Lompat ke konten
Diah Octivita Dwi Purwanti
Beranda » Blog » Diah Octivita Dwi Purwanti: Dari Praktisi Handal Menuju Trainer Inspiratif, Siap Cetak Generasi Mandiri Lewat Training of Trainers

Diah Octivita Dwi Purwanti: Dari Praktisi Handal Menuju Trainer Inspiratif, Siap Cetak Generasi Mandiri Lewat Training of Trainers

Di era digital yang serba cepat, kebutuhan akan mentor yang tidak hanya ahli teori tetapi juga praktisi handal semakin mendesak. Diah Octivita Dwi Purwanti, dengan rekam jejak 18 tahun di dunia penulisan, virtual assistant, bisnis, dan digital marketing, hadir dengan visi ambisius untuk naik level.

Bukan sekadar menjadi praktisi sukses, Diah siap bertransformasi menjadi seorang trainer yang mampu membagikan ilmu dan pengalamannya secara terstruktur dan berdampak melalui program Training of Trainers (ToT). Motivasi utamanya mengikuti ToT bukanlah sekadar peningkatan karir, melainkan sebuah panggilan untuk “naik level”.

“Saya ingin naik level, bukan hanya sebagai praktisi… tetapi sebagai seseorang yang mampu membagikan ilmu, pengalaman, dan sistem kerja kepada lebih banyak orang secara terstruktur dan berdampak,” ujarnya. Fase kehidupan dan profesinya saat ini ditandai dengan pencarian kebermanfaatan yang lebih luas.

Ia tidak hanya ingin bekerja untuk klien, tetapi juga membangun legacy melalui ilmu yang dapat diwariskan dan dikembangkan. Pengalaman 18 tahunnya yang kaya, mulai dari menjadi Best Sales selama 37 bulan berturut-turut, menulis lebih dari 130 buku antologi, menjadi editor, ghostwriter, hingga dipercaya sebagai remote worker oleh banyak klien, kini siap ia transformasikan menjadi materi pelatihan yang sistematis dan powerful.

Tantangan terbesar yang ingin diselesaikan Diah melalui kelas ini adalah menyusun segudang pengalamannya menjadi materi pelatihan yang mudah diduplikasi oleh peserta. Ia menyadari bahwa kebutuhan akan mentor yang praktis, realistis, dan relate dengan dunia kerja nyata semakin besar.

“Saya ingin mengisi ruang/peluang itu dengan pengalaman 18 tahun saya menulis, bekerja dan berbisnis,” tegasnya. Jika tidak mengikuti kelas ini, Diah merasa akan melewatkan kesempatan emas untuk bertumbuh lebih cepat, membangun sistem pelatihan yang kuat, dan memperluas dampaknya kepada lebih banyak orang.

Target audiens yang ingin didampingi beliau sangat spesifik: ibu produktif, freelancer pemula, penulis, dan perempuan yang ingin bekerja dari rumah secara profesional dan tetap berpenghasilan. Isu utama yang ingin ia bantu selesaikan adalah kurangnya kepercayaan diri dan keterampilan praktis pada kelompok ini untuk mandiri secara finansial tanpa mengabaikan peran utama mereka di keluarga.

Melalui kelasnya, beliau ingin menghadirkan perubahan dari “pekerja keras random” menjadi individu yang “punya arah, skill, dan keberanian untuk bertindak”. Dalam 3-5 tahun ke depan, ia bercita-cita menciptakan lebih banyak perempuan dan pekerja mandiri yang bisa berpenghasilan dari rumah, sambil tetap hadir untuk keluarga mereka.

Apa yang membedakan beliau dari trainer lain di bidang yang sama? Ia tidak hanya mengajar teori, tetapi berbagi pengalaman nyata, strategi yang telah teruji, dan pendekatan yang membumi serta aplikatif. Lebih dari itu, Diah akan memasukkan unsur kekuatan mental dan konsep diri ke dalam ilmunya.

Tujuannya agar peserta tidak hanya menjadi produktif, tetapi juga bahagia dan adaptif. “Saya ingin dikenal sebagai Trainer yang membumi, praktis, dan benar-benar membantu peserta bergerak, bukan hanya memahami ilmu tetapi benar-benar mempraktikkannya sehingga bisa benar-benar menghasilkan,” ungkapnya.

Goal spesifik beliau mengikuti ToT ini mencakup tiga aspek: personal, yaitu bertumbuh dan lebih percaya diri sebagai pembicara; profesional, yaitu memiliki program pelatihan sendiri; dan finansial, yaitu membuka sumber income baru dari kelas dan training, menargetkan minimal 10-30 juta per bulan dalam 1-2 tahun ke depan.

Ia berencana menciptakan program kelas seperti menulis produktif, menjadi Virtual Assistant, membangun income dari skill digital dari rumah, serta kelas motivasi dan pengembangan diri. Dengan jaringan penulis, pebisnis, dan audiens dari aktivitas digital marketing yang sudah dimiliki, beliau siap mengelola komunitasnya.
Beliau melihat urgensi program “Together Goes To School” dari Indscript Creative dalam memberikan insight dunia nyata kepada siswa. Ia ingin berkontribusi menanamkan mindset produktif, mandiri, dan kreatif sejak dini. Peluang kolaborasi sangat besar, terutama dalam edukasi menulis, digital skill, dan peluang kerja fleksibel.

Ia siap mengisi sesi di sekolah dengan materi seperti “Cara Menghasilkan dari Skill Menulis dan Digital di Usia Muda” serta “Peluang Kerja dari Rumah di Era Digital”. Kesiapan konkretnya meliputi materi, pengalaman, serta komitmen waktu untuk memberikan pelatihan yang berdampak positif dan jangka panjang.

Dengan keseriusan dan komitmen waktu serta energi yang luar biasa, Diah Octivita Dwi Purwanti siap menjelma menjadi trainer yang dikenal luas, memiliki program pelatihan yang kuat, dan memberikan dampak signifikan bagi masyarakat, khususnya dalam memberdayakan perempuan dan pekerja mandiri. Versi terbaik dirinya 3 tahun ke depan adalah seorang trainer yang diakui, berdampak luas, dan tetap harmonis dalam peran sebagai ibu dan profesional.