Teknik Promosi di Proses Follow Up

Sebelumnya, Anda harus sudah membaca artikel yang berjudul 10 Masalah Bisnis dan Solusinya yang Bisa Dilakukan Pebisnis, karena menjadi pebisnis harus siap menghadapi tantangan dan sudah tahu harus melakukan apa ketika ada masalah bisnis. Selain itu, salah satu teknik promosi yang suka dilupakan adalah, melakukan follow up, yaitu menghubungi calon pembeli lagi.

Yang pertama ketika proses follow up adalah jangan pakai kata-kata ajakan secara langsung

Misalnya, Anda mau follow up orang-orang yang suka tanya tentang produknya. Sangat dilarang Anda untuk chat berisi seperti ini: jadi beli nggak sist? Atau sebenarnya mau beli atau enggak sih kok tanya-tanya terus? Hal ini bikin mereka ilfeel dan jadinya malah benar-benar nggak membeli, padahal bisa saja mereka lupa kalau akan membeli lho.

Maka chat yang benar bisa seperti: Assalamu’alaikum Sist, bagaimana kabarnya nih, semoga sehat-sehat selalu ya, oh ya, jadinya pesan Produk A atau Produk B nih? Kalaupun tidak membeli ya tidak apa-ap.

Yang kedua ketika proses follow up adalah posisikan diri sebagai konsumen

Sebelum chat, kira-kira isi chat seperti apa yang membuat Anda, seolah-olah sebagai konsumen, itu malah senang dengan kata-kata follow up, dan bukan malah bete. Jadi Anda bisa menyiapkan beberapa naskah lalu pilih 1 teks yang tepat biar nggak buru-buru chat juga.

Yang ketiga ketika proses follow up adalah yakin tidak ada konsumen yang suka PHP aja

Ketika merasa Anda jadi korban PHP, coba evaluasi diri sendiri dulu. Jangan-jangan Anda juga kayak gitu ketika membeli produk di tempat orang lain, atau jangan-jangan Anda sendiri yang terlalu baper, atau jangan-jangan Anda yang tidak tegas jadilah mereka mau PHP.

Yang keempat ketika proses follow up adalah siap berproses

Anda harus menikmati setiap proses berbisnis. Dari yang awalnya banyak ditolak, lalu belajar ilmu bisnis, lalu mencoba mempraktekkan ilmunya, kemudian akhirnya bisa merasakan banjir omzet. Semua pengalaman tersebut adalah proses yang membuat Anda semakin tangguh dan menjadi pebisnis yang lebih baik lagi. Salah satunya, dari yang tidak bisa promosi di WA akhirnya jadi banjir closing dari WA.

Untuk melakukan optimasi WA sebenarnya sangatlah mudah, karena di BOW (Bimbingan Optimasi WA) memang didesain bagaimana memaksimalkan WA untuk berjualan khusus kalangan perempuan, termasuk ibu rumah tangga (IRT). Kaum perempuan yang suka mengobrol (baik offline dan online) itu ternyata bisa menjadi cara berpromosi di WA yang asyik.

BOW adalah salah satu training dari Indscript yang 100% praktek. Pasalnya pebisnis perempuan memang harus didorong untuk lang  sung praktek setelah mendapatkan ilmu agar berdampak di bisnisnya. Informasi mengenai training BOW bisa ke Miss Indscript KLIK DI SINI.

Semoga tips (bisnis atau menulis) di artikel ini bermanfaat dan Anda bisa mempraktikkan langsung agar berdampak positif juga.