Lompat ke konten
komunikasi-efektif-dengan-teknik-i-message
Beranda » Blog » Membangun Komunikasi Efektif dengan Teknik I-Message

Membangun Komunikasi Efektif dengan Teknik I-Message

Roikhatuz Zaroh
Penulis Indscript

Komunikasi dapat dikatakan efektif dan berhasil mana kala pesan yang ingin disampaikan dapat dipahami dan  diterima dengan baik. Maka dari itu diperlukan skill untuk membangun komunikasi yang efektif. Baik  berkomunikasi dengan pasangan, anak atau rekan kerja. Salah satunya adalah membangun komunikasi efektif  dengan teknik I-Message.

Dengan komunikasi efektif maka akan terbentuk komunikasi yang positif yang mampu membangun kepercayaan  satu sama lain, tidak menyinggung, tidak merendahkan dan tentunya membangun hubungan yang lebih baik. Lantas  seperti apa membangun komunikasi efektif dengan teknik I-Message itu? Berikut ulasannya.

Contents

Mengenal Teknik I-Message

Komunikasi memegang peranan penting dalam setiap hubungan. Tak jarang pula dari kita tidak paham dengan  teknik berkomunikasi sehingga apa yang ingin kita sampaikan, apa yang kita inginkan justru tidak tercapai. Bahkan   ada pula yang menimbulkan kesalahpahaman dan mengakibatkan hubungan menjadi renggang.

I-Message merupakan salah satu teknik yang bisa dicoba untuk mengatasi persoalan kesalahpahaman dalam  berkomunikasi yang kita lakukan dan tanpa kita sadari. I-Message berfokus pada “aku” sebagai subjeknya, bukan  pada lawan jenis sehingga tidak menimbulkan tindakan memojokkan, tidak menghargai dan lainnya. Teknik  komunikasi ini dikembangkan oleh Thomas Gordon, psikolog klinis yang berasal dari Amerika tahun 1960-an. Jadi  I-Message ini adalah teknik komunikasi yang mengedepankan atau mengutamakan perasaan pembicara dari pada menyudutkan apa yang dilakukan si lawan bicara.

Dengan demikian pendengar tidak akan merasa disalahkan, dipermalukan atau disudutkan dengan apa yang sedang  atau telah dilakukan. Sebagai contoh ketika kita merasa capek mengerjakan pekerjaan rumah dan pasangan hanya  berdiam diri tidak membantu. Kita bisa mengucapkan kalimat, “Aku merasa capek dengan mengerjakan semua  pekerjaan rumah sendirian. Aku harap kamu bisa bantu aku mengerjakan salah satunya.”

Komunikasi ini juga bisa diterapkan ke anak, semisal saat interaksi dengan anak. Contoh, “ Ibu khawatir sama  kesehatan mata kakak, kalau kakak main hape terus dan tidak bisa mengatur waktu.’’ Dengan komunikasi seperti ini  pasangan atau anak tidak akan merasa disudutkan atau disalahkan atas perbuatan yang dilakukan.

Selain itu juga tidak langsung membuat si pendengar menjadi emosi karena merasa disalahkan. Mereka justru akan  mengerti maksud tujuan kita dan melakukan apa yang kita inginkan. Perlu diingat juga bahwa kita harus tahu ritme  dan frekuensi dalam menggunakan teknik ini. Terlalu sering menggunakannya juga tidak baik karena bisa membuat  kita terkesan egois karena terlalu mengedepankan perasaan dan selalu ingin dimengerti.

Penggunaan bahasa yang netral juga dikedepankan dalam menggunakan teknik I- Message. Kita dapat mengungkapkan perasan dan pikiran serta tanggung jawab terhadap pemikiran diri dari pada menyalahkan lawan  bicara.

Manfaat I-Message untuk Berkomunikasi Efektif

Ada sejumlah manfaat yang dapat dirasakan oleh seseorang yang membangun komunikasi efektif dengan menggunakan teknik I-Message, diantaranya:

1. Salah satu alternatif cara untuk mengelola emosi secara sehat.
2. Dapat menyampaikan perasaan atau maksud tujuan dengan jelas kepada lawan bicara.
3. Meningkatkan kepercayaan satu sama lain karena ada keterbukaan dan kejujuran.
4. Memberikan kesempatan pada seseorang untuk mengungkapkan rasa marah tanpa menyudutkan lawan bicara.
5. Melatih seseorang agar lebih responsif dan berempati dengan perasaan orang lain.
6. Lebih mudah mencari solusi dari sebuah masalah tanpa harus marah-marah karena emosi negatif.

Tips Penerapan I-Message dalam Keluarga

Menerapkan teknik I-Message bagi yang belum terbiasa akan terasa susah. Untuk itu perlu dilakukan atau dicoba  berulang kali. Kita tidak bisa hanya menerapkan sekali langsung jadi. Butuh proses yang cukup lama untuk bisa  berkomunikasi efektif seperti ini. Berikut beberapa cara yang bisa diaplikasikan untuk berkomunikasi dengan teknik I-Message.

  • Gunakan volume dan intonasi suara secara konsisten. Usahakan juga untuk tidak membentak atau berteriak.
  • Hindari untuk mengungkit kejadian yang telah lalu dan katakan kondisi yang terjadi saat ini dengan jelas.
  • Hindari penggunaan kata selalu atau tidak pernah. Semisal, “ Kamu selalu lalai dan tidak pernah  mendengarkan.” Ini akan membuat lawan bicara seperti dicap dengan label tersebut.
  • Jangan terlalu melampiaskan emosi secara berlebihan karena akan membuat takut lawan bicara.
  • Imbangi juga penggunaan I-Message lawan bicara sehingga kita juga bisa merasakan, memahami perasaan  lawan bicara dan mengapresiasikannya.
  • Upayakan untuk selalu tenang dalam berkomunikasi meski apa yang ingin disampaikan mengandung rasa  emosi atau amarah. Dengan demikian, kita bisa memilih kata yang tepat untuk menyatakan alasan marah.

Kesimpulan

Membangun komunikasi efektif dengan teknik I-Message bukanlah hal yang mudah. Apalagi jika kita belum terbiasa  melakukannya. Tentunya mengaplikasikan teknik ini tidak lepas dari yang namanya tantangan. Namun,  jika kita dan anggota keluarga berusaha keras untuk membiasakannya maka akan terwujud komunikasi yang positif dan efektif. Selain itu juga dapat membantu menjaga kesehatan mental diantara sesama dengan lebih baik.