Lompat ke konten
Lemea bambu muda makanan khas Bengkulu
Beranda » Blog » Lemea Makanan Khas Suku Rejang Provinsi Bengkulu

Lemea Makanan Khas Suku Rejang Provinsi Bengkulu

Cindiana Famelia
Penulis Indscript

Indonesia terkenal sebagai negara yang memiliki keberagaman suku bangsa. Selain suku bangsa Melayu, ada suku Rejang yang merupakan suku tertua di pulau Sumatera. Suku Rejang terdapat pada wilayah provinsi Bengkulu, yang tersebar di lima kabupaten yaitu Bengkulu Tengah, Bengkulu Utara, Kepahiang, Lebong, dan Rejang Lebong.

Contents

Lemea Makanan Populer Khas Suku Rejang

Masyarakat suku Rejang memiliki makanan khas yang begitu unik dengan cita rasa tersendiri yaitu lemea. Lemea (dibaca lema) sampai saat ini masih menjadi makanan populer bagi penduduk setempat. Lemea merupakan hasil fermentasi rebung atau tunas bambu muda. Lema pada umumnya dimasak dengan rasa pedas, tapi rasa pedas ini dapat menumbuhkan cita rasa segar dan nikmat dari perpaduan hasil fermentasi rebung. Sebagian orang menambahkan santan dan dipadukan dengan ikan air tawar, seperti ikan mas, nila, mujair, atau ikan putih. Makanan khas ini biasanya disajikan pada saat perayaan hari besar keagamaan, jamuan tamu dari luar daerah,
acara pernikahan, atau hajatan.

Sejarah Lemea

Konon katanya, lemea hanya sebutan nama dari makanan fermentasi, secara asal usul kata merupakan kata yang berdiri sendiri. Tidak ada makna tertentu pada nama makanan fermentasi rebung ini.
Dahulu suku Rejang membuat campuran fermentasi rebung tidak dengan ikan utuh, melainkan dengan mata ikannya. Namun seiring waktu, campuran dengan mata ikan tidak digunakan lagi, faktor ikan di sungai sudah tak sebanyak dahulu.

Begitu juga dengan cara menyantap lemea, orang dulu menikmatinya langsung dimakan setelah proses fermentasi selesai. Mereka lebih menikmati rasa asam dari hasil fermentasi, tapi sekarang begitu variasi cara menikmatinya.

Proses Pembuatan Lemea

Proses pembuatan lemea dipengaruhi oleh fermentasi, tentunya dengan bahan baku utama dan tambahan yang masih baru dapat menghasilkan lemea dengan aroma khas yang enak rasanya. Berikut proses pembuatan lemea.

Ambil bambu muda lalu bersihkan dan dicincang halus, lalu masukkan ke wadah atau ember dan tambahkan air secukupnya kemudian direndam selama dua malam. Setelah dua malam air rendaman harus dibuang dan ganti dengan air baru yang bersih. Proses selanjutnya campurkan air rebusan ikan (ikan yang biasa digunakan adalah ikan sungai seperti ikan patih), sereh 1 batang, 5 buah cabe merah dipotong jadi 2 bagian, nasi satu genggam.

Campuran tersebut ditambahkan air rebusan ikan dan ikannya kemudian disimpan dengan kondisi wadah yang  tertutup rapat. Selanjutnya didiamkan hingga tiga hingga lima hari. Perubahan selama fermentasi sangat  memengaruhi proses pembuatan lemea. Tanpa adanya proses frementasi maka campuran rebung dan ikan tidak akan menjadi lemea.

Aroma khas yang sangat menyengat menggambarkan jika makanan ini memiliki cita rasa asam dan mengandung gas. Meski begitu, lemea menjadi makanan yang nikmat ketika dimasak dengan bumbu dapur berupa bawang putih, bawang merah, cabai, santan segar, dan garam. Bumbu dapur yang telah dihaluskan, ditumis hingga wangi dan campurkan lemea beserta santan. Lemea lebih nikmat lagi dimakandengan lalapan seperti kabau, jengkol atau petai.

Manfaat Lemea Bagi kesehatan

Menurut beberapa penelitian , lemea sangat baik untuk kesehatan tubuh. Terbukti bahwa komposisi utama dari lemea adalah rebung atau bambu muda sangat kaya akan nutrisi tinggi seperti protein, asam amino, karbohidrat, dan juga antioksidan.

Selain itu rebung mampu mencegah peningkatan gula darah, obesitas, tekanan darah, dan kadar asam urat pada tubuh. Pada proses fermentasi rebung menghasilkan bakteri asam laktat (BAL) yang bisa menghambat kinerja enzim alpha glukosidase. Berdasarkan analisis penelitian, lemea juga berpotensi sebagai probiotik.

Penutup

Dengan ciri khas dari makanan ini semakin disimpan pada tempat yang kedap udara maka semakin nikmat pula aroma yang dihasilkan. Meskipun aroma lemea terasa asing bagi yang baru pertama kali mencium bau atau pun mencicipi makanan ini bisa membuatnya langsung jatuh hati.

Lemea merupakan salah satu makanan tradisional yang wajib untuk dicoba jika mengunjungi provinsi Bengkulu. Makanan khas suku Rejang ini selain harga yang ekonomis, dijamin akan membuat ketagihan menyantapnya.