Lompat ke konten
NGOBRAS: Ngobrol Bareng Komunitas Guru Inspiratif di RRI Pro 1 Bandung
Beranda » Blog » NGOBRAS: Ngobrol Bareng Komunitas Guru Inspiratif di RRI Pro 1 Bandung

NGOBRAS: Ngobrol Bareng Komunitas Guru Inspiratif di RRI Pro 1 Bandung

Kediri, 27 September 2026 – Pendidikan tidak pernah berdiri sebagai upaya tunggal. Di balik dinding kelas dan papan tulis, terdapat perjuangan tiada henti dari para pendidik untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Mengudarakan kisah, karya, dan dedikasi para guru menjadi langkah strategis dalam memperluas gelombang kebaikan ke tengah masyarakat luas.

Semangat inilah yang digaungkan dalam siaran interaktif NGOBRAS (Ngobrol Bareng Komunitas) di RRI Pro 1 Bandung. Acara ini berlangsung pada Minggu, 27 September 2026, pukul 20.10 hingga 21.00 WIB. Dipandu oleh pembawa acara Rana Winata, diskusi interaktif ini menghadirkan kolaborasi berharga antara RRI Pro 1 Bandung, Indscript, dan Komunitas Guru Inspiratif dengan mengusung tema kegiatan: “Guru Inspiratif: Sinergi Komunitas Membangun Budaya Literasi dan Kepedulian Sosial”.

Menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Leni Nurindah dan Lusijani, diskusi ini menjadi panggung inspiratif agar gagasan serta aksi nyata para pendidik tidak lagi terbatas di dalam ruang kelas. Melalui panggung udara ini, dedikasi guru dalam menggerakkan budaya literasi dan kepedulian sosial dapat menjangkau ribuan telinga pendengar sekaligus memperkuat semangat kolaborasi di tengah masyarakat.

Rekam Jejak Empat Tahun Komunitas Guru Inspiratif dan Indscript Creative

Komunitas Guru Inspiratif berada di bawah naungan Indscript Creative Bandung, sebuah komunitas yang didirikan oleh Indari Mastuti. Mengawali jejak langkah pertama pada 19 Oktober 2022, komunitas ini telah berjalan dan bertumbuh selama kurang lebih empat tahun.

Lahir dari visi bersama untuk memfasilitasi potensi para guru, komunitas ini hadir sebagai rumah belajar sekaligus tempat berteduh yang aman (safe space) bagi para pendidik. Di sini, para guru tidak hanya diposisikan sebagai pengajar yang memberikan materi kepada siswa, tetapi juga sebagai pembelajar sepanjang hayat.

Selama perjalanan empat tahun ini, Komunitas Guru Inspiratif konsisten mendampingi anggotanya untuk terus mengasah kemampuan, menulis karya, menyusun buku, serta membagikan praktik baik (best practices) dalam mengajar.

Mengapa Sinergi Komunitas Sangat Krusial?

Di tengah perkembangan zaman yang begitu cepat, pertanyaan mendasar yang sering muncul adalah: mengapa sinergi komunitas sangat krusial, terutama dalam ekosistem pendidikan?

Jawabannya terletak pada realitas bahwa tantangan pendidikan saat ini terlalu besar untuk dipikul oleh seorang guru secara mandiri. Guru di lapangan berhadapan dengan beragam tantangan, mulai dari keberagaman karakter murid, penyesuaian kurikulum, dinamika sosial, hingga tuntutan zaman. Jika seorang pendidik berjalan sendirian, risiko kelelahan secara fisik maupun mental (burnout) sangat tinggi.

Di sinilah sinergi komunitas mengambil peran vital:

  • Saling Menguatkan dan Menginspirasi: Melalui komunitas, guru menyadari bahwa masalah yang mereka hadapi juga dialami oleh sesama rekan sejawat. Diskusi dan ruang berbagi pengalaman membantu menemukan solusi atas berbagai tantangan mengajar.
  • Menyatukan Potensi yang Beragam: Ada anggota yang memiliki keahlian menulis, ada yang mahir dalam kepemimpinan, dan ada yang memiliki jaringan luas. Sinergi komunitas memadukan semua potensi ini menjadi sebuah gerakan kolaboratif yang solid.

