Solusi Penjualan Menurun karena Penjiplakan Bisnis

Di artikel sebelumnya yang berjudul Tanda-tanda Perusahaan yang Tidak Sehat dan Terancam Bangkrut, salah satunya adalah adanya penjiplakan bisnis. Tidak dapat dipungkiri, dalam berbisnis kerap bertemu dengan pihak luar yang melakukan penjiplakan terhadap bisnis Anda. Terlebih jika produk atau jasa Anda adalah hasil inovasi yang telah melalui pasang-surut berbisnis, lalu ketika melesat justru banyak yang terjun menjiplak usaha Anda. Kemudian, bagaimana mengatasi kondisi tersebut?

Langkah pertama adalah bersikap tenang dan yakin kalau walau banyak yang menjiplak bisnis, tetapi produk atau jasa Anda masih memiliki nilai tersendiri.

Motivasikan diri Anda kalau konsumen akan kembali kepada Anda karena produk atau jasanya memiliki ciri khas. Pasalnya, ciri khas tersebut yang terkadang susah ditiru oleh pesaing.

Selanjutnya, buatlah rencana inovasi secara berkala berdasarkan riset.

Riset dapat dilakukan dengan memaksimalkan media sosial. Anda dapat melemparkan pertanyaan seputar apa yang diharapkan oleh pelanggan. Ada baiknya Anda menyediakan hadiah hiburan bagi yang beruntung karena sudah memberikan komentar. Dari hasil riset online tersebut, coba cari inovasi yang belum dimiliki oleh kompetitor.

Perlu diketahui, walaupun Anda adalah pioner, tetap perlu mewaspadai penjiplakan bisnis tersebut.

Bisa jadi pelanggan Anda berpaling ke kompetitor hingga kemungkinan bisnis Anda bangkrut pun tidak terelakkan. Ada baiknya sebelum kebangkrutan tersebut terjadi, Anda dapat segera melakukan tindakan pencegahan.

Berikutnya, cari inovasi yang unik.

Inovasi itu bisa berupa produk, seperti penambahan bahan produksi, packaging yang lebih eksklusif, menambahkan fitur baru di produknya, dan yang lainnya. Selain itu, Anda juga bisa melakukan inovasi dari segi jasa. Misalnya, lebih mudah order lewat WA, atau CS yang tadinya hanya online sebentar lalu menjadi lebih lama.

Jangan lupa, buat promo harian juga.

Konsumen itu suka dengan nama promo. Anda bisa membuat promo harian yang berbeda setiap harinya. Misalnya, hari ini itu diskon 10% jika transfer jam 12-13, lalu besoknya bonus konsultasi jika transfer hari ini, dan promo-promo lainnya. Istilah promo memang bisa mendongkrak penjualan.

Pastikan, Anda punya target.

Setiap bisnis yang melesat tentu memiliki target. Dengan target tersebut, Anda akan tahu ingin omset berapa yang diraih. Lalu, agar bisa meraih target tersebut, harus melakukan apa saja. Kemudian dengan mencatat target tersebut, juga kian memotivasi Anda untuk semangat mengejar target. Jadi, target dijadikan sebagai motivasi, dan justru bukan beban.

Untuk memudahkan Anda menjadikan target sebagai motivasi tapi bukan beban, sebaiknya menentukan target harian yang tidak besar. Jiak konsisten dicatat dan diraih setiap hari, omset harian yang terlihat kecil tadi akan menjadi besar ketika di akhir bulan. Informasi mengenai superboard (Metrik Pencapaian) bisa KLIK DI SINI.

Ada penjiplakan bisnis? jangan takut! Segera lakukan hal di atas.

Wuri Nugraeni
 

Ibu 1 putra. Copywriter. Penulis buku #99EmakPebisnis #FISIP #CenatCenutReporter dll. Blogger. www.wurinugraeni.com