Lompat ke konten
Menyatukan Kekuatan, Menghidupkan Semangat Kartini
Beranda » Blog » Lebih dari 60 Perempuan Berkumpul: Menyatukan Kekuatan, Menghidupkan Semangat Kartini

Lebih dari 60 Perempuan Berkumpul: Menyatukan Kekuatan, Menghidupkan Semangat Kartini

Hari ini bukan sekadar acara. Hari ini adalah pertemuan energi. Lebih dari 60 perempuan hadir, duduk bersama, saling menatap, saling menguatkan—dan tanpa disadari, mereka sedang menyatukan kekuatan besar yang akan berdampak panjang untuk negeri ini.

Menulis ini membuat hati saya hangat. Karena saya tahu, di ruangan tadi bukan hanya ada para guru…tapi ada para penjaga masa depan.

Melalui Sekolah Perempuan Indonesia, kami menghadirkan acara *Apresiasi Guru Perempuan Inspiratif 2026 dengan tema “Kado Cinta Kartini” dan semangat “Menenun Literasi, Mencerdaskan Negeri.”*

Dan hari ini terasa semakin istimewa, karena yang hadir bukan hanya satu komunitas. Melainkan kekuatan lintas organisasi yang bersatu dalam satu visi.

erwakilan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusipda) Provinsi Jawa Barat berhalangan hadir. Namun Masya Allah, perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta rekan-rekan dari KADIN, IWAPI, PUSPA, dan Bank Sampah Bersinar hadir dengan penuh semangat.

Hadir pula Sekolah Perempuan, ibu-ibu penggerak dari PKK dan Forum Silaturahmi Tokoh Jabar (Forsil), serta sahabat komunitas IIDN, IIDB, APDL, hingga Nulis Jadi Duit (NJD).

Di titik ini saya semakin yakin— ketika perempuan dari berbagai latar berkumpul, yang lahir bukan sekadar acara… tapi gerakan.

Dalam rangkaian acara hari ini, sejatinya kami menghadirkan Hj. Siti Muntamah, S.AP. Namun beliau berhalangan hadir.

MasyaAllah, kekuatan kolaborasi perempuan kembali terasa… sesi beliau kemudian diisi dengan sangat hangat oleh Ibu Shilvie dari Kelurahan Cisereuh bersama perwakilan dari DLH.

Menyatukan Kekuatan, Menghidupkan Semangat Kartini    Menyatukan Kekuatan, Menghidupkan Semangat Kartini

Dari sini saya belajar satu hal penting:
tidak ada ruang yang benar-benar kosong, selama perempuan siap saling menguatkan dan melanjutkan peran.

Hari ini juga menjadi momen yang sangat istimewa. Ibu Fifie Rahardja melaunching buku terbarunya—sebuah karya yang merekam perjalanan 11 tahun beliau membangun Bank Sampah Bersinar.
Bukan hanya buku.
Itu adalah jejak perjuangan.
Itu adalah warisan.

Dan yang lebih indah lagi…
energi hari ini tidak berhenti di ruangan ini saja akan ada langkah-langkah nyata setelahnya.

Sekolah Perempuan Indonesia dan Bank Sampah Bersinar telah menyiapkan program berikutnya:
*memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada 5 Juni*, yang insyaAllah akan dilaksanakan di Bank Sampah Bersinar.

Para guru yang hadir dan mendapatkan penghargaan sebagai guru Inspiratif Indonesia 2026 pun tidak akan berhenti bergerak. Mereka akan mulai berbagi secara rutin di grup Guru Inspirasi—sepekan atau dua pekan sekali—membagikan praktik baik yang bisa ditiru dan disebarkan.
Beberapa tema yang sudah mulai muncul hari ini begitu kuat dan relevan:
Pengelolaan sampah di sekolah
Gerakan mengaji bersama
Parenting ala Montessori
Pemanfaatan MBG di sekolah agar tidak terbuang sia-sia
Menulis journaling sebagai alat terapi
Pengembangan Taman Bacaan Masyarakat (TBM)
Bahkan ada satu kegelisahan yang sangat nyata disampaikan—
bahwa di banyak sekolah, program MBG justru berakhir di tong sampah.

Bukan hanya itu saja hari ini saya mengajak aktivis Bank Sampah Bersinar berkunjung ke Kebun Lansia yang saya inisiasi bersama para lansia di Ciseureuh. Insya Allah kami akan mengembangkan kebun Yayasan Solusi Bersinar Indonesia menjadi bagian solusi paham masyarakat yang akan segera dilakukan Minggu ini di lahan seluas 2.000 m2.

Kegelisahan yang akhirnya…
Melahirkan solusi.
Melahirkan gerakan.
Melahirkan perubahan.

Melihat semua ini, saya semakin yakin—
aktivitas perempuan itu tidak ada habisnya untuk saling menguatkan.
Mereka tidak hanya hadir.
Mereka bergerak.
Mereka berpikir.
Mereka mencari solusi.
Dan ketika semua itu disatukan…
maka dampaknya akan luar biasa.

Hari ini bukan akhir.
Ini adalah awal dari banyak kolaborasi, banyak gerakan, dan banyak kebaikan yang akan terus bertumbuh.
Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang berkontribusi pada kegiatan ini, salah satunya Matahari Terbit yang memberikan bunga emas untuk penerima penghargaan, Ciomy yang menambahkan Cuanky viral di goodie bag selain hasil panen Naisar Forest Garden, bunga indah dari anggota IWAPI, dan Bunga indah dari Herasri (Pengurus IWAPI), dukungan manis dari Sarae Bakery, kontribusi penuh kepedulian dari Yayasan Raihan Care,
perhatian tulus dari Ibu Rasmi, dukungan kecantikan dari Mazaya Kosmetik, serta partisipasi dari Gian Mandiri dan Haiqu.

Selamat untuk seluruh perempuan hebat yang hadir hari ini. Teruslah menulis peran, menulis dampak, dan menulis sejarah karena dari tangan Anda negeri ini sedang ditenun menuju masa depan yang lebih terang.