Ini Dia Cara Menulis yang Baik bagi Pemula

Pada artikel sebelumnya yang berjudul 5 Cara Menulis Buku bagi Pemula Termasuk IRT, maka artikel kali ini khusus calon penulis umum, baik yang masih remaja hingga yang sudah berkeluarga.

Anda ingin menjadi penulis buku? Tapi masih bingung harus melakukan apa saja? Tahukah saat ini banyak peluang menjadi penulis buku? Anda hanya perlu mencari banyak informasi di dunia penulisan. Ini saatnya wujudkan impian tersebut dengan melakukan hal-hal berikut ini.

Satu, temukan ide, genre, dan gambaran kasar mengenai naskah Anda.

Ide adalah apa yang ingin Anda sampaikan lewat naskah buku kelak. Sementara genre adalah pengelompokan isi buku, seperti romance dewasa, komedi, teenlit, dan yang lainnya. Sedangkan gambar kasar adalah bayangan alur atau isi apa saja di dalam naskah nantinya. Ada baiknya Anda tidak merubah tiga hal dasar tersebut. Hal ini langkah pertama yang harus Anda lakukan sebelum mulai menulis.

Dua, datangi toko buku lalu cari buku-buku yang masih satu tipe dengan naskah Anda.

Contohnya, Anda akan membuat naskah buku mengenai novel romance remaja. Maka, arahkan langkah Anda ke rak di toko buku yang memajang novel khusus untuk remaja. Coba perhatikan kira-kira buku mana saja yang menyerupai naskah Anda. Apakah yang ada unsur misteri? Atau yang lainnya?

Tiga, catat nama-nama penerbit yang menerbitkan buku-buku tersebut.
Catatan tersebut sangat berharga agar memiliki daftar mencari “jodoh” naskah Anda. Ada baiknya Anda memilih satu penerbit dahulu untuk menjadi sasaran pengiriman naskah. Jika ditolak, baru intip kembali daftar penerbit tersebut. Setiap penerbit, membuka pintu seluasnya bagi siapa saja yang ingin menjadi penulis buku.

Selain itu, Anda dapat menjadi penulis buku dengan mencari ilmu lewat kelas menulis.

Empat, catat impian sebagai penulis.

Agar Anda terpacu menjadi penulis, catat impian Anda tersebut di Agenda Remaja Prestatif. Anda bisa menulisnya di bagian “Kata Mutiara” seperti: siapa aja bisa jadi penulis, maka tahun ini menulis naskah dan tahun depan pasti bisa menerbitkan buku.

Lima, masukkan aktivitas menulis pada tugas harian.

Selain mencatat impian tersebut, Anda harus masukkan kegiatan menulis sebagai “Tugas untuk Diri Sendiri”. Jadi, setiap hari Anda bisa menulis minimal 1 halaman saja. Dengan mencatat, mengingatkan Anda mengenai tugas-tugas harian seperti menulis.

Agenda Remaja Prestatif itu bagaikan sahabat anak muda yang ingin mengisi masa mudanya dengan hal-hal positif. Anda bisa mencatat tugas harian, rasa syukur, hingga pengalaman pahit agar tidak mengulangi kesalahan yang sama. Bisa digunakan untuk anak sendiri atau kado menarik. Informasi mengenai Agenda Remaja Prestatif bisa KLIK DI SINI.

Siap menjadi penulis? Catat dulu impian dan tugas harian menulis, ya, biar selalu termotivasi. Semangat!

Wuri Nugraeni
 

Ibu 1 putra. Copywriter. Penulis buku #99EmakPebisnis #FISIP #CenatCenutReporter dll. Blogger. www.wurinugraeni.com