Bogor, 19 Oktober 2026 – Pernahkan kamu ingin menulis, tetapi bingung harus memulai dari mana? Sebagai seorang penulis pemula, saya juga terkadang mengalami hal yang sama. Ada keinginan untuk menghasilkan tulisan. Namun, ketika sudah duduk di depan laptop kata-kata justru terasa sulit mengalir. Karena itu, cara memulai menulis untuk pemula dari hal sederhana menjadi sesuatu yang ingin saya pelajari, agar bisa menghasilkan tulisan yang enak dibaca dan bermanfaat untuk orang lain.
Keinginan untuk menghasilkan tulisan yang baik seringkali membuat saya terlalu lama memikirkan kalimat pembuka, padahal tulisan tidak akan selesai jika tidak dimulai.
Dari pengalaman tersebut, saya menyadari bahwa belajar menulis tidak harus dimulai dari ide yang besar atau kalimat yang sempurna. Saya tertarik mempelajari trik dari Teh Indari Mastuti, seorang penulis, pendiri Indscript, pengusaha, dan pegiat lingkungan. Ada beberapa hal yang ingin saya bagikan kepada para penulis pemula agar kita bisa belajar memulai menulis dari hal sederhana.
Mengapa Penulis Pemula Kesulitan Memulai Menulis?
Keinginan menghasilkan tulisan yang menarik terkadang justru membuat kita ragu untuk memulai. Kita ingin tulisan dibaca banyak orang, mendapat respon positif, bahkan disukai banyak pembaca. Akibatnya, kita terlalu sibuk mencari kata-kata yang tepat, mencari judul yang menarik, atau membayangkan tanggapan orang lain. Niatkan menulis karena ingin berbagi bukan ingin dipuji. Dengan begitu kita tidak takut tulisan dinilai kurang bagus atau dipandang terlalu biasa.
Seringkali kita ingin menghasilkan tulisan yang bagus sejak awal kalimat. Padahal, tidak perlu harus memaksakan menyelesaikan semuanya sekaligus. Kita bisa memulai menulis dengan apa yang ada dipikiran secara singkat dengan gaya bahasa sendiri seperti berbicara kepada teman dekat. Kemudian, jika ada waktu lebih banyak kita bisa memperbaiki susunan kalimat setelah tulisan selesai dibuat.
Belajar Menulis untuk pemula dari Hal Sederhana
Menulis tidak harus selalu dimulai dari pengalaman yang luar biasa, pengetahuan yang luas, atau peristiwa besar. Menulis kegiatan sehari-hari pun bisa menjadi bahan tulisan jika kita peka dan mau mengamatinya. Misalnya, kegiatan menyiapkan keperluan anak sekolah, ketika memasak di dapur atau saat berkebun.
Kita juga bisa menuliskan pengalaman ketika menghadap masalah yang terjadi, bagaimana cara kita menyikapinya, dan pesan apa yang ingin kita sampaikan kepada pembaca.
Setiap orang memiliki pengalaman dan sudut pandang yang berbeda. Dua orang bisa melakukan kegiatan yang sama, tetapi akan selalu menghasilkan cerita yang tidak sama.
Teh Indari Mastuti pernah membagikan trik menulis untuk pemula, ketika kita merasa kesulitan memulai menulis. Beberapa trik tersebut diantaranya adalah:
• Mulailah dari Cerita yang Paling Dekat dengan kita
Tak harus menunggu pengalaman hebat untuk memulai menulis, cobalah menuliskan setiap kegiatan yang kita lakukan selama sepuluh menit setiap hari. Lakukan secara konsisten.
Ketika sedang makan bersama keluarga, saat mengerjakan pekerjaan rumah tangga, atau ketika ngobrol dengan tetangga. Tulis dengan cerita yang jelas dan temukan satu pesan yang akan dibagikan.
• Catat Ide Sebelum lupa
Terkadang terlintas dalam pikiran kita sebuah ide menarik untuk ditulis. Namun, jika tidak segera dicatat, gagasan tersebut bisa lupa karena banyak hal yang harus kita kerjakan. Membawa buku kecil atau menggunakan aplikasi catatan di ponsel akan menjadi solusi yang aman. Catat kata kunci atau satu kalimat yang menggambarkan gagasan tersebut. Jika ada waktu, kita bisa kembangkan gagasan itu menjadi sebuah tulisan.
• Jangan Menunggu Inspirasi Datang, Kadang Inspirasi Justru Muncul Setelah Kita Mulai Menulis
Kita merasa harus menunggu inspirasi datang sebelum memulai menulis. Padahal, ketika kita memulai menuangkan pikiran ke dalam kalimat, justru bisa menemukan gagasan berikutnya. Tulis apa yang ada dipikiran tanpa harus sibuk mengoreksi setiap kalimat. Setelah selesai, baca kembali tulisan tersebut dan perbaiki bagian yang terasa kurang jelas.
Kita dapat mengembangkan gagasan melalui pengalaman, pengamatan, dan sudut pandang sendiri. Dengan begitu, tulisan tidak hanya berisi informasi tetapi juga memiliki sentuhan pribadi.
• Menulis untuk Berbagi Manfaat
Selain belajar memulai menulis, kita juga harus mempunyai tujuan menulis. Menulis dapat menjadi sarana yang bermanfaat untuk berbagi pengalaman, menyampaikan informasi, atau mengajak pembaca melihat sesuatu hal dari sudut pandang yang berbeda. Namun, kita harus tetap memperhatikan kebenaran informasi dan dampak tulisan terhadap orang lain.
Jika menulis tentang kesehatan misalnya, kita harus menggunakan informasi yang dapat dipercaya. Jika menulis pengalaman pribadi, kita bisa menulis cerita tanpa membuka aib atau mempermalukan orang lain.
Menurut saya, menulis bukan semata-mata tentang ingin mendapatkan pujian. Ada kebahagiaan tersendiri ketika informasi yang kita bagikan dapat menjadi solusi untuk orang lain.
Penutup
Langkah awal menulis bisa dimulai dari hal yang paling dekat dengan diri sendiri. Menulis kegiatan sehari-hari, pengalaman yang berkesan atau hal sederhana yang baru saja dipelajari. Tidak perlu menunggu inspirasi datang atau menuntut kalimat langsung sempurna
Jadi, mulailah menulis satu pengalaman dengan satu pesan, lalu beri kesempatan kepada diri sendiri untuk belajar dan memperbaikinya. Sebab, tulisan yang selesai dimulai berasal dari keberanian untuk menuliskan kalimat pertama.
