Tips Bisnis Online dengan Mengatur Keuangan Bisnis

Sebelumnya, Anda bisa membaca artikel yang berjudul Artikel Manajemen Waktu Khusus bagi IRT yang Berbisnis atau Menulis, karena bagi ibu rumah tangga (IRT) yang ingin menjadi pebisnis atau penulis yang produktif, wajib memiliki dan konsisten terhadap manajemen waktu. Selain itu, kenapa keuangan bisnis ini sudah tahu penting tapi susah konsisten punya catatan keuangan? Karena memang harus setiap hari, atau setiap saat ada transaksi harus dicatat. Biasanya, “Ah nyatetnya nanti aja.” Tapiiii malah lupa akhirnya nggak jelas deh, bisnisnya itu untung atau rugi sih? Kayaknya sih banyak orderan, tapi uangnya kok habis ya?

So, perlu membuat business plan khusus keuangan

Jadi, sebelum berbisnis sudah ada bayangan, seperti:

– Nanti harus bisa dapat omzet berapa?

– Biaya nyetok produk berapa? Biar nggak kebablasan

– Dll

Beberapa hal yang harus Anda persiapkan dalam membuat perencanaan keuangan bisnis, adalah:

  1. Sumber pendanaan dari siapa?

Apakah modalnya dari Anda sendiri?

Atau justru utang sehingga harus dicatat berapa jumlahnya, kapan harus dicicil, dan kepada siapa?

  1. Berapa kebutuhan pembiayaan, seperti:

– Biaya gaji karyawan per bulan?

– Biaya jaringan internet?

– Biaya listrik?

– Biaya lainnya, baik yang tetap maupun tidak tetap

Contoh biaya tetap adalah:

– Sewa Tempat

– Mesin (jika ada)

– Gaji Karyawan

– Angsuran Pinjaman + bunga (jika ada)

– Biaya bahan baku

– Biaya kemasan

– Biaya promosi

– Biaya lain-lain

=> harus ditentukan dulu agar tidak kebablasan nantinya, malah bisa jadi tidak efektif dan pembuangan kas bisnis saja

Selain itu, Anda harus bisa membuat perkiraan penjualan lalu dicatat, seperti:

Penjualan Januari:

Penjualan Febuari:

Penjualan Maret:

Penjualan April:

Penjualan Mei:

Penjualan Juni:

Penjualan Juli:

Penjualan Agustus:

Penjualan September:

Penjualan Oktober:

Penjualan November:

Penjualan Desember:

=> tujuannya biar tahu, bulan depan harus capai target berapa? Dan setiap harinya itu targetnya juga berapa?

Contoh:

Target penjualan Juli adalah 100juta

100juta dibagi 26 hari kerja = 4juta

4juta dibagi rata-rata harga produk Anda adalah 100ribu = 40pcs harus terjual setiap hari

Jika Anda punya 50 reseller, maka bisa pasang target setiap reseller closing 1 produk setiap harinya, bisa sukses capai targetnya

INGAT! Anda harus menikmati setiap proses berbisnis. Dari yang awalnya banyak ditolak, lalu belajar ilmu bisnis, lalu mencoba mempraktekkan ilmunya, kemudian akhirnya bisa merasakan banjir omzet. Semua pengalaman tersebut adalah proses yang membuat Anda semakin tangguh dan menjadi pebisnis yang lebih baik lagi.

Suka nyetatus atau chatting di facebook? Tahu nggak kalau dari facebook personal bisa mendatangkan closing? Semua akan dipelajari di Learn All About Facebook (LAAF) dari Indscript, karena akan belajar nyetatus asyik, branding, follow up di FB, dan bonus materi lainnya. Soalnya, jualan di FB itu butuh konten dan flyer tersendiri biar bikin teman FB nggak terasa digiring buat beli jualan Anda. Tenang, triknya juga cocok buat kalangan ibu rumah tangga (IRT) karena mudah banget.

Informasi mengenai training LAAF bisa ke Miss Indscript KLIK DI SINI.

Semoga tips (bisnis atau menulis) di artikel ini bermanfaat dan Anda bisa mempraktikkan langsung agar berdampak positif juga.