Lompat ke konten
Beranda » Blog » Cerita Pengguna Metrik

Cerita Pengguna Metrik

Devy Nadya AulinaBagi Devy Nadya Aulina, menjadi reseller Metrik memiliki keseruan tersendiri. Usahanya menjadi reseller di gelombang awal membutuhkan usaha lebih. Karena waktu itu penjualan Metrik tidak semudah sekarang. Setidaknya sekarang sangat mudah untuk menjadi reseller metrik. Yaitu cukup dengan Rp 200.000,- saja.

Modal awal Devy sampai membobol tabungan sebesar Rp 1.000.000,- untuk 30 puluh buah Metrik. Ketika Metrik baru mendarat ditangannya, sudah ada 10 buah pesanan dari teman di komunitas. Aktif di komunitas memang mendatangkan banyak manfaat, seperti mendapatkan kawan baru hingga calon konsumen.

Menurut Devy sebagai pebisnis direct selling offline sejak 2003, “Saya melihat yang cepat merekrut reseller baru yaitu penggiat direct selling online. Karena saya berbisnis secara online baru satu tahun. Tapi, Insya Allah, tetap semangat!” Mantap! Toh, penjualan metrik dan Sambal Pecel “Mbak Vy”-nya juga meningkat.

Cerita lain datang dari Ria Susanti. Sebagai reseller, Ria punya trik tersendiri dalam melakukan promosi Metrik. Tentu saja dengan menggunakan produk Metrik secara langsung agar lebih mudah menjelaskan kepada calon komsumen. “Sudah saya tawarkan ke teman-teman, tapi sementara mereka ingin melihat cara penggunaannya dahulu. Dan pada tertarik. Walaupun ingin beserta penjelasan penggunaannya.”

Kalau bagi Manikarori Rosky, Metrik digunakan untuk tracking goal/KPI di kantor, untuk hapalan surat anak, target anak menabung, dan target investasi gold bulanan dalam 1 tahun. Selepas menggunakan Metrik, memang merasa lebih disiplin dalam mencapai target,  lebih keliatan hasilnya maupun yang harus diimproved.

Ternyata, Manikarori Rosky sudah terbiasa memiliki target tahunan karena untuk mengatur  Cash Flow bulanan yang sudah dibuat dalam 1 tahun tiap bulannya. Dengan adanya Metrik betul-betul memudahkan dalam melakukan monitor dan evaluasi target yang sudah direncanakan.

Lain lagi, menurut Hanur Siradji yang memakai Metrik untuk bisnis online Ra Ra Clodishop. Dengan adanya targer harian, pekerjaan jadi terarah dan target diinginkan jadi jelas. “Saya pengin punya omzet 3 juta sehari, maka harus jual 2 pcs clodi. Selama ini jualan  enggak konsisten. Akhirnya jadi lebih disiplin.

 

Cara Mendapatkan Tim Reseller

Manikarori RoskyBagi Manikarori Rosky atau Ori, bisnis sangat mengandalkan kepercayaan. Maka, ketika Ori mengunggah tentang metrik dan bisnisnya di facebook, banyak sekali teman dari dunia maya atau nyata yang langsung membeli. Bahkan dalam waktu 3-5 hari saja, berhasil mendapatkan 20 reseller dan 13 buah metrik yang terjual.

Prestasi Ori tersebut mengantarkannya sebagai significant achievement. Karena tergolong bisa menjual dalam waktu cepat dengan jumlah yang fantastis. Padahal, Ori baru saja menjalankan bisnis metrik sejak 14 Oktober. Saat ini, tim Ori per akhir Oktober memiliki 20 reseller dengan sistem rekrut direct selling. Sementara Ori sendiri berhasil menjual 13 metrik diluar angka penjualan tim yang belum dikalkulasi.

Selain itu, Ori membuat grup di what’s app untuk reseller khususnya area Kuala Lumpur, Malaysia. Grup sebagai wadah berbagi dalam satu tim. Tidak ketinggalan, semua tim Ori juga masuk ke dalam grup bisnis Metrik di pusat melalui facebook. Dengan tujuan, tim Ori dapat belajar cara menggunakan dan memahami bisnisnya.

