Pertanyaan Tentang Memulai Usaha Baru yang Berbeda dengan Bisnis Sebelumnya

Apakah Anda sudah membaca artikel sebelumnya yang berjudul Strategi Menaikkan Omset yang Harus Dilakukan Pebisnis? Salah satunya adalah Anda harus fokus di 1 bidang bisnis dulu. Lalu muncul pertanyaan, “Kapan saya bisa berbisnis bidang lain yang berbeda dengan bidang bisnis yang sekarang saya tekuni?” Maka, jawabannya adalah sebagai berikut ini.

Satu, masih satu bidang beda produk.

Anda boleh menjual produk lain dulu tapi masih 1 bidang. Misalnya, sebelumnya Anda berjualan handsock artinya Anda berbisnis di bidang fashion muslimah. Maka Anda bisa berbisnis yang masih di bidang fashion muslimah. Contoh produknya adalah jilbab, dalaman jilbab, dan yang lainnya asal masih di dalam 1 bidang.

Dua, masih satu target market.

Anda bisa mencoba menjual produk lain asal target marketnya masih sama. Misalnya, sebelumnya Anda berjualan handsock premium dengan target market kalangan atas. Maka Anda bisa berbisnis produk yang premium juga karena target marketnya tetap kalangan atas. Dengan begitu, Anda tentu lebih tahu selera target market tersebut.

Tiga, delegasikan pelan-pelan.

Sebelum benar-benar mencoba bidang bisnis lain, Anda harus perlahan-lahan mendelegasikan pekerjaan di bisnis sekarang pada orang lain. Tujuannya, ketika orang tersebut sudah bisa menjalankan bisnis Anda sekarang, maka Anda bisa merintis bisnis lain tanpa harus selalu mengecek perkembangan bisnis yang lama. Maka, mulailah memberi kepercayaan kepada anak buah.

Empat, perkuat sistem di bisnis yang sekarang.

Sebelum Anda mencoba bidang bisnis baru, maka perkuat sistem di bisnis Anda yang sekarang. Antara lain, apa saja job description setiap karyawan, lalu bagaimana SOP pekerjaan karyawan, sehingga tanpa Anda terjun langsung tetap membuat bisnis tersebut berjalan lancar.

Lima, duplikasi bisnis lama.

Sudah punya bisnis lama yang kuat? Maka merintislah bisnis baru, yang berbeda dengan bidang bisnis sebelumnya, dan lakukan duplikasi. Apa yang sudah Anda lakukan kepada bisnis lama hingga sistemnya kuat, Anda lakukan juga di bisnis yang baru ini.

Untuk memudahkan Anda tahu kapan harus mengelola bisnis baru, dan kapan melakukan cek di bisnis lama, Anda bisa mencatat to do list masing-masing di Agenda Remaja Prestatif. Isinya apa aja sih? Ada catatan khusus tugas sekolah, tugas rumah, tugas untuk diri sendiri, rasa syukur hari ini agar selalu bahagia, rasa sedih hari ini agar jadi pelajaran, keburukanku dan kebaikanku untuk belajar melakukan evaluasi diri, hingga kata mutiara sebagai media belajar menulis.

Agenda Remaja Prestatif bagaikan sahabat anak muda yang ingin mengisi masa mudanya dengan hal-hal positif. Anda bisa mencatat tugas harian, rasa syukur, hingga pengalaman pahit agar tidak mengulangi kesalahan yang sama. Bisa digunakan untuk anak sendiri atau kado menarik. Informasi mengenai Agenda Remaja Prestatif bisa KLIK DI SINI.

Anda punya pertanyaan apa soal bisnis atau menulis? Silahkan tulis di komentar akan kami jawab lewat artikel berikutnya.

Wuri Nugraeni
 

Ibu 1 putra. Copywriter. Penulis buku #99EmakPebisnis #FISIP #CenatCenutReporter dll. Blogger. www.wurinugraeni.com

Click Here to Leave a Comment Below 0 comments

Leave a Reply: