Cara Menghadapi Perilaku Konsumen

Sebaiknya, Anda sudah membaca artikel sebelumnya yang berjudul Tips Jualan Online untuk Pemula yang Mudah Dilakukan, agar mengelola bisnis bukanlah beban. Selanjutnya, hal yang krusial dalam berbisnis adalah punya SOP bagaimana berhadapan dengan konsumen. Apalagi konsumen itu punya beragam karakter. Maka, Anda bisa menghadapi mereka dengan beberapa cara berikut ini.

Yang pertama, konsumen yang maunya fast respon.

Ini berlaku di bisnis online atau offline. Untuk yang berbisnis online, Anda harus punya jadwal buku sehingga konsumen tahu kalau chat tidak dibalas karena di luar jam tersebut. Di bisnis offline, konsumen juga ada yang malas mengantri maka Anda harus tegas agar tidak membuat kecewa konsumen lainnya.

Yang kedua, ingin cepat sampai.

Ini berlaku di konsumen yang berbisnis online. Ada beberapa konsumen yang tergolong cerewet karena sering bertanya kenapa produknya belum sampai juga. Padahal, bisa juga itu hanya di bagian jasa pengiriman dan bukan bagian dari bisnis Anda. Maka, jelaskan di awal kalau umumnya sekitar berapa lama baru bisa sampai.

Yang ketiga, suka php.

Lalu, bagaimana ketemu konsumen yang tanya terus tapi tidak kunjung melakukan pembelian? Anda memang harus sabar menghadapi orang tersebut. Yakinlah, jika sudah bersikap baik, termasuk kepada orang yang tidak kooperatif, nanti pasti akan ada closing dari orang lain. Intinya, tetaplah melayani dengan senyuman meski sepahit apapun kenyataannya.

Yang keempat, konsumen yang suka komplain.

Ada konsumen yang komplain karena banyak alasan, hingga ada yang alasan tersebut kurang masuk akal, seperti ternyata warnanya kurang cocok, dan lainnya. Maka jelaskan dengan sabar, kalau fotonya itu real pic dan Anda sudah mengirimkan warna yang benar. Terkadang, ada juga yang lelah menghadapi komplain konsumen sehingga memilih refund, dan mereka yakin kalau akan dapat closing yang jauh lebih banyak dari konsumen lain.

Untuk menghindari PHP, Anda bisa menggunakan sistem DP atau membayar sebagian tagihan di muka. Bisa berupa 25% atau 50% atau bahkan harus 100%. Misalnya, Anda berbisnis makloon, lalu harus mencari bahan dan menjahit, maka bisa minta DP dulu agar tidak rugi jika konsumen tersebut tiba-tiba hilang ketika pakaian sudah jadi.

Untuk memudahkan Anda dan tim bekerja maksimal mengelola bisnis, bisa menggunakan to do list book. Buku yang membuat Anda langsung action membuat catatan tugas setiap hari. Jadi, tidak ada lagi cerita lupa promosi, nggak sempat membuat laporan keuangan, bahkan membuat keluarga tetap terawat dan Anda wajib sempat me time agar selalu bahagia.

Buku dari Indsrcipt Corporation sebagai alat yang membantu Anda bisa berbisnis atau menjadi penulis dari rumah, tanpa melupakan tugas utama sebagai ibu rumah tangga (IRT). Informasi mengenai buku dari Indscript bisa KLIK DI SINI.

Anda punya pertanyaan soal bisnis atau menulis? Silahkan tulis di komentar akan kami jawab lewat artikel berikutnya.

Wuri Nugraeni
 

Ibu 1 putra. Copywriter. Penulis buku #99EmakPebisnis #FISIP #CenatCenutReporter dll. Blogger. www.wurinugraeni.com

Click Here to Leave a Comment Below 0 comments

Leave a Reply: