Plus Minus Usaha Fashion yang Wajib Diketahui

Apakah Anda sudah membaca artikel yang sebelumnya berjudul 10 Masalah Bisnis dan Solusinya yang Bisa Dilakukan Pebisnis? Artikel tersebut bisa membuat Anda melakukan antisipasi agar masalah bisnis tersebut tidak terjadi. Apalagi bagi Anda yang berbisnis di dunia fashion, setidaknya mengenali beberapa plus minusnya berikut ini. Dengan begitu, Anda bisa lebih siap selama mengelola bisnis.

Keunggulan yang pertama adalah dunia emak.

Tahukah jika dunia fashion sebenarnya sudah mendarah daging di tubuh perempuan? Meski mungkin merasa tidak mengikuti trend fashion. Tapi kenyataannya, ibu rumah tangga (IRT) tetap yang mengurus pakaiannya sendiri, suami, hingga anak-anak. Mereka paham bagaimana selera keluarganya hingga pakaian seperti apa yang cocok digunakan suami dan anak-anaknya.

Keunggulan kedua adalah uang “gurih”

Hal ini terbukti dengan banyaknya pebisnis yang memilih berjualan produk fashion. Pasalnya, setiap orang butuh pakaian dan tidak hanya mencari fungsinya. Konsumen memilih produk fashion tertentu karena bisa mewakili karakter mereka sendiri, atau bisa menunjukkan status ekonomi, hingga sekedar mengikuti trend terkini. Jadi, permintaan itu akan terus ada.

Keunggulan ketiga adalah jumlah suplier yang banyak.

Baik Anda yang berbisnis sebagai produsen fashion, kini tengah banyak pilihan suplier. Antara lain pilihan kain, benang, hingga aksesorisnya. Begitu pula jika Anda memilih menjadi reseller, juga sudah banyak brand yang membuka peluang bisnis tersebut, sehingga Anda cukup berjualan tanpa memikirkan proses produksi lagi.

Kelemahan yang pertama adalah jumlah kompetitor yang juga banyak.

Dengan banyaknya suplier yang membuat siapa saja lebih mudah berbisnis fashion, ternyata membuat kompetitor juga semakin banyak. Baik itu di dunia offline hingga yang online. Banyak juga yang akhirnya melakukan banting harga demi laris manis. Padahal, banting harga tidak menjamin membuat laris, tapi tentu menjamin laba Anda berkurang setiap satu penjualan produk.

Kelemahan kedua adalah model berubah.

Perkembangan trend bisnis fashion memang bergerak cepat, maka Anda harus bisa membaca selera target market Anda sendiri. Tapi bagi produsen bisa membuat sistem pre-order (PO) sehingga lebih tahu harus melakuakn produksi yang mana. Sementara bagi reseller, bisa menyetok sedikit terlebih dahulu.

Kelemahan ketiga adalah stok numpuk.

Jika Anda tidak bisa membaca selera pasar dan asal melakukan produksi atau asal menyetok produk, maka bisa membuat kondisi stok menumpuk. Apalagi trend fashion yang cepat membuat stok lama akan susah menarik minat konsumen lagi. Pasalnya, konsumen banyak yang enggan menggunakan model lama.

Sebaiknya, setiap ada model baru bisa melakukan launching. Namun, salah satu cara agar ketika produk laris berada di pasaran adalah, membuat launching yang tepat. Bahkan, Anda bisa melakukan launching secara online dengan membuka Launching Board for Mom (salah satu Superboard dari Indscript) lalu isi sesuai instruksi.

Superboard sebagai alat yang membantu Anda bisa berbisnis atau menjadi penulis dari rumah, tanpa melupakan tugas utama sebagai ibu rumah tangga (IRT). Antara lain Launching Board for Mom, Writing Board for Mom, Social Media Board for Mom, Financial Board for Mom, Get Reseller Board, MLM’ers Success Board, Metrik Pencapaian, Dreamboard, dan masih banyak lagi. Informasi mengenai Superboard bisa ke Miss Indscript KLIK DI SINI.

Anda punya pertanyaan soal bisnis atau menulis? Silahkan tulis di komentar akan kami jawab lewat artikel berikutnya.

Wuri Nugraeni
 

Ibu 1 putra. Copywriter. Penulis buku #99EmakPebisnis #FISIP #CenatCenutReporter dll. Blogger. www.wurinugraeni.com

Click Here to Leave a Comment Below 0 comments

Leave a Reply: