Sri Wuryastuti, seorang pendidik dengan pengalaman lebih dari tiga dekade di bidang Pembelajaran Pendidikan Dasar, kini merintis jalan baru sebagai seorang trainer. Dengan gelar Doktor yang telah diraihnya, beliau tidak berhenti berinovasi.
Pensiunan Dosen Universitas Pendidikan Indonesia dan Tutor Universitas Terbuka ini bertekad untuk meningkatkan profesionalitasnya, merdeka secara finansial, dan mengatasi tantangan digitalisasi melalui Training of Trainer (ToT) bersama Indscript Creative dan Joeragan Artikel. Pengalamannya yang kaya di dunia pendidikan dasar menjadi modal utama untuk memberikan kontribusi nyata bagi guru-guru SD dan masyarakat luas.
Dengan pengalaman lebih dari 30 tahun di bidang pembelajaran pendidikan dasar, beliau telah mendedikasikan sebagian besar hidupnya untuk dunia pendidikan. Pencapaian profesionalnya yang paling membanggakan adalah meraih gelar Doktor, sebuah bukti ketekunan dan dedikasinya pada ilmu pengetahuan.
Namun, semangat belajarnya tidak berhenti di situ. Di fase kehidupannya saat ini, beliau mencari kemerdekaan finansial dan ingin bangkit kembali memunculkan profesinya yang sempat terpendam pasca pensiun.
Alasan utama beliau mengikuti Training of Trainer adalah keinginan untuk meningkatkan profesionalitas dan mengatasi tantangan digitalisasi yang ia rasakan. Beliau merasa perlu mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang belum dimilikinya, serta ingin berbeda dari trainer lain dengan memiliki wawasan dan keterampilan ideal seorang trainer. Melewatkan kesempatan emas ini berarti kehilangan peluang berharga untuk bertumbuh.
Sebagai trainer, target audiens utamanya adalah guru-guru Sekolah Dasar. Isu yang paling ingin ia bantu selesaikan adalah pemahaman guru tentang keberagaman siswa dan cara mengajar yang sesuai dengan karakteristik masing-masing siswa. Nilai atau perubahan yang ingin ia hadirkan adalah pergeseran mindset guru agar dapat mengajar berdasarkan karakteristik unik setiap siswa.
Dalam 3-5 tahun ke depan, kontribusi nyata yang ingin ia tinggalkan adalah pemahaman masyarakat akan pentingnya peran keluarga dalam pendidikan dasar. Keunikan beliau sebagai trainer terletak pada penguasaannya di bidang Pendidikan Dasar yang akan membedakannya dari trainer lain.
Goal spesifiknya mengikuti ToT ini mencakup aspek personal, profesional, dan finansial. Secara personal, ia ingin tampil berbeda dari trainer lain dengan wawasan dan keterampilan ideal. Secara profesional, ia ingin membangkitkan kembali profesinya yang terpendam pasca pensiun.
Program atau kelas yang ingin diciptakannya adalah program yang bekerja sama dengan Dinas Pendidikan setempat. Meskipun memiliki kenalan guru alumni instansinya, ia menyadari tantangan birokrasi daerah dan berharap dapat membangun komunitas melalui program seperti Together Goes To School dari Indscript Creative.
Mengenai program Together Goes To School, beliau memahami urgensinya dalam meningkatkan pengetahuan siswa dan masyarakat sesuai keahlian para trainer. Ia ingin menjadi bagian dari gerakan ini untuk mencari pengalaman dan menambah wawasan. Peluang kolaborasi terlihat jelas, di mana program ini menjadi jembatan untuk melatih wawasan dan keterampilan sesuai keahliannya. Jika diberi kesempatan mengisi sesi di sekolah, ia ingin menyampaikan materi pendidikan karakter bagi siswa SD melalui fakta nyata, bukan teori. Kesiapan konkretnya adalah menyiapkan materi.
Meskipun berada di usia pensiun, beliau serius ingin menjadikan profesi trainer sebagai karier jangka panjang untuk mengisi waktu dengan kegiatan bermanfaat dan sedikit meningkatkan finansial. Ia siap memberikan waktu dan energi, meskipun harus tetap mengurus suami di rumah. Versi terbaik dirinya dalam 3 tahun ke depan adalah pribadi yang finansialnya meningkat dan mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat. Ia ingin dikenal sebagai trainer yang menguasai bidangnya.