Menu yang Sama, Racikan Bumbu yang Berbeda
Indonesia kaya akan ragam kuliner. Meskipun demikian, terkadang menu yang sama dapat kita jumpai di daerah lain, hanya saja terdapat perbedaan dalam penyebutan serta racikan bumbu yang digunakan. Di antara salah satu bahan yang kerap dijadikan bumbu dalam masakan adalah belimbing wuluh.
Cita rasanya yang segar serta asam, membuat belimbing wuluh jadi bahan utama dalam pembuatan sayur asam. Namun, terkadang ada juga yang menggunakan asam jawa sebagai penggantinya karena dirasa lebih rendah rasa asamnya serta mampu menimbulkan warna yang lebih cantik pada kuah – merah kecoklatan.
Pemanfaatan Belimbing Wuluh
Selama ini belimbing wuluh memang lebih sering dimanfaatkan sebagai bumbu masakan seperti sayur asam, garang asam, asam-asam daging, atau juga pepes ikan. Padahal, jika belimbing wuluh juga dapat diolah menjadi sirup serta manisan yang tidak hanya menyegarkan tetapi juga mampu menghalau rasa mual. Di samping itu, kandungan nutrisi dalam belimbing wuluh seperti vitamin C, kalium, flafonoid dan tanin juga berguna untuk terapi penyembuhan dan kecantikan.
1. Terapi Penyembuhan
Belimbing wuluh termasuk tanaman yang cukup mudah ditanam. Waktu panennya juga tidak begitu lama, dan sekali berbuah bisa menghasilkan buah yang lebat. Bagian dari belimbing wuluh seperti daun dan bunga dapat digunakan sebagai terapi penyembuhan batuk pada anak. Caranya, kita bisa mengambil 5 lembar daun atau 6 sampai 8 bunga belimbing wuluh, lalu rebus bersama air. Takaran ini digunakan untuk seperempat gelas. Saat air berubah warna hijau kecoklatan (pada rebusan daun) atau berwarna ungu (rebusan bunga) segera angkat. Minumkan pada anak 1-2 kali sehari, bisa di pagi hari atau malam sebelum tidur.
2. Terapi Kecantikan
Kandungan vitamin C pada belimbing wuluh dapat merangsang kolagen yang sangat baik bagi kulit. Jika Anda memikiki masalah jerawat serta pori-pori membesar, maka terapi ini boleh dicoba. Caranya, parut 2 atau 3 belimbing wuluh, lalu usapkan perlahan pada wajah. Anda juga bisa menambahkan madu untuk mengurangi iritasi atau rasa perih.
3. Sirup dan Manisan
Untuk membuat sirup belimbing wuluh cukup mudah, karena prosesnya juga bisa berbarengan dengan pembuatan manisan. Adapun langkah pembuatannya sebagai berikut:
- Cuci belimbing wuluh, lalu tusuk-tusuk menggunakan garpu.
- Masukkan belimbing wuluh dalam panci, lalu tambahkan air hingga tenggelam.
- Setelah itu angkat belimbing wuluh dan sisihkan sejenak hingga tersisa airnya saja. Jumlah air yang menutupi belimbing wuluh tadi kita jadikan ukuran untuk menakar jumlah gula yang dibutuhkan. Untuk 1,5 liter air maka tambahkan gula sebanyak 3kg.
- Setelah itu rebus air bersama gula dan belimbing wuluh. Setelah mendidih angkat belimbing wuluh dan dinginkan.
- Didihkan lagi air gula kemudian masukkan belimbing wuluh diamkan selama 5 menit. Kemudian angkat belimbing wuluh hingga berubah ukuran.
- Langkah terakhir, didihkan lagi air gula lalu masukkan belimbing wuluh hingga ukurannya menyusut sempurna. Jemur belimbing wuluh di bawah terik matahari.
Agar menjadi manisan belimbing wuluh yang sempurna, kita bisa menjemurnya 2 sampai 3 hari. Namun jika cuaca mendukung, proses pematangan bisa lebih cepat lagi. Manisan belimbing wuluh jadi begitu juga dengan sirupnya. Anda bisa segera memindahkan dalam botol dan disimpan di lemari es.
4. Permen Gulas
Belimbing wuluh juga dapat kita jadikan permen gulas. Caranya, parut belimbing wuluh lalu saring dan ambil airnya. Tambahkan gula serta sedikit air agar tidak gosong. Aduk-aduk hingga menjadi gulali yang kental. Setelah itu letakkan dalam loyang atau cetakan. Potong-potong sesuai selera.
Penutup
Belimbing wuluh sering dipandang sebelah mata karena orang hanya menilai rasa asam yang dimilikinya. Padahal, dengan sedikit usaha kita bisa mengolahnya menjadi sirup serta manisan yang tidak hanya menyegarkan tetapi juga menyehatkan. Selain itu, kandungan vitamin c pada belimbing wuluh juga tidak hanya berfungsi sebagai bumbu masakan, tetapi juga mampu meredakan batuk serta merangsang kolagen yang berguna untuk kulit. Bahkan di negara Korea Selatan harga 1kg belimbing wuluh bernilai fantastis, Rp 900.000,00. Jadi, masih mau mengabaikan si Asam Hijau ini?
