Daftar Isi Proposal Bisnis yang Bisa Ditiru

Di artikel sebelumnya yang berjudul 5 Ide Bisnis Kreatif dan Unik bagi Ibu Rumah Tangga, bisa menjadi acuan Anda ketika akan memilih berbisnis apa. Selanjutnya, Anda harus punya proposal bisnis justru sebelum langsung terjun berbisnis.

Langkah pertama yang harus Anda lakukan jika ingin berbisnis adalah membuat proposal bisnis. Pastikan kalau perencanaan bisnis tersebut sudah matang baru menuju langkah selanjutnya. Tujuannya sebagai panduan Anda menjalankan bisnis sehingga berjalan sesuai arah yang diinginkan. Lalu, hal apa saja yang harus masuk di dalam proposal bisnis?

Yang pertama adalah biodata perusahaan.

Antara lain nama perusahaan, logo, lokasi atau kantor (untuk sementara bisa menggunakan alamat rumah), produk atau jasa, penjelasan produk atau jasa, hingga media sosial jika ada. Hal ini tampak sederhana tapi sangat penting. Jangan sampai bisnis sudah berjalan, tiba-tiba Anda mengganti konsep. Terlebih bila sering mengganti nama bisnis juga tidak baik bagi branding Anda.

Selanjutnya adalah menulis sasaran produk atau jasa Anda.

Baik itu menyangkut rentang usia calon konsumen, wilayah yang ingin “ditembak”, jenis kelamin, dan masih banyak lagi. Tulis secara detail agar makin jelas sehingga memudahkan Anda memilih produk dan promosi yang bagaimana. Misalnya, Anda ingin “menembak” segmen perempuan bekerja yang berada di kota besar. Maka lebih memilih promosi di majalah wanita daripada majalah resep.

Berikutnya yaitu buatlah analisis SWOT.

Analisis SWOT adalah strength (kekuatan) yang Anda punya dan tidak dimiliki oleh kompetitor, weak (kelemahan) sekaligus menjadi keunggulan kompetitor, oportunities (peluang) bisnis Anda ke depannya, dan threats (ancaman) sebagai antisipasi. Empat hal tersebut sebagai acuan Anda menjalankan bisnis.

Kemudian, tulis bentuk-bentuk promosi apa saja yang akan dilakukan.

Baik itu secara offline maupun online. Bisa juga untuk mengawali bisnis hanya memaksimalkan media online terlebih dahulu, seperti website, fanpage facebook, instagram, BBM, dan lainnya.

Yang terakhir adalah perencanaan keuangan, seperti biaya produksi, biaya marketing, rencana pemasukan berdasarkan target, dan lainnya.

Hal-hal tersebut terlihat sederhana tapi sangat penting dan memberi pengaruh kepada kelangsungan bisnis Anda.

Nah, sudahkah Anda membuat proposal bisnis?

Anda bisa mencatat hal-hal penting seputar bisnis di Agenda Remaja Prestatif. Isinya apa aja sih? Ada catatan khusus tugas sekolah, tugas rumah, tugas untuk diri sendiri, rasa syukur hari ini agar selalu bahagia, rasa sedih hari ini agar jadi pelajaran, keburukanku dan kebaikanku untuk belajar melakukan evaluasi diri, hingga kata mutiara sebagai media belajar menulis. Agenda Remaja Prestatif pun bisa Anda bawa ke mana saja dan kapan saja karena sangat ringan dan praktis.

Agenda Remaja Prestatif bagaikan sahabat anak muda yang ingin mengisi masa mudanya dengan hal-hal positif. Anda bisa mencatat tugas harian, rasa syukur, hingga pengalaman pahit agar tidak mengulangi kesalahan yang sama. Bisa digunakan untuk anak sendiri atau kado menarik. Informasi mengenai Agenda Remaja Prestatif bisa KLIK DI SINI.

Anda punya pertanyaan apa soal bisnis atau menulis? Silahkan tulis di komentar akan kami jawab lewat artikel berikutnya.

Wuri Nugraeni
 

Ibu 1 putra. Copywriter. Penulis buku #99EmakPebisnis #FISIP #CenatCenutReporter dll. Blogger. www.wurinugraeni.com