Penggunaan Chatgpt di dunia perkontenan sudah tidak asing lagi. Termasuk para pelaku UMKM yang menggunakannya untuk membuat konten agar lebih menarik dan relevan dengan bisnis. Hanya saja banyak dari pelaku umkm yang tidak tahu cara membuat prompt yang tepat dan efektif untuk konten bisnis mereka.
Alhasil banyak UMKM yang merasa sudah memakai chatgpt atau AI tapi konten yang dihasilkan masih terasa generik. Tidak sesuai dengan target market, konten yang dihasilkan masih terasa umum atau caption panjang tetapi tidak menghasilkan dan masih banyak lagi permasalahan lainnya.
Kalau ditelisik lebih lanjut, kenapa sudah pakai AI tapi hasil kontennya masih biasa saja, Hal itu tidak lain karena ada masalah di prompt atau bisa dikatakan perintahnya yang kurang tepat. Lalu bagaimanakah cara menulis prompt yang baik dan tepat agar dapat menghasilkan? Simak ulasannya sebagaimana berikut.
Apa itu Prompt dan Kenapa Penting?
Dalam bahasa sederhananya prompt merupakan suatu perintah, pertanyaan atau instruksi yang diberikan oleh pengguna kepada AI (semisal chatgpt) untuk mendapatkan sebuah respon atau jawaban. Jawabannya bisa berupa teks, kode dan gambar yang spesifik.
Analoginya adalah AI bisa dianggap sebagai seorang karyawan dan prompt ini sebagai brief kerja atau tugas yang perlu dikerjakan oleh karyawan tersebut. Semakin jelas brief yang diberikan maka akan semakin bagus pula hasilnya.
Mengapa prompt ini menjadi penting dan erat kaitannya dengan AI, salah satunya adalah
- Prompt yang jelas dan spesifik membantu menghasilkan konten yang akurat dan relevan.
- Prompt yang tepat dapat meningkatkan efisiensi sehingga dapat menghemat waktu dan sumber daya.
- Dengan prompt pengguna dapat mengatur kedalaman informasi yang dihasilkan AI.
- Prompt yang baik dapat menghasilkan konten yang lebih cepat dan tentunya sesuai dengan brand.
Kesalahan Umum Saat Menulis Prompt
Kelihatan sepele memang, tapi jika salah dalam menulis prompt untuk AI maka konten yang dihasilkan pun akan terasa biasa dan masih generik. Diperlukan kejelasan konteks agar konten yang dihasilkan lebih optimal. Berikut adalah kesalahan umum saat menulis prompt.
1. Jebakan Ketidakpastian atau Samar
Memberikan perintah atau menulis prompt yang terlalu umum akan menghasilkan konten yang terlalu luas dan kurang fokus. Semisal, “Buatkan caption tentang jualan kopi.” Prompt seperti ini masih sangat generik dan AI membutuhkan batasan serta tujuan yang jelas.
2. Kekosongan Konteks
Selanjutnya prompt tidak mengandung konteks yang jelas atau mengalami kekosongan konteks. Gagal dalam memberikan latar belakang informasi yang jelas. Seperti siapa kamu, siapa audiensnya, tujuan penulisannya untuk apa, tone-nya seperti apa, ciri khas brandingnya bagaimana dan lain sebagainya.
3. Kelebihan Informasi Perintah
Jika sebelumnya prompt mengalami kekosongan konteks, kali ini kelebihan informasi juga dapat membingungkan AI. Terlalu banyak instruksi dalam satu prompt akan menyebabkan respon yang tidak koheren.
4. Tidak Melakukan Iterasi atau Penyempurnaan
Perlu dipahami bahwa dalam menulis prompt untuk menghasilkan konten yang benar-benar bagus tidak bisa lepas dari yang namanya iterasi atau penyempurnaan. Bisa dua atau tiga kali prompt bahkan menggabungkan beberapa prompt, baru terlihat hasil yang sesuai. Tidak menutup kemungkinan jika prompt yang dibuat memang benar-benar bagus bisa menghasilkan konten yang sesuai dari satu kali prompt.
5. Tidak Adanya Verifikasi
Selanjutnya penting juga untuk melakukan verifikasi terhadap data atau informasi yang diberikan AI. Lakukan pengecekan ulang terhadap fakta atau informasi yang diberikan AI
6. Bahasa Tidak Langsung
Kebanyakan pengguna AI dalam membuat prompt menggunakan bahasa yang bertele-tele, selayaknya mengobrol dengan manusia. Gunakan bahasa yang jelas dan buat dalam bentuk poin-poin agar AI mudah untuk mengenali instruksi yang diberikan dengan jelas.
Teknik Menulis Prompt untuk UMKM agar Lebih Menarik
Menulis prompt tidak boleh dilakukan secara asal agar konten yang dihasilkan tetap relevan. Berikut adalah teknik menulis prompt agar berfungsi dengan tepat dan bekerja secara optimal.
· Tulis dengan Rinci atau Lebih Spesifik
Tulis prompt secara rinci dan spesifik dengan menentukan batasan, subjek, format seperti list, esai atau tabel. Tentukan juga panjang teks dan gaya bahasa yang diinginkan.
· Berikan Konteks
Jangan lupa juga untuk memberikan konteks. Mulai dari siapa Anda, mengapa butuh informasi ini, siapa target audiens dan tujuan apa yang hendak dicapai.
· Bagi Tugas Secara Bertahap
Jika prompt atau instruksi yang diberikan itu kompleks dan rumit, usahakn untuk memecahnya menjadi beberapa prompt kecil. Jadi AI tidak mengalami overload instruksi yang membuat hasil konten menjadi tidak relevan.
· Lakukan Iterasi
Terakhir lakukan iterasi atau penyempurnaan prompt. Lakukan pengujian dan perbaikan jika hasil dari prompt tersebut masih belum sesuai.
Kesimpulan
Itulah beberapa teknik dasar dalam penulisan prompt yang bisa dilakukan oleh UMKM agar konten yang dihasilkan lebih menarik dan sesuai dengan brand UMKM itu sendiri. Beberapa kesalahan dalam menulis prompt juga perlu dihindari agar hasil konten pun lebih relevan dan sesuai. Pada intinya prompt yang berhasil adalah yang sesuai dengan brand dan belajar nulis prompt itu bukan hanya teknologi akan tetapi soal kreativitas dan memahami bisnis sendiri.
