Tips Agar Sukses Menulis Bersama Anak

Seperti informasi di artikel sebelumnya kalau siapa saja bisa menjadi penulis buku. Anda bisa mendapatkan informasi di artikel yang berjudul Ini Dia Cara Menerbitkan Buku Gratis ini. Apalagi, menerbitkan buku tidak tergantung pada usia. Dari anak-anak hingga kalangan manula juga bisa. Nah, apakah Anda punya rencana menulis buku bersama anak? Silahkan ikuti langkah berikut ini:

Satu, menentukan tema.

Pastikan jika tema tersebut benar-benar dikuasai oleh Anda dan anak. Tema yang bisa Anda pilih adalah kegiatan seru yang pernah dilakukan berdua, pengalaman lucu sebagai ibu dan anak, atau kumpulan cerpen. Tema yang tidak bisa dipilih seperti parenting karena umumnya hanya orang tua yang tahu. Jadi, tentuka temanya dahulu.

Dua, bagi tugas.

Sudah ketemu tema? Bagi tugas. Anda harus menulis bagian apa? Begitu pula dengan sang anak. Misalnya, Anda memilih tema 100 pengalaman lucu sebagai ibu dan anak. Maka, Anda bisa membuat 50 cerita, begitu pula dengan anak yang menulis 50 cerita. Idealnya sih, 50:50, tapi tergantung kesepakatan berdua juga.

Tiga, buat jadwal menulis.

Selanjutnya, Anda harus membuat jadwal menulis. Biar termotivasi, Anda bisa membuat jadwal menulis bersama-sama dengan anak. Misalnya, hanya jam 4 sore sampai jam setengah 5 sore. Tidak apa-apa, jika rutin dilakukan setiap hari tentu naskah Anda akan bisa lekas selesai. Jika tidak memungkinkan, Anda bisa membuat jadwal menulis yang berbeda dengan anak. Jadi, tidak harus selalu bersama-sama menulis.

Empat, menulislah.

Sudah punya tema, pembagian tugas, hingga jadwal menulis. Menunggu apalagi? Segeralah menulis. Lakukan apa yang sudah Anda dan anak buat komitmen bersama-sama. Ketika ada masanya malas menulis, Anda bisa beri motivasi kepada anak, atau mengajak anak jalan-jalan dulu.

Lima, self editing.

Naskah sudah jadi? Selamat! Selanjutnya adalah self editing. Ada baiknya Anda memberikan waktu buat anak melakukan self editing. Tapi, self editing terakhir harus Anda lakukan sendiri, dari halaman pertama hingga yang terakhir. Anda bisa jelaskan kepada anak kenapa ada yang perlu diedit.

Enam, kirim ke penerbit.

Naskah sudah rapi? Selanjutnya segera kirim ke penerbit. Anda bisa mengirimkannya ke penerbit mayor, atau self publishing. Masing-masing penerbit punya plus minus tersendiri, kok. Pilihannya ada di tangan Anda sendiri.

Agar sang anak makin semangat menulis, Anda bisa mengajaknya rutin mencatat kegiatan menulis di Agenda Remaja Prestatif. Agenda Remaja Prestatif bagaikan sahabat anak muda yang ingin mengisi masa mudanya dengan hal-hal positif. Anda bisa mencatat tugas harian, rasa syukur, hingga pengalaman pahit agar tidak mengulangi kesalahan yang sama. Bisa digunakan untuk anak sendiri atau kado menarik. Informasi mengenai Agenda Remaja Prestatif bisa KLIK DI SINI.

Anda punya pertanyaan apa soal menulis? Silahkan tulis di komentar akan kami jawab lewat artikel berikutnya.

Wuri Nugraeni
 

Ibu 1 putra. Copywriter. Penulis buku #99EmakPebisnis #FISIP #CenatCenutReporter dll. Blogger. www.wurinugraeni.com