakyat. Sehingga harapannya kegiatan ini mampu menggerakkan perputaran roda ekonomi. Dan hal ini memberi insight bagi masyarakat bahwa sampah yang mereka buang tidak berhanti sampai di situ, tetapi juga dapat berguna dan memberi nilai untuk mereka sendiri.
Berkat konsistensi yang semula diinisiatori oleh Ibu Fifie Rahardja, kini keberadaan Bank Sampah Induk Bersinar bahkan sudah diakui oleh Bappenas yang membuatnya sebagai rujukan bank sampah terbaik di kabupaten dan kota Jawa Barat. Ini membuktikan bahwa program dan visinya mendapat respon positif di kalangan masyarakat.
Lalu apa saja yang jenis sampah yang dapat diterima? Bank Sampah Induk Bersinar menerima jenis-jenis sampah berikut:
1. Minyak Jelantah
2. Aki
3. Ecobrick
4. Elektronik
5. Sampah Non Residu
Adapun untuk harga dan pengolahannya disesuaikan dengan sistem yang berlaku di mitra BSB (Bank Sampah Bersinar). Sedangkan untuk jam operasional terbuka dari hari
• Senin – Jumat jam 08.00 – 15.00 WIB
• Sabtu jam 08.00 – 12.00 WIB
Bagi Anda yang ingin berkunjung dapat menuju lokasi yang beralamat di Jalan Terusan Bojongsoang Nomer 174A, Baleendah, Kabupaten Bandung.
Penutup
Keberadaan bank sampah membuka pemahaman baru bagi masyarakat bahwa sejatinya sampah juga masih punya nilai dan manfaat. Namun untuk mendapatkannya diperlukan kesadaran dan tanggung jawab di mana kita harus mau memilah jenis sampah dan menyalurkannya ke pihak yang tepat.
Di samping itu, peran aktif masyarakat dalam kegiatan menabung sampah juga harus dilandasi niat tulus menjaga lingkungan agar nantinya pembiasaan baik memilah sampah tidak berhenti di satu titik, tetapi juga mampu menular bahkan menginspirasi wilayah lain sebagaimana prestasi yang sudah ditorehkan oleh Bank Sampah Induk Bersinar baru-baru ini.
