Cara Menerbitkan Buku Gratis Berupa Resep Pribadi

Walau sudah ada artikel sebelumnya yang berjudul Ini Dia Cara Menerbitkan Buku Gratis, tapi ada pertanyaan kepada kami yang lebih detail, yaitu bagaimana caranya menerbitkan buku resep? Maka, melalui artikel ini, kami akan menjawab step by step yang harus Anda lakukan jika ingin menerbitkan buku, khususnya yang berisi resep milik pribadi.

Satu, tulis dulu semua resep yang Anda punya.

Langkah pertama adalah mengumpulkan semua resep yang Anda miliki. Sebaiknya, Anda memiliki tema buku lalu memilih resep berdasarkan tema tersebut. Misalnya, Anda ingin membuat buku resep dari bahan telur, maka kumpulkan resep-resep Anda yang berkaitan dengan bahan telur saja. Contoh tema lainnya adalah menu praktis buat sarapan, camilan menarik balita, dan lainnya.

Dua, foto hasil jadi makanannya.

Salah satu tantangan menyusun buku resep adalah Anda harus punya fotonya. Minimal, punya foto makanan yang sudah jadi di setiap resepnya. Sebaiknya lagi, buatlah foto yang menarik atau bekerja sama dengan fotografer. Pasalnya, salah satu daya tarik buku resep bisa berasal dari fotonya.

Tiga, lakukan self editing.

Sudah mengumpulkan semua resep berserta fotonya masing-masing. Maka langkah selanjutnya adalah cek kembali, apakah ada bahan yang belum ditulis, atau penulisan langkah memasak yang kurang jelas, atau foto yang kurang menarik? Cek sekali lagi atau istilahnya melakukan self editing.

Empat, pilih penerbit.

Naskah sudah siap dikirim? Maka langkah selanjutnya adalah pilih penerbit. Caranya? Anda bisa datang ke toko buku, lalu berhenti di rak khusus buku resep, lalu catat penerbit mana saja yang menerima naskah-naskah resep. Selanjutnya, cek website penerbit tersebut mengenai syarat pengiriman naskah karena setiap penerbit berbeda. Selain itu, Anda bisa mengirimkan naskah kepada kami, Indscript Writing yang kerap menjadi “jembatan” antara penulis dengan penerbit. Nanti kami akan mengirimkan naskah Anda kepada penerbit yang tepat. Meskipun begitu, keputusan jadi diterbitkan atau belum, tergantung kepada penerbit itu sendiri.

Lima, catat to do list “menulis” di agenda harian.

Agar Anda menjadi penulis yang produktif, maka catat kegiatan “menulis” di to do list harian Anda. Menulislah setiap hari, walau hanya bisa sebentar, karena kian mengasah hasil tulisan menjadi lebih menarik. Anda bisa mencatatnya di Agenda Remaja Prestatif. Agenda Remaja Prestatif bagaikan sahabat anak muda yang ingin mengisi masa mudanya dengan hal-hal positif. Anda bisa mencatat tugas harian, rasa syukur, hingga pengalaman pahit agar tidak mengulangi kesalahan yang sama. Bisa digunakan untuk anak sendiri atau kado menarik. Informasi mengenai Agenda Remaja Prestatif bisa KLIK DI SINI.

Anda punya pertanyaan apa soal menulis? Silahkan tulis di komentar akan kami jawab lewat artikel berikutnya.

Wuri Nugraeni
 

Ibu 1 putra. Copywriter. Penulis buku #99EmakPebisnis #FISIP #CenatCenutReporter dll. Blogger. www.wurinugraeni.com

Click Here to Leave a Comment Below 0 comments

Leave a Reply: