Lompat ke konten
Beranda » Blog » No Gadget : Solusi Aman untuk Anak?

No Gadget : Solusi Aman untuk Anak?

Ketika Ponsel Menggantikan Bonding Anak

Ada yang menyita perhatian mengenai screen time anak. Satu sisi menyarankan untuk membatasi, sisi lain melarang sama sekali.

Kedua asumsi ini tentu bukan sekadar asal nasihat, mengingat penggunaan ponsel di kalangan anak-anak bisa dibilang sangat intensif. Apa yang menjadi kekhawatiran orang tua adalah anak-anak lebih nyaman dengan ponsel daripada berkumpul atau sekadar bercerita dengan orang tuanya sendiri. Di samping itu, emosi anak yang tidak stabil juga menjadi pertimbangan tersendiri untuk mengizinkan pemberian ponsel.

Meskipun umumnya tujuan penggunaan ponsel pun beragam – sebagai hiburan, komunikasi, maupun media belajar.

1. Hiburan

Bagi orang tua yang mengizinkan anak-anaknya mengakses ponsel, tentu ada kesepakatan dalam pemakaiannya. Misalnya hanya membolehkan mereka menggunakan ponsel di akhir pekan atau hari libur. Melalui kesepakatan bersama, figur orang tua juga harus turut serta dalam mematuhi durasi. Hal ini ditujukan agar anak juga tidak merasa digurui atau sekadar diperintah untuk patuh. Selain itu, jenis tontonan yang dinikmati anak juga harus dipantau. Jika bisa didampingi maka kita bisa langsung memilihkan channel apa saja yang sesuai untuk anak, sebaliknya, orang tua bisa mengecek riwayat history apa saja yang sudah anak tonton.

Dengan demikian, tujuan penggunaan ponsel sebagai hiburan tidak menyimpang dari jalurnya.

2. Komunikasi

Penggunaan ponsel tidak lepas dari tujuan utama benda itu diciptakan – sebagai alat komunikasi. Maka sudah sewajarnya jika ponsel juga turut menjembatani circle anak-anak kita khususnya ketika di luar sekolah.

Melalui ponsel,  kita sebagai orang tua juga bisa tahu siapa saja teman-teman si Anak. Dan yang lebih penting, kita juga bisa memantau gaya bahasa dan obrolan apa saja yang mereka bahas. Dengan demikian penggunaan ponsel sebagai alat komunikasi turut menjadi spion bagi kita jika suatu saat ada sesuatu di luar pengetahuan kita sebagai orang tua seputar pertemanan anak-anak.

3. Media Belajar

Beberapa sekolah ada yang sudah menerapkan sistem belajar mereka menggunakan ponsel, khususnya terkait evaluasi. Biasanya jenjang sekolah menengah yang sudah menerapkan model ini.

Namun, ketika ponsel memang ditujukan sebagai media belajar, kita tetap harus mengawasi penggunaannya. Jangan sampai fasilitas internet yang terhubung dalam ponsel lantas dimanfaatkan untuk mencari jalan pintas untuk belajar. Misalnya untuk mencari kunci jawaban atau tugas sekolah yang justru membuat anak malas untuk berpikir dan belajar.

Karena tidak dipungkiri bahwa dalam sekotak ponsel, kita dapat mengakses dan mendapatkan apa saja.

Perlunya Pendampingan dan Sikap Bijak

Sejatinya mengenalkan ponsel pada anak itu penting, apalagi sekarang hidup di era serba digital. Hanya saja kita perlu mengarahkan pada mereka agar tidak menyalahgunakan ponsel yang sudah kita fasilitasi.

Lalu apa saja yang harus kita lakukan menanggapi penggunaan ponsel pada anak?

1. Bangun Rasa Percaya

Ketika pertama kali kita akan mengenalkan ponsel pada anak, yakinkan pada mereka bahwa apa pun yang mereka lihat adalah untuk tujuan baik. Sehingga mereka juga akan mengakses atau menonton yang bernilai pendidikan, bukan sebaliknya baik saat kita dampingi maupun sendiri.

2. Buat Kesepakatan Bersama

Libatkan anak saat membuat kesepakatan, khususnya terkait kapan dan berapa lama durasi pemakaian ponsel. Hal ini tidak hanya berlaku untuk anak kecil; remaja sekalipun tetap bisa dikenai termasuk juga orang tua. Keterlibatan mereka dalam membuat aturan yang disepakati bersama akan lebih memudahkan jika suatu saat mereka melanggarnya. Sehingga mau tidak mau mereka akan menerima konsekuensinya.

3. Kuatkan Bonding bersama Keluarga

Senyaman dan semenarik apa pun tontonan yang ada pada ponsel, kita tetap harus menguatkan bonding dengan anak. Kita tidak bisa mempercayakan semua pengasuhan anak pada ponsel meskipun sejenis parenting sekalipun.

Kedekatan secara langsung akan lebih mengena daripada mempercayakan pola asuh melalui ponsel. Cukup luangkan waktu beberapa menit secara rutin, dengan demikian mereka akan lebih dihargai dan dinantikan kehadirannya.

Penutup

Keberadaan ponsel tidak selalu memberikan dampak negatif bagi anak. Justru melalui ponsel kita jadi lebih tahu kabar atau informasi terbaru lebih cepat. Namun, kelalaian kita sebagai orang tua khususnya dalam menetapkan aturan pakai ponsel malah kerap menjadi bumerang – anak sulit diatur, lebih nyaman dengan ponsel daripada dengan keluarga, kecanduan tontonan tertentu atau game.

Sebagai orang tua, kita harus bijak dan tanggap membaca situasi kapan anak perlu dibekali ponsel, dan paham juga kapan seharusnya dibatasi penggunaannya. Karena sejatinya ponsel hadir bukan untuk menjauhkan ikatan keluarga, melainkan tergantung pada bagaimana sebuah ponsel itu digunakan. Dan komunikasi menjadi kunci utama untuk menghubungkan keduanya.