Lompat ke konten
Beranda » Blog » Literasi Sekolah: Pengertian, Contoh dan Tujuan

Literasi Sekolah: Pengertian, Contoh dan Tujuan

Indscriptcreative.com – Rangkasbitung, 30 Oktober 2026

Gerakan literasi sekolah masih perlu ditingkatkan terutama bagi siswa. Karena literasi sekolah memiliki tujuan yang cukup baik bagi mahasiswa. Oleh karena itu, dibutuhkan generasi yang peduli dan aktif terhadap literasi sekolah. Gerakan literasi di era digital lebih menarik dibandingkan literasi di sepuluh tahun yang lalu, apalagi saat ini digitalisasi mengambil alih semuanya. Sehingga bisa lebih berwarna dan lebih seru untuk peserta didik, berikut  adalah pengertian literasi sekolah, tujuan, dan beberapa contohnya.

Apa itu Literasi?

Secara umum literasi sekolah dapat diartikan sebagai kemampuan seseorang menulis dan membaca. Arti kata membaca dapat diartikan luas, misalnya kemampuan membaca lambang bahasa atau simbol-simbol yang ada di sekitarnya. Begitu pun dengan literasi menulis dapat diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk mengungkapkan pikiran mereka dalam bentuk tulisan. Jadi literasi tidak sekedar kemampuan menulis apa yang dilihat dan dibaca, tetapi bisa menuliskan ide yang abstrak menjadi lebih tersistematis dan dipahami oleh orang lain.

Sepuluh tahun yang lalu, istilah literasi hanya bertujuan membaca dan menulis. Sementara di era saat ini semakin berkembang dan maju literasi memiliki cakupan yang lebih luas. Ada yang disebut literasi digital, literasi media, literasi komputer, literasi numerasi, dan masih banyak lagi. Banyaknya jenis-jenis literasi inilah yang sebenarnya menjadi peluang bahwa semakin banyak cara menarik masyarakat agar memiliki kesadaran diri terhadap literasi sekolah.

Contoh Kegiatan Literasi

Literasi sekolah sebenarnya ada banyak sekali praktik yang bisa kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa contoh literasi sekolah adalah sebagai berikut:

  1. Aktivitas sebelum dimulai pelajaran inti, siswa diberi ruang dan kesempatan untuk membaca buku.
  2. Memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk menuliskan komentar singkat di buku bacaannya, siswa boleh mengekspresikan apa yang ingin disampaikan.
  3. Memberi ruang dan kesempatan kepada siswa untuk menanggapi isi buku secara lisan maupun tulisan.
  4. Para siswa yang membaca buku fiksi di perpustakaan sekolah dan bisa menceritakan kembali dengan jelas  tema dari buku tersebut.
  5. Memberikan support kepada siswa yang memiliki bakat menulis, kemudian mengarahkan dan memberikan kesempatan untuk mengikuti ajang perlombaan menulis.
  6. Memberi pamphlet lomba berpidato dengan harapan ada peserta didik yang memiliki bakat untuk mengikuti ajang perlombaan pidato.
  7. Membuat forum diskusi membicarakan tentang buku tertentu, di mana dari diskusi membaca buku tersebut akan mengasah kemampuan kritis para siswa.
  8. Mengajak peserta didik mengunjungi perpustakaan daerah yang lebih maju. Di mana perpustakaan tersebut menawarkan berbagai literasi yang menarik, selain menawarkan ruang membaca, juga menawarkan literasi digital. Siswa dapat menikmati film 3D, 4D, atau terobosan menarik lain yang dimiliki oleh perpustakaan.
  9. Mengajak siswa menghadiri pertunjukan, bisa berbentuk pertunjukan sastra, teater, atau pertunjukan lain yang sifatnya memiliki muatan edukasi literasi bagi peserta didik.
  10. Mengajak siswa kunjungan museum di dekat sekolah, saat kunjungan ke museum siswa bukan sekadar mengetahui sejarah museum tersebut. Melainkan mereka juga belajar bagaimana menghargai sejarah peninggalan yang memiliki muatan kisah yang luar biasa.

Tujuan Literasi di Sekolah

Pentingnya meningkatkan kesadaran diri literasi di sekolah bisa membawa dampak perubahan yang luar bagi peserta didik. Itu sebabnya setiap lembaga pendidikan selalu memberikan edukasi ke seluruh stakeholder tujuan literasi. Berikut beberapa tujuan literasi sekolah.

1. Meningkatkan Budi Pekerti

Era digitalisasi selain menawarkan kemajuan, muncul sisi lain kehidupan masyarakat kita yang mana banyak anak-anak dan remaja yang kehilangan budi pekerti. Oleh karena itu, seluruh stakeholder bersama-sama mendekatkan siswa dengan literasi kembali. Sehingga pendekatan mengajarkan budi pekerti bisa lebih masuk.

2. Mengembangkan Budaya Literasi

Mengembangkan budaya literasi sekolah tidaklah mudah. Nah, setidaknya adanya macam-macam literasi digital saat ini bisa menarik siswa untuk mulai mengenali literasi lebih luas. Karena membaca dan menulis di era super canggih sudah dapat dilakukan, sehingga lebih menarik bagi siswa.

3. Meningkatkan Pengetahuan

Adapun tujuan literasi bagi peserta didik selain yang sudah disebutkan di atas, yaitu membantu siswa meningkatkan pengetahuan. Dahulu ketika teknologi belum masuk di Indonesia, salah satu cara mendapatkan pengetahuan adalah dengan membaca. Namun saat ini, pengetahuan dapat kita peroleh dengan memanfaatkan teknologi.

4. Mengasah Kemampuan Berpikir Kritis

Gerakan literasi sekolah bagi sebagian orang menganggapnya tidak begitu penting. Namun jika dilihat lebih dalam sebenarnya sangat penting, karena siswa yang memiliki kesadaran akan literasi makan memiliki kemampuan berpikir kritis. Kemampuan berpikir kritis inilah yang membantu anak berpikir lebih kreatif dan inovatif.

5. Wawasan Lebih Luas

Namun orang yang baru mengetahui permukaan dari ilmu, akan merasa sok tahu atau sok pintar. Sebaliknya, semakin banyak seseorang memahami apa yang diketahuinya ternyata hanya masih permukaan dan masih banyak sekali ilmu belum diketahuinya. Maka orang tersebut akan merasa bodoh, jadi salah satu tujuan literasi sekolah adalah mengajarkan sejak kecil bahwa ada banyak wawasan.

Penutup:

Gerakan literasi sekolah adalah kemampuan seseorang untuk mengakses, memahami, dan menggunakan sesuatu secara cerdas melalui berbagai aktivitas membaca, menulis, menyimak, berbicara, dan melihat. Dalam konteks institusi pendidikan, literasi sekolah merupakan upaya menyeluruh yang melibatkan warga sekolah (peserta didik, guru, hingga tenaga kependidikan) untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran.