Kebahagiaan sering dianggap sebagai kondisi ketika hidup berjalan sesuai keinginan.
Padahal, kehidupan tidak selalu berjalan mulus. Ada hari ketika kita merasa bersemangat, tetapi ada pula saat kecewa, lelah, atau menghadapi sesuatu yang tidak sesuai harapan.
Karena itu, meraih kebahagiaan hidup bukan berarti memaksakan diri untuk selalu bahagia.
Melansir dari psychologytoday.com Kebahagiaan juga berkaitan dengan kemampuan memahami diri, mengelola emosi, menemukan makna, dan menerima kenyataan.
WHO mendefinisikan kesehatan mental sebagai kondisi kesejahteraan yang membantu seseorang menghadapi tekanan kehidupan, menyadari kemampuannya, belajar dan bekerja dengan baik, serta berkontribusi kepada lingkungan.
Lalu, apa saja langkah yang dapat dilakukan?
Langkah-langkah untuk meraih kebahagiaan hidup
1. Membuat Tujuan Hidup
Memiliki tujuan memberikan arah dalam menjalani kehidupan. Tujuan tidak harus selalu besar.
Bisa dimulai dari hal sederhana, seperti ingin menjadi pribadi yang lebih sehat, belajar keterampilan baru, membangun karier, berkarya, atau memberikan manfaat bagi orang lain. Cobalah bertanya kepada diri sendiri:
Apa yang sebenarnya ingin saya capai dalam hidup?”
Tujuan hidup juga tidak harus sama dengan orang lain. Setiap orang memiliki kondisi, nilai, kebutuhan, dan perjalanan yang berbeda.
Penelitian dalam psikologi positif membedakan kebahagiaan yang berkaitan dengan kepuasan dan perasaan positif dengan kesejahteraan yang berkaitan dengan makna, tujuan, pertumbuhan diri, dan keterlibatan dalam kehidupan.
Keduanya dapat menjadi bagian dari kesejahteraan seseorang.
2. Belajar Mengelola Emosi
Emosi merupakan bagian dari kehidupan. Marah, kecewa, sedih, khawatir, dan bahagia semuanya dapat muncul dalam situasi tertentu.
Mengelola emosi bukan berarti menekan atau menghilangkan perasaan. Kita belajar mengenali apa yang sedang dirasakan dan memilih respons yang lebih tepat.
Misalnya, ketika seseorang mengatakan sesuatu yang menyinggung perasaan kita, jangan langsung menyimpulkan bahwa ia sengaja ingin menyakiti. Berikan jeda untuk memahami situasi.
Ubahlah cara berpikir sebelum menentukan respons.
Dengan begitu, kita tidak mudah membiarkan satu kejadian merusak suasana hati sepanjang hari.
3. Memahami Diri Sendiri
Mengenal diri merupakan bagian penting dalam perjalanan menuju kebahagiaan.
Cobalah memahami apa yang membuat kita nyaman, apa yang menjadi kekuatan, apa yang ingin diperbaiki, serta hal-hal apa yang sebenarnya penting bagi kita.
Luangkan waktu untuk melakukan refleksi. Menulis jurnal, berjalan santai, membaca, berdoa, atau sekadar menikmati waktu tanpa distraksi dapat menjadi kesempatan untuk mendengarkan diri sendiri.
Memahami diri membantu kita mengambil keputusan yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan nilai pribadi.
4. Menerima Diri
Setelah memahami diri, langkah berikutnya adalah belajar menerima diri.
Menerima diri bukan berarti berhenti berkembang. Justru, kita mengakui kondisi diri saat ini sambil tetap memberikan ruang untuk bertumbuh.
Tidak perlu terus membandingkan perjalanan hidup dengan orang lain. Setiap orang mempunyai waktu dan prosesnya masing-masing.
Kita boleh memiliki kekurangan. Kita boleh pernah gagal. Kita juga boleh memulai kembali.
Yang penting adalah tidak menjadikan kekurangan sebagai alasan untuk berhenti menghargai diri sendiri.
5. Menerima bahwa Hidup Tidak Selalu Sempurna
Inilah salah satu bagian penting dari langkah meraih kebahagiaan hidup.
Tidak selamanya rencana berjalan sesuai harapan. Ada pekerjaan yang gagal, hubungan yang berubah, kesempatan yang terlewat, atau impian yang membutuhkan waktu lebih lama untuk terwujud.
Menerima kenyataan bukan berarti menyerah. Artinya, kita memahami bahwa ada hal-hal yang memang berada di luar kendali.
WHO juga menekankan bahwa kesejahteraan mental dipengaruhi oleh berbagai faktor pribadi, keluarga, komunitas, dan kondisi sosial.
Karena itu, kebahagiaan seseorang tidak dapat dipisahkan sepenuhnya dari konteks kehidupannya.
Ketika sesuatu tidak berjalan sempurna, kita bisa bertanya:
Apa yang masih bisa saya lakukan dari kondisi ini?”
Pertanyaan tersebut membantu mengalihkan perhatian dari hal yang tidak dapat dikendalikan menuju hal yang masih bisa kita lakukan.
Kebahagiaan Bukan Berarti Hidup Tanpa Masalah
Pada akhirnya, hidup bahagia bukan berarti tidak pernah sedih, kecewa, atau mengalami masalah.
Kebahagiaan dapat hadir ketika kita memiliki arah, mampu memahami emosi, mengenal dan menerima diri, serta menemukan makna dalam perjalanan yang sedang dijalani.
Penelitian terbaru dalam psikologi positif juga menunjukkan bahwa kesejahteraan manusia bersifat multidimensi, mencakup kebahagiaan, kepuasan hidup, makna, tujuan, harapan, ketangguhan, dan pertumbuhan pribadi.
Jadi, jangan menunggu kehidupan menjadi sempurna untuk merasa bahagia.
Belajarlah menikmati proses, menerima kenyataan, dan tetap bertumbuh. Karena terkadang, kebahagiaan bukan tentang mendapatkan semua yang kita inginkan, melainkan mampu menemukan makna dari apa yang sedang kita jalani.
Referensi:
psychologytoday.com, 5 Key Steps to Overcoming the Happiness Paradox, Kaus Susan Withbourne, PhD, ABBP, tanggal akses 6 September 2016
https://www.who.int/en/news-room/fact-sheets/detail/mental-health-strengthening-our-Mental health, tanggal akses 22 September 2026
