Lompat ke konten
Beranda » Blog » Buku, Hadiah dan Warisan yang Tak Lekang oleh Waktu

Buku, Hadiah dan Warisan yang Tak Lekang oleh Waktu

Ketika Buku menjadi Teman Hidup

Ada seorang anak yang terpaksa kehilangan satu tangannya akibat kecelakaan saat ia bermain bersama teman-temannya. Mirisnya, hal itu sempat membuat ia down. Saat itulah ayahnya membesarkan hatinya, “Kamu harus banyak membaca buku. Dengan membaca kamu akan jadi seseorang dan lupa bahwa kamu cacat.” Setiap hari ia habiskan dengan membaca banyak buku. Dan siapa sangka dari banyak membaca buku itulah akhirnya ia mulai jatuh cinta pada dunia literasi yang kemudian juga turut membesarkan namanya. Siapakah Dia?

Tentu tak asing bagi kita mendengar nama Heri Hendrayana Harris atau biasa dikenal Gol A Gong. Kecintaannya pada buku akhirnya mampu membuka dunianya bahkan membawanya berpetualang ke berbagai negara sekaligus menjadikannya Duta Baca Indonesia oleh Perpustakaan Nasional.

Karya-karyanya juga sudah tak terhitung. Namun, dari kisah hidupnya kita jadi tahu betapa besar peran sebuah buku dalam membentuk seseorang – bagaimana seseorang yang sudah tidak sempurna mampu bertahan dan terus produktif berkarya. Dan hal itu ia temukan melalui buku.

Sebagaimana kita tahu bahwa buku adalah jendela ilmu. Dewasa ini, peran buku justru lebih dari sekedar sumber ilmu, tetapi jembatan penghubung, mediator antar generasi. Karena dari sebuah buku mampu menyampaikan maksud, cerita yang bahkan sudah terjadi sebelum kita ada.

Keunggulan e-book

Sekarang, buku hadir dalam dua bentuk baik versi cetak maupun elektronik. Namun, dibanding versi cetak, orang lebih memilih buku elektronik karena beberapa alasan :

1. Faktor Praktis

Perkembangan digital secara tidak langsung yang paling mendorong munculnya buku atau bacaan elektronik. Alasan orang lebih memilih buku elektronik adalah sisi praktis tanpa perlu membawa buku yang tebal meski memuat ratusan halaman. Di samping itu, akses untuk membaca buku elektronik juga mudah. Kita bisa memindainya terlebih dahulu, lalu disimpan di folder ponsel atau tablet. Kemudahan ini tentu sangat membantu kita untuk membaca buku elektronik kapan pun dan di mana pun.

2. Faktor Ekonomis

Hal lain yang membuat orang memilih buku elektronik adalah dari segi harga yang lebih masuk di kantong. Bisa dibayangkan berapa banyak uang yang harus dikeluarkan untuk membeli buku-buku sejenis trilogi atau berseri. Terkadang, buku-buku elektronik lebih ramah di dompet. Apalagi jika bacaan viral, seperti Broken Strings yang disediakan secara gratis oleh penulisnya langsung.

Selain bisa dicari melalui ponsel, buku-buku elektronik juga tersedia di layanan Perpustakaan Nasional. Cukup dengan mendaftar keanggotaan, maka kita bisa memilih bacaan dari berbagai sumber.

Alasan inilah yang membuat buku elektronik diminati orang-orang, terlebih bagi mereka yang tidak sempat menikmati waktu baca.

3. Faktor Bisnis

Alasan lain yang membuat buku elektronik jadi pilihan adalah peluang bisnis yang menggiurkan. Sisi durable dan safety membuat buku elektronik anti masalah. Dalam arti jarang dibajak atau terjaga orisinalitasnya.

Hal ini karena buku elektronik didesain dengan software yang menjaganya untuk di-copy paste Siapa pun yang ingin menikmati bacaan elektronik tentu harus melakukan transaksi lebih dulu sebagaimana yang terdapat pada platform yang memuat aneka novel ataupun series online.

Meski demikian, orang tetap tertarik pada buku elektronik. Hal itu karena secara tampilan buku elektronik juga lebih enak dibaca (bisa diperbesar hurufnya saat kita membaca) dibanding versi cetak.

E-book vs Cetak

Namun, baik buku cetak maupun buku eletronik memang punya penggemarnya masing-masing. Dan selalu ada sisi positif-negatif antara ke duanya:

1. Buku cetak membuat pembaca lebih meresapi bahkan berimajinasi dibandingkan bacaan elektronik yang kerap dilengkapi ilustrasi.

2. Ada sensasi tersendiri saat menikmati versi cetak yang tidak kita dapatkan saat membaca versi elektronik. 

3. Sebagian besar buku cetak lahir dan diproses oleh penerbit-penerbit mayor melalui seleksi. Berbeda dengan buku elektronik yang bisa diproduksi sendiri. 

Baik buku versi cetak maupun elektronik, keduanya memiliki peran yang sama – menyampaikan informasi yang berguna bagi pembacanya. Dan dari beberapa kategori hadiah, buku memiliki nilai istimewa saat ditujukan untuk orang lain.

Apalagi jika buku tersebut ditulis sendiri. Tentu ada kebanggaan tersendiri saat memberikannya pada seseorang. Dan sekarang ini hal tersebut bukan angan-angan belaka. Siapa saja dapat membuat buku bahkan menuliskan kisah-kisah meski hanya berbau slice of life. Beruntungnya bersama Indscript Creative x JA, kita bisa memulainya lewat beberapa kelas yang ditawarkan.

1. Kelas Menulis Artikel Traveling

Jangan buang kisah perjalanan berharga Anda begitu saja. Dengan bimbingan dari mentor berkompeten, Anda juga bisa menelurkan sebuah buku perjalanan. Kelas yang akan dimulai tanggal 11 April ini cocok sekali bagi Anda yang ingin membagikan cerita, pengalaman berharga lebih dari sekedar memyimpannya dalam bentuk foto ataupun video. Kabar baiknya, di kelas ini kisah perjalanan Anda juga akan dibubukan, lho.

2. Kelas Menulis Fiksi Mini

Selain kelas menulis perjalanan, bagi Anda yang suka menulis fiksi anti ribet, to the point sekaligus penuh surprising, maka Kelas Menulis Fiksi Mini jawabannya. Diampu oleh mentor yang jago di bidangnya, kelas ini akan dimulai tanggal 13 April. Selain ilmu-ilmu seputar fiksi mini, karya Anda juga akan dibukukan dalam bentuk e-book. Double ilmu yang didapat.

Selain kedua kelas menulis online di atas, Indscript juga menyediakan kelas lain seperti menulis biografi. Siapa bilang biografi hanya untuk tokoh fenomenal? Bersama Indscript Creative, semua jenis kepenulisan bisa dipelajari bahkan skill berbicara di depan umum yang diajarkan pada Kelas T o T (Training for Trainer) yang juga masih dibuka kelasnya baik untuk pemula maupun advanced.

Penutup

Dalam bentuk cetak maupun elektronik, keberadaan buku selalu memegang peran penting dalam hidup kita. Terlepas dari tujuannya untuk mencari ilmu atau sekedar mencari hiburan, buku selalu istimewa. Karena buku lahir dari sebuah pemikiran, pengalaman bahkan imajinasi yang dituangkan secara jujur untuk menerangi jiwa-jiwa yang haus akan hal baru.