Lompat ke konten
Beranda » Blog » Memperkenalkan Ecobrick sebagai Langkah Meminimalisir Sampah

Memperkenalkan Ecobrick sebagai Langkah Meminimalisir Sampah

Keberadaan Sampah yang Masih Menjadi Masalah

Disadari atau tidak, setiap hari manusia turut berkontribusi menyumbang sampah – organik maupun anorganik. Padahal, keberadaan sampah masih jadi masalah serius yang belum terpecahkan solusinya.

Belum lama ini beberapa TPS di Jawa Barat terpaksa menutup akses bagi penggunanya karena volume sampah yang overload. Hal ini tentu kian memperburuk sanitasi karena tidak tersedianya tempat lain untuk menampung sampah. Akibatnya, banyak orang mulai membuang sampah secara sembarangan – di pinggir jalan, di sungai bahkan di lahan kosong.

Pemandangan ini tentu sangat mengganggu. Apalagi setiap hari jumlahnya kian meningkat. Masyarakat jadi terbiasa membuang sampah sembarangan. Bisa dibayangkan jika kebiasaan ini terus berlanjut, bisa jadi bencana bagi kita semua. Timbunan sampah yang terus menumpuk sudah tentu jadi sumber penyakit seperti batuk, sesak napas, diare, serta kulit.

Untuk itu perlu memulai pembiasaan baik dalam menangani sampah. Sebagaimana yang dilakukan oleh SD N Griya Bandung Indah, Kabupaten Bandung. Pada tanggal 10 April 2026 sekolah ini mengenalkan ecobrick pada civitas sekolah. Selain bagian dari penerapan P5, kegiatan ini juga diharapkan mampu memumpuk sadar menjaga lingkungan sejak dini. Adapun waktu pelaksanaannya berlangsung dari tanggal 10 April sampai 20 April 2026 di mana para siswa membuat terlebih dahulu ecobrick di rumah lalu merangkainya bersama-sama di sekolah.

Apakah ecobrick itu?

Ecobrick adalah botol plastik yang diisi dengan sampah plastik bersih dan kering serta berfungsi sebagai bata ramah lingkungan. Biasanya jenis sampah yang bisa dijadikan ecobrick ini seperti plastik, buble wrap atau kemasan yang sulit hancur berbahan dasar plastik. Sebagaimana kita tahu bahwa sampah anorganik seperti plastik butuh waktu bertahun-tahun untuk terurai. Sayanganya penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari sulit dihindari. Masyarakat sudah terbiasa menggunakan plastik sebagai kemasan atau wadah seperti saat membeli gorengan, sayur atau masakan.

Pemilihan ecobrick jadi salah satu upaya untuk menekan keberadaan sampah plastik, selain prosesnya yang cukup mudah, kegiatan ini juga bisa mendatangkan banyak manfaat.

Adapun langkah-langkah yang perlu kita lakukan sebelum membuat ecobrick adalah :

1. Memilah Sampah

Pastikan jenis sampah yang akan digunakan adalah aneka kemasan plastik. Hindari jenis sampah seperti kaleng serta kaca.

2. Bersihkan Sampah

Setelah dipilah, sampah kemudian dibersihkan dengan cara dicuci lalu dijemur atau dikeringkan. Hal ini bertujuan agar sampah yang akan dijadikan isian ecobrick tidak berbau dan berjamur.

3. Potong Sampah

Setelah sampah kering dan bersih, gunting sampah tersebut menjadi potongan kecil agar muat dimasukkan ke dalam botol. Gunakan botol dengan ukuran sejenis atau sama.

4. Padatkan Isi

Langkah terakhir adalah padatkan isi ecobrick dengan cara menekan hingga tak menyisakan ruang sedikitpun menggunakan tongkat. Kita bisa mengeceknya dengan membalik botol yang sudah penuh terisi cacahan plastik. Jika cacahan plastik masih bergeser atau berjatuhan, artinya isi botol belum padat.

Setelah botol terisi penuh dan padat, jangan lupa untuk menimbangnya. Hal ini bertujuan untuk memudahkan dalam merangkai. Ecobrick yang sudah dirangkai bisa kita manfaatkan menjadi kursi, meja, pagar rumah, atau barang-barang lain.  Selain itu, ecobrick juga jadi peluang untuk menghasilkan cuan – dengan menjual ecobrick dalam kemasan botol, menjual produk jadi yang sudah dirangkai, serta menjual cacahan plastik.

Penutup

Keberadaan sampah menjadi tanggung jawab bersama. Oleh sebab itu perlu langkah nyata untuk mencari jalan keluarnya. Di antara salah satu jalan tersebut adalah pembuatan ecobrick. Selain bisa dilakukan oleh siapa saja, kegiatan ini juga dapat dikreasikan menjadi produk lain yang lebih bermanfaat. Dengan demikian kita turut andil dalam menjaga keberlangsungan hayati yang lebih sehat.