Selayang Pandang Kota Tegal
Tidak terasa liburan sudah usai. Sudah melancong ke mana saja? Sudah mampir kulineran juga? Ya, saat berlibur atau berkunjung ke suatu daerah sudah pasti akan menemukan banyak cerita baik tentang sejarah daerah tersebut, masyarakatnya atau seputar oleh-oleh khas.
Begitu juga saat berkunjung ke daerah Pantura (Pantai Utara) khususnya di Tegal, Jawa Tengah. Kota dengan julukan Bahari ini dekat dengan pantai. Maka tak heran jika wisata Pantai Alam Indah (PAI) selalu jadi destinasi favorit untuk melepas rindu bermain deburan ombak juga pasirnya. Selain hamparan pasir, pengunjung juga dapat menikmati sejuknya hutan mangrove yang letaknya tak jauh dari pesisir pantai.
Oleh-oleh Khas Tegal
Semua itu terasa kurang lengkap jika belum mencicipi makanan khas kota yang juga memilki julukan Laka-laka ini. Sebut saja Intan, yang kini berdomisili di kota Cikarang. Tiap pulang ke kampung halaman selalu menyempatkan untuk mampir ke pantai. Jika masa liburnya hampir selesai, dia akan berburu oleh-oleh khas Tegal, mulai dari pilus, kerupuk antor, latopia, tahu siwil, bahkan aneka ikan. Maklum, di rantau sulit mendapatkan jenis ikan asap seperti yang terdapat di Tegal. Tak tanggung-tanggung, Intan rela merogoh kocek lumayan untuk berbelanja ikan asap. Jenis ikan asap manyung, pèh atau biasa dikenal ikan pari adalah favoritnya. Apalagi bagian kepala ikan manyung.
Berkenalan dengan Sinok – Pengrajin Ikan Asap
Beruntungnya, di daerah Suradadi ada pengrajin ikan asap. Dia adalah Sinok dan Solihin, suaminya, yang sudah menggeluti usaha pengolahan ikan asap. Biasanya Sinok membeli bahan ikan segar langsung dari kongsi atau gudang milik pengepul di pelabuhan yang berjarak sekitar 16km dari lokasi pengasapan. Selain barangnya masih segar, harga di pengepul tentu lebih masuk di kantong.
Jenis ikan asap yang diolah Sinok antara lain ikan manyung, tongkol juga pèh atau pari. Semua ikan yang dibeli akan disimpan dalam freezer manual – terbuat dari box plastik besar dengan diletakkan bongkahan es batu besar untuk menjaga kesegaran ikan. Setelah ditutup, box tersebut akan dilapisi sejenis terpal.
Ikan akan dibersihkan terlebih dahulu untuk dibuang kotorannya, lalu dicuci dan dijemur untuk mengurangi kadar air. Proses penjemuran kurang lebih memakan waktu 30 menit, kemudian masuk ke tahap pengasapan. Biasanya Sinok akan mengasap sebanyak satu kwintal sekaligus. Ada yang menarik saat memperhatikan Sinok membersihkan bagian dalam ikan manyung. Butuh teknik yang tepat untuk menghasilkan potongan ikan yang presisi. Hal ini agar nanti ikan juga tidak mudah hancur saat diasap serta memiliki tampilan yang cantik saat dijual.
Selain itu, ternyata bagian insang ikan manyung juga memiliki nilai jual yang cukup tinggi. Dengan harga Rp 300.000,00 per kilonya, bagian insang yang sudah dijemur kering ini biasanya diekspor ke negara Taiwan untuk diolah menjadi kerupuk.
Proses pengasapan ikan menggunakan tenaga manual, dengan bantuan angin laut, ikan akan diasap di atas bara api yang terbuat dari batok kelapa atau tepes (kulit kelapa) serta bonggol jagung. Ikan asap yang siap dipasarkan biasa dijual mulai dari harga Rp 8.000,00 sampai Rp 15.000,00 untuk bagian kepalanya saja (tergantung besar-kecilnya ukuran kepala). Sabagai ibu rumah tangga, tentu harga ini sangat menggiurkan dan masuk di dompet. Karena selain produknya fresh, selisih harganya juga lumayan banyak, jika beli di tengkulak atau bahkan versi siap sajinya yang rata-rata dijual Rp 70.000,00 sampai Rp 300.000,00 per porsi di restoran. Biasanya restoran akan mengolah kepala manyung menjadi mangut atau bisa juga bumbu kecap pedas.
Bagi pecinta ikan, keberadaan pengrajin ikan asap seperti Sinok tentu sangat membantu. Karena sudah pasti lewat tangannya tercipta aneka ikan asap yang tentu sudah dipilih berdasarkan kriteria sepanjang pengalamannya menekuni usaha ini.
Penutup
Jika Anda termasuk pecinta ikan asap, maka harus mampir ke Suradadi untuk membelinya sebagai buah tangan atau juga stok isi kulkas. Kapan lagi dapat ikan asap segar, bervariasi serta harga yang miring? Atau jika Anda ingin menikmati langsung versi ready to eat, bisa memesan pecak ikan manyung lengkap dengan sayur asam bilmbing wuluh yang mengggugah di warungnya.
