Fenomena Job Seeker di Job Fair
Ada yang menarik perhatian setiap momen penyelenggaraan job fair. Bukan seberapa banyak ketersediaan lapangan kerja, melainkan banyaknya job seeker yang jumlahnya selalu saja membludak.
Hal ini tentu menjadi tanda tanya, apakah ketersediaan lapangan kerja sepadan dengan jumlah pencari kerja? Atau malah sebaliknya? Bahkan, beberapa waktu lalu di antara banyaknya pencari kerja terdapat orang tua – ayah dari si pencari kerja – yang sengaja datang demi mendapatkan peluang kerja bagi anaknya yang kebetulan tidak bisa datang karena berhalangan.
Pemandangan ini tentu membuat kita prihatin, sejatinya apakah para job seeker ini hanya semata-mata menggantungkan kesempatan kerja lewat bursa kerja? Atau memang mereka sengaja menunggu jenis pekerjaan yang cocok dengan minat.
Jika memang demikian, alangkah ruginya waktu yang terbuang. Karena pada dasarnya lapangan kerja justru bisa kita buka sendiri asal ada kemauan. Apalagi di era sekarang, di mana teknologi memegang peran utama dalam penyebaran derasnya informasi.
Peran Teknologi dalam Membuka Peluang Usaha
Tidak dapat dipungkiri bahwa dunia digital tengah mencapai kejayaannya – baik dalam hal hiburan, pendidikan bahkan life style. Masyarakat sekarang suka atau tidak, dihadapkan pada perkembangan digital yang menuntut mereka untuk siap dengan segala perkembangannya. Oleh sebab itu, kecakapan ilmu tidak hanya menjadi andalan tetapi juga perlu didukung dengan kesiapan serta soft skill agar dapat mem-back up ilmu yang didapat lewat pendidikan formal serta sebagai filter dalam menghadapi kemajuan teknologi.
Dengan demikian kita tidak akan gagap ketika bersinggungan dengan hal baru, utamanya yang berkaitan dengan dunia digital. Sebagaimana kita tahu bahwa teknologi memegang peran yang cukup besar :
1. Sumber Informasi
Dengan adanya teknologi, orang jadi lebih mudah mengakses informasi. Segala info yang mereka butuhkan dapat dicari. Bahkan tidak sedikit yang menjadikan teknologi sebagai acuan dalam standar hidup mereka. Seperti Vira yang selalu mencari informasi terlebih dahulu sebelum membeli sesuatu. Lewat jejak digital, Vira lebih yakin bahwa produk yang akan dia beli sangat direkomendasikan. Apa yang Vira lakukan ini adalah salah satu bagian dari fungsi jejak digital yang umumnya kita kenal dengan review.
2. Tolok Ukur Sebuah Trend
Teknologi juga membawa kabar bagi kita tentang berita terbaru yang sedang hangat jadi perbincangan. Seperti Naisar Forest Garden misalnya. Berkat peran teknologi juga orang jadi tahu apa dan bagaimana bisa sebuah Naisar Forest Garden berperan dalam menjaga ketahanan pangan. Hal ini tentu sangat relate dengan kondisi bangsa di mana stok kebutuhan pokok bisa dibilang langka serta terbatas jumlahnya. Dengan adanya informasi mengenai Naisar Forest Garden, orang menjadi tahu dan membuat acuan bahwa ketahanan pangan dapat diusahakan secara mandiri.
3. Peluang Pintu Usaha
Derasnya informasi akan lebih bermanfaat jika membawa kebaikan. Dengan kesiapan kita menerima perkembangan teknologi akan lebih bijak dan mawas diri terhadap informasi yang beredar. Maraknya penggunaan digital justru menjadi peluang yang menguntungkan jika disikapi dengan cermat. Salah satunya adalah Indscript Creative. Siapa sangka jika perusahaan yang bergerak di bidang kepenulisan ini justru mampu mewujudkan mimpi para ibu rumah tangga yang tertunda? Di usianya yang menjelang 19 tahun, Indscript Creative hadir dengan langkah yang lebih matang. Ia tidak hanya mengajak kaum ibu rumah tangga menjadi penulis, tetapi juga menebarkan kebaikan menjaga bumi tercinta melalu program Bank Sampah Bersinar.
Bersama Indscript Creative juga membuka kesempatan bagi kita untuk mengasah serta meningkatkan soft skill seperti berani berbicara di depan umum. Tidak hanya itu, kita juga dapat belajar bagaimana memaksimalkan marketing agar lebih cuan.
Kiat-kiat Memulai Usaha
Jika peran teknologi sedemikian besarnya, maka kenapa kita tidak memulai membuka jalan untuk usaha sendiri? Sudah saatnya berhenti berpangku tangan. Sudah seharusnya memanfaatkan waktu yang terbuang menanti bursa kerja. Berikut ini beberapa hal yang perlu kita siapkan untuk memulai usaha :
1. Luruskan Niat
Saat kita bertekad untuk memulai usaha, fokuskan niat terlebih dahulu. Sebagai permulaan, penting bagi kita untuk tidak mengedepankan profit. Tetapkan dalam hati bahwa kita berniat memulai usaha untuk mencari keberkahan.
2. Jangan Takut Gagal
Ketika memulai usaha, fase jatuh-bangun tentu ada. Saat berada di fase sukses, jangan mudah puas. Justru di sana sebuah konsistensi dimulai. Sebaliknya, ketika berada di fase jatuh, jangan pula lekas menyerah. Jadikan momen tersebut untuk evaluasi agar ketemu solusi serta formulanya.
3. Terus Belajar
Tidak ada usaha yang menghianati hasil. Jika memang cakap pada satu bidang, coba untuk terus tekuni. Jika sudah di tahap lihai, maka saatnya inovasi. Hal yang paling penting adalah jangan pernah menolak kritikan. Karena dari sebuah kritikan itulah sebuah bentuk perhatian bermula.
4. Pilih yang Minim Modal
Saat memulai usaha, modal jadi yang utama. Usahakan seminimal mungkin agar jika hasilnya tidak seperti yang diharapkan, kita tidak kecewa berlarut-larut. Kecermatan dalam membaca peluang sangat dibutuhkan agar jenis usaha yang akan kita jalani hanya memerlukan sedikit atau bahkan tanpa modal.
5. Jaga Kepercayaan
Ketika memulai usaha, visi dan misi harus jelas. Hal ini penting agar selama menjalani usaha kita akan berada di jalur yang tepat. Sehingga akan tercipta trust atau rasa percaya oleh klien atau pelanggan kita. Menjaga kepercayaan harus diimbangi dengan kredibilitas. Dengan demikian bukan profit semata tujuannya, melainkan keterjagaan mutu dan kualitas usaha yang kita jalani.
Penutup
Seperti waktu yang terus berjalan, begitu pula perkembangan teknologi. Sudah sewajarnya kita menyambut baik dengan tujuan mulia. Bukan malah menjadikan kita malas atas segala kemudahan yang dibawanya. Bukan pula menggunakannya untuk mengais rejeki lewat jalan pintas. Karena teknologi itu seperti sebuah senjata – siapa yang bijak akan menggunakannya dengan tepat; siapa yang sesat, akan membuatnya terjebak.