Menghidupkan Budaya Literasi di Era Digital

Selain sinergi, isu mendesak lainnya adalah bagaimana menghidupkan budaya literasi di era digital. Saat ini, gempuran informasi di media sosial dan platform digital hadir tanpa henti, membawa dampak positif sekaligus tantangan besar berupa maraknya hoaks dan penurunan daya fokus baca.

Dalam sudut pandang Komunitas Guru Inspiratif, literasi di era digital tidak boleh lagi dimaknai secara sempit hanya sebatas kemampuan membaca dan menulis buku cetak. Literasi modern mencakup:

1. Kemampuan Berpikir Kritis: Memahami, mengolah, dan menyaring informasi digital secara bijak sebelum membagikannya.

2. Transformasi dari Konsumen menjadi Produsen: Mendorong pendidik dan anak didik agar tidak hanya menjadi penonton atau penikmat konten, tetapi aktif mencipta karya, seperti artikel, buku digital, karya sastra, maupun konten edukatif yang menginspirasi.

3. Pemanfaatan Platform Digital secara Positif: Menggunakan media penyiaran, blog, dan media sosial sebagai panggung menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai karakter.

Menghidupkan budaya literasi digital berarti menjadikan teknologi sebagai alat bantu untuk memperdalam pengetahuan, bukan sebaliknya yang menggerus kebiasaan berpikir kritis.

Aksi Nyata: Menggerakkan Literasi dan Kepedulian Sosial

Komitmen dalam membangun literasi dan kepedulian sosial ini diterjemahkan ke dalam berbagai program nyata. Salah satu pilar utamanya adalah Gerakan Literasi Indscript melalui aksi Together Goes to School dan Together Goes to Community.

Gerakan ini dirancang secara inklusif dan kolaboratif, melingkupi kegiatan-kegiatan strategis:

  • Workshop Penulisan: Membimbing guru, siswa, dan komunitas untuk berani merangkai gagasan dan pengalaman hidup menjadi tulisan yang terstruktur.
  • Donasi Buku: Menyalurkan buku-buku bacaan ke perpustakaan sekolah maupun sudut baca komunitas yang membutuhkan jejaring literasi.
  • Edukasi Tematik: Mengaitkan literasi dengan isu sosial dan lingkungan hidup. Komunitas ini pernah berkolaborasi dengan berbagai pihak, seperti Bank Sampah Bersinar dan Seger Snow, untuk mengedukasi siswa mengenai kelestarian lingkungan dan kesehatan.

Di samping gerakan literasi, terdapat pula Program Peduli Guru yang hadir untuk memberikan perhatian, apresiasi, serta dukungan moral dan kapasitas bagi para pendidik yang terus berjuang di garis depan pendidikan.

Penutup

Mengudarakan pergerakan Komunitas Guru Inspiratif melalui siaran NGOBRAS di RRI Pro 1 Bandung merupakan langkah berharga untuk mengingatkan kita semua bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Kolaborasi antara Indscript Creative, Komunitas Guru Inspiratif, dan media penyiaran mempertegas bahwa setiap gagasan baik layak mendapatkan ruang dengar yang luas.

Perjalanan empat tahun sejak 19 Oktober 2022 membuktikan bahwa kebersamaan dan konsistensi mampu mengubah tantangan menjadi peluang. Semangat ini membawa satu pesan yang mendalam bagi seluruh masyarakat: jangan menunggu menjadi hebat untuk mulai berbagi. Lewat ilmu, pengalaman, buku, maupun waktu yang dibagikan, kita semua dapat mengambil peran dalam menyalakan api literasi dan kepedulian sosial bagi Indonesia. ***