Hal Ini Bisa Membuat Sepi Orderan yang Tidak Disadari

Jika Anda sudah melakukan tips di artikel sebelumnya yang berjudul Langkah-langkah Memulai Bisnis dari Nol yang Harus Diperhatikan oleh Pebisnis, tapi ternyata omset semakin turun. Sebaiknya, Anda harus segera melakukan evaluasi. Salah satunya Anda harus memperhatikan hal sepele berikut ini tapi sering dilakukan oleh pebisnis sehingga konsumen kabur. Agar kelak, Anda tidak mengulanginya lagi.

Walau mungkin, Anda tidak pernah mendapatkan komplain, tapi jangan senang dahulu ketika omset semakin turun. Artinya, ada yang salah dengan pengelolaan bisnisnya. Coba lakukan hal-hal berikut ini:

Satu, coba cek lagi, akhir-akhir ini lebih sering konsumen baru atau lama?

Anda buka lagi nama-nama konsumen. Pastikan Anda punya catatannya, ya. Jika tidak, bagaimana bisa melakukan evaluasi dan perbaikan?

Dua, bagaimana jika konsumen baru?

Nah, Anda harus waspadai ketika yang datang itu rata-rata konsumen baru. Tetapi, mereka tidak melakukan repeat order. Atau, perlahan-lahan konsumen lama tidak pernah order lagi. Ini pertanda Anda harus segera melakukan trik bisnis yang baru. Baik konsumen lama atau baru, tetap perlakukan hal yang sama.

Tiga, mungkinkah konsumen kecewa?

“Ah, tapi tidak pernah ada yang komplain tuh. Artinya, konsumen saya tidak pernah kecewa, kan?” Belum tentu. Ada juga, karakter konsumen itu yang tidak pernah komplain, tapi ketika kecewa, mereka diam dan berjanji tidak akan mau order lagi. Konsumen seperti ini harus Anda perhatikan karena diam-diam pergi.

Empat, tidak memberikan rekomendasi.

Apa dampak konsumen yang kecewa dan tidak mau komplain? Mereka bisa tidak memberikan rekomendasi produk atau bisnis Anda ke teman-temannya. Artinya, produk atau jasa Anda semakin tidak dilirik oleh konsumen lain karena testimoni negatif dari konsumen lama.

Lima, hindari dengan memberikan hadiah.

Coba diingat-ingat, kira-kira pernahkah melakukan kesalahan kepada konsumen, tetapi konsumen tersebut tidak komplain? Misalnya, salah kirim barang, atau lupa kirim barang sehingga konsumen menunggu lama sekali. Nah, ini kesalahan dari Anda, maka beri hadiah agar konsumen tidak kecewa. Misalnya, kasih voucher. Konsumen pasti akan mau menggunakan voucher tersebut dan kembali order. Contoh lain adalah kasih diskon untuk produk khusus, atau gratis jasa tertentu, dan lainnya.

Enam, sapa lagi konsumen.

Lalu, bagaimana dengan konsumen yang sudah kecewa dan diam-diam tidak order lagi? Sapa mereka lagi. Tanya kabarnya. Anda bisa memberikan hadiah kecil tapi membuat mereka mau order lagi.

Anda bisa mencatat macam-macam hadiah di Agenda Remaja Prestatif agar tidak mudah lupa. Agenda Remaja Prestatif bagaikan sahabat anak muda yang ingin mengisi masa mudanya dengan hal-hal positif. Anda bisa mencatat tugas harian, rasa syukur, hingga pengalaman pahit agar tidak mengulangi kesalahan yang sama. Bisa digunakan untuk anak sendiri atau kado menarik. Informasi mengenai Agenda Remaja Prestatif bisa KLIK DI SINI.

Anda punya pertanyaan apa soal bisnis? Silahkan tulis di komentar akan kami jawab lewat artikel berikutnya.

Wuri Nugraeni
 

Ibu 1 putra. Copywriter. Penulis buku #99EmakPebisnis #FISIP #CenatCenutReporter dll. Blogger. www.wurinugraeni.com

Click Here to Leave a Comment Below 0 comments

Leave a Reply: