Ketika Begadang Menjadi Pilihan
Kabar duka menyapa dunia pendidikan. Salah seorang mahasiswa terpaksa melewati momen wisuda karena menderita anemia akut akibat begadang selama seminggu. Mirisnya, sakit yang ia derita justru membawanya pulang menghadap Illahi selamanya.
Dari pengakuannya saat dirawat, ia menghabiskan waktu seminggu full untuk menyelesaikan tugas skripsi. Tanpa ia tahu hal itu justru menyebabkan kelelahan ekstrem hingga anemia.
Dari kejadian yang menimpa mahasiswa tersebut, kita tentu bertanya mengapa ia nekad menyelesaikan tugas skripsi dalam waktu seminggu full? Padahal lumrahnya skripsi adalah tugas akhir perkuliahan yang bisa dikerjakan secara bertahap.
Tentu sangat tidak dianjurkan menyelesaikan tugas secara terforsir tanpa istirahat. Karena sudah pasti akan berdampak buruk bagi kesehatan, dan lagi hasil dari tugas yang dikerjakan pun belum tentu maksimal.
Perlunya Strategi Belajar
Dari kejadian ini membuka pandangan kita bahwa sejatinya segala sesuatu butuh perencanaan dan manajemen yang baik termasuk belajar. Apalagi sebagai seorang yang masih berstatus pelajar maupun mahasiswa, tentu tidak terlepas dari tugas dan ujian. Hal ini tentu akan sangat membantu kita baik secara akademis maupun kesehatan.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tidak terjebak dalam sistem kebut semalam alias begadang baik dalam menyelesaikan tugas atau menghadapi ujian :
1. Rutin Membaca
Apapun materi pelajaran yang didapat hari itu, usahakan untuk selalu rutin membaca ulang di rumah. Minimal sepuluh sampai lima belas menit. Hal ini berguna untuk mereview kembali pelajaran yang kita terima hari itu.
2. Membuat Ringkasan
Tidak dipungkiri bahwa setiap orang memiliki style belajar masing-masing. Ada yang suka sambil menulis ulang materi, ada juga yang membuat catatan penting. Salah satu metode yang umumnya jadi favorit adalah membuat ringkasan materi. Selain tidak bertele-tele, ringkasan materi juga biasanya dibuat sesuai gaya bahasa pembuatnya agar lebih mudah diingat dan dipahami.
3. Menyicil Sedikit Demi Sedikit
Baik ujian maupun tugas, akan lebih baik jika diselesaikan secara bertahap. Di samping tidak membuat cepat lelah dan tegang, dengan menyicil akan lebih memudahkan kita untuk menyelesaikan. Berbeda jika kita menghafal atau belajar sekaligus untuk persiapan ujian, hal itu bukannya membuat materi diingat tapi justru terpental dalam ingatan.
Banyaknya materi yang harus dihafal dalam waktu bersamaan sekaligus membuat otak jadi tidak fokus mencernanya.
4. Bertanya pada Orang yang Tepat
Ketika menemui kesulitan baik dalam belajar ataupun menyelesaikan tugas, jangan pernah malu untuk bertanya. Hal ini penting agar kita tidak terjebak dalam kebuntuan tanpa solusi. Dengan bertanya pada orang yang tepat akan membantu kita mendapat pencerahan atas sesuatu yang belum kita pahami. Dan saat sudah menemukan solusinya, tentu kita tidak akan ragu lagi untuk segera menyelesaikan tugas. Berbeda jika kita tetap bertahan atau bersikeras menemukan solusinya sendiri, sedangkan sejatinya kita benar-benar butuh jawaban dari orang lain. Tentu hal ini justru menghambat pekerjaan selesai tepat waktu.
5. Pasang Alarm
Jika memang diperlukan, langkah terakhir ini bisa jadi pilihan. Kita bisa mengatur alarm pada jam weker atau ponsel untuk menandai kapan waktunya belajar, bersantai atau mengerjakan tugas. Dengan alarm yang terpasang akan lebih mengingatkan kita bahwa masih ada tugas yang belum terselesaikan. Di samping itu, penggunaan alarm juga bisa melatih kedisiplinan kita, seberapa tanggap kita patuh dengan waktu yang sudah disepakati tanpa menunda lagi.
Penutup
Suka atau tidak dengan rangkaian belajar dan ujian, keduanya pasti datang sebagai langkah evaluasi pembelajaran. Hadapi dengan strategi dan manajemen yang baik untuk menghindari burn out ataupun menurunnya kondisi kesehatan. Selain itu, tetap positif dalam merespon segala tugas agar nanti ringan dalam mengerjakannya. Karena tidak ada keberhasilan tanpa evaluasi maupun ujian. Selalu ada hikmah dalam pelajaran apapun.
