Indscriptcreative.com – Kediri, 22 April 2026
Momentum peringatan Hari Kartini tahun 2026 dimaknai secara lebih mendalam melalui rangkaian kegiatan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menghadirkan aksi nyata perempuan dalam berbagai bidang. Salah satu sorotan utama dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Indscript bersama Sekolah Perempuan Indonesia (SPI) adalah peluncuran buku terbaru karya Fifie Rahardja, penggagas Bank Sampah Bersinar (BSB).
Peluncuran buku tersebut menjadi simbol penting perjalanan panjang selama 11 tahun dalam membangun dan mengembangkan gerakan berbasis lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Karya tersebut tidak hanya merekam perjalanan personal, tetapi juga mendokumentasikan proses transformasi sosial yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Buku ini merepresentasikan lebih dari sekadar karya tulis. Ia menjadi refleksi atas konsistensi, dedikasi, serta komitmen dalam membangun kesadaran lingkungan dari tingkat akar rumput. Selama lebih dari satu dekade, Bank Sampah Bersinar telah berkembang menjadi salah satu gerakan sosial yang memberikan dampak nyata dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah dan ekonomi sirkular.
Dalam konteks peringatan Hari Kartini, peluncuran buku ini menegaskan bahwa perjuangan perempuan masa kini tidak berhenti pada wacana, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata yang berkelanjutan. Sosok Fifie Rahardja menjadi representasi perempuan Indonesia yang tidak hanya berkontribusi, tetapi juga menciptakan perubahan yang berdampak luas.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Indscript juga menginisiasi langkah lanjutan dengan mengajak para aktivis Bank Sampah Bersinar untuk mengunjungi Kebun Lansia di wilayah Ciseureuh. Inisiatif ini merupakan bagian dari program pemberdayaan berbasis komunitas yang melibatkan kelompok lansia dalam aktivitas produktif dan berkelanjutan.
Ke depan, melalui kolaborasi bersama Yayasan Solusi Bersinar Indonesia, kebun tersebut akan dikembangkan sebagai ruang edukasi dan pemberdayaan masyarakat di atas lahan seluas 2.000 meter persegi. Program ini dirancang untuk menjadi solusi konkret dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap isu lingkungan, ketahanan pangan, serta pemberdayaan sosial.
Langkah ini menunjukkan bahwa berbagai kegelisahan yang muncul di tengah masyarakat, khususnya terkait isu lingkungan dan sosial, dapat menjadi titik awal lahirnya inovasi dan gerakan yang berdampak luas. Perempuan tidak hanya menjadi bagian dari diskursus, tetapi juga menjadi penggerak utama dalam menciptakan solusi.
Melalui kegiatan ini, terlihat bahwa peran perempuan semakin strategis dalam menjawab berbagai tantangan zaman. Mereka tidak hanya hadir sebagai partisipan, tetapi juga sebagai inisiator, penggerak, dan pelaksana perubahan.
Peringatan Hari Kartini tahun ini menjadi momentum reflektif bahwa semangat perjuangan perempuan terus hidup dalam berbagai bentuk, baik melalui pendidikan, gerakan sosial, maupun karya nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