Sebagai perekrut tim, Ori pun harus mempertahankan komunikasi internal. Melalui komunikasi tertutup di dalam grup, dan dengan adanya transparansi, serta saling mendukung. Untuk rencana ke depan, Ori tengah mempersiapkan regular meeting yang baru dilakukan satu kali. Dan juga akan membuat grup khusus tim reseller di BB atau what’s app.

Agar bisnisnya terus berkembang, Ori memiliki program tim untuk melakukan promosi metrik. Strategi yang dilakukan baik melalui offline atau online dengan mengoptimasi facebook, what’s app, dan BB. Khusus ketika mereka promo di facebook, Ori minta tim selalu tag namanya agar sebagai sebagai leader bisa membantu dengan melejitkan penjualan Metrik.

Ori pun membagi tips praktis untuk reseller baru. Satu, jangan pernah menunggu agar produk dibeli, tetapi harus berani menjemput bola. Dua, maksimalkan facebook, what’s app dan BB anda promo. Tiga, jangan pernah malu bila ingin berbisnis dengan selalu niatkan untuk ibadah. Serta, banyak bersilaturahim dan menambah pertemanan di facebook sehingga jaringan makin luas dan memperbesar peluang untuk mengembangkan bisnis.

 

Rahasia Berbisnis Direct Selling

Direct selling masih menjadi alat marketing primadona bagi pebisnis. Termasuk di mata Dini Waluyati sebagai owner edusmartkidz. Berawal dari online shop sebagai distributor yang menawarkan produk ABACA FlashCard. Saat ini, sudah memiliki mitra lebih dari 400, dengan penjualan tak kurang 2000-an per bulan, serta omset hingga 60-an juta/bulan.

Tidak hanya perihal angka penjualan. Di tahun pertama, Edusmartkidz menjadi distributor ABACA pertama di Indonesia dengan jaringan terbanyak agen dalam tim atau memiliki sekitar 180 agen, Best Selling dan Best Recruit Distributor resmi ABACA dengan penjualan diatas 3900 pcs sebulan, dan rekrut 19 agen dalam satu bulan, dan masih banyak lagi.

Pengalaman berbisnis yang membawa Dini meraih Best Rekruiter Nasional Gian Mandiri dengan rekrut 60 reseller dalam 3 hari, Best Rekruiter MDS dengan rekrut 68 reseller dalam sebulan, dan lain-lain. Tidak heran, Dini melebarkan sayap dengan berbisnis Metrik. Hingga sukses menjadi Leader Metrik Terkeren Bulan Oktober karena merekrut 50-an reseller baru.

Langkah pertama dalam merekrut tim yaitu dengan memberi keyakinan di benak calon reseller. Mulai memberi tawaran peluang bisnis, menceritakaan manfaat metrik, menjelaskan keuntungan produk dan bisnisnya. Penjelasan tersebut dapat disebarkan lewat broadcast BBM, broadcast what’s app, promo di wall facebook, menawarkan ke jaringan dini group abaca yang berisi 180-an agen.

Walaupun Dini cukup lama menggunakan cara direct selling, tetap kerap menemui kendala. Seperti merasa tidak percaya diri dengan kemampuan pribadi, punya ketakutan tidak dapat menjual, hingga kurang memahami product knowledge. Untuk itu, harus sering memberi motivasi, melakukan pendampingan selama menjalani bisnis, serta memberi informasi tentang metrik dan fungsinya.

Tidak lupa, Dini membagi tips praktis buat reseller metrik baru. Satu, pelajari produk dengan matang agar lebih mudah meyakinkan calon pembeli. Dua, membuat daftar calon konsumen dan calon prospek reseller dengan mengusahakan kepada pihak yang dikenal dekat dahulu. Tiga, rutin melakukan promosi di BBM, WA, FB dengan penjadwalan yang tepat di jam yang konsisten dan kontinyu. Empat, tidak pantang menyerah walau gagal prospek atau belum closing. Lima, terus kuatkan branding sebagai reseller metrik. Enam, buat target dalam sebulan dan bagi per harian bisnis metrik, seperti berapa metrik yang akan dijual dan berapa orang reseller yang akan direkrut.