Kompetitor adalah Sahabat Anda Karena Ini

Apakah Anda sudah membaca artikel yang sebelumnya berjudul 6 Kebiasaan Pengusaha Sukses yang Bisa Ditiru? Dengan begitu, meski Anda menjadi ibu rumah tangga (IRT) tetap bisa meniru kebiasaan pebisnis tersebut dari rumah saja. Selain itu, yang tidak kalah penting adalah melihat kompetitor bukan pihak yang ditakuti. Anda harus melihat kompetitor sebagai berikut ini:

Yang pertama adalah kompetitor bukan pesaing Anda.

Jangan pernah menilai kalau kompetitor bisa membuat bisnis Anda terancam. Meski mereka menjual produk yang sama persis, misalnya, Anda adalah reseller dari Brand A, sedangkan kompetitor tersebut juga reseller dari Brand A, tapi Anda harus punya “nilai lebih” dari bisnisnya sehingga tetap berbeda di mata konsumen.

Yang kedua, adalah jangan pernah menyalahkan kompetitor.

Ketika Anda mengalami masalah bisnis, lalu menilai kalau penyebabnya adalah kompetitor, maka bisnis Anda akan semakin susah maju. Dengan menyalahkan kompetitor, maka Anda tidak menemukan solusi tepat. Justru, Anda harus evaluasi diri sendiri kenapa konsumen memilih kompetitor dan bukan pesan di tempat Anda?

Yang ketiga adalah Anda juga harus kenalan dengan kompetitor.

Punya kompetitor? Jangan putus komunikasi, justru sebaiknya Anda mengenali mereka juga, biar link bisnis semakin luas. Dalam berbisnis, meski mungkin pihak lain berusaha merusak bisnis Anda, tetapi Anda harus tetap yakin kalau bisa bersaing secara sehat, termasuk mau berkenalan dengan kompetitor.

Yang keempat, kerja sama dengan kompetitor.

Kerja sama dengan kompetitor? Kenapa tidak?! Contoh kerja sama dengan kompetitor adalah, Anda dan kompetitor berbisnis produk Brand A, lalu kerja sama membuka stand di bazar, perjanjiannya adalah Anda jualan produk Brand A yang gamis saja, sementara kompetitor jualan yang aksesoris saja. artinya, biaya sewa stand bsia dibagi dua.

Yang kelima adalah bisa melakukan ATM.

ATM adalah amati, tiru, dan modifikasi. Anda bisa mengamai kesuksesan kompetitor, lalu menirunya dengan tambahan modifikasi, sehingga tidak 100% meniru. Misalnya, kompetitor membuat paket fashion muslimah, dari jilbab, gamis, hingga kaos kaki. Maka Anda juga bisa membuat paket fashion muslimah berdasarkan warna, seperti warha hijau dari jilbab hingga kaos kaki.

Yang tidak kalah penting adalah miliki target harian agar tidak terasa berat selama mengejar omzet. Lalu catat di Metrik Pencapaian (salah satu Superboard dari Indscript). Metrik sudah melalui uji coba 1 tahun dan ternyata berhasil membuat pemiliknya mencapai target. Maka, ini saatnya Anda bergabung dengan lebih dari 1.234 pebisnis yang menggunakan Metrik pencapaian.

Superboard sebagai alat yang membantu Anda bisa berbisnis atau menjadi penulis dari rumah, tanpa melupakan tugas utama sebagai ibu rumah tangga (IRT). Antara lain Launching Board for Mom, Writing Board for Mom, Social Media Board for Mom, Financial Board for Mom, Get Reseller Board, MLM’ers Success Board, Metrik Pencapaian, Dreamboard, dan masih banyak lagi. Informasi mengenai Superboard bisa ke Miss Indscript KLIK DI SINI.

Anda punya pertanyaan soal bisnis atau menulis? Silahkan tulis di komentar akan kami jawab lewat artikel berikutnya.