Hari ini bukan sekadar pertemuan.
Ini adalah titik temu dua kekuatan besar: strategi digital marketing dan kekuatan tulisan yang membangun makna.
Dalam diskusi yang hangat namun penuh visi, kami berkesempatan berdialog langsung dengan Ryan Kristo Muljono.
Beliau bukan hanya praktisi, tetapi juga sosok yang telah membangun ekosistem di dunia digital marketing. Sebagai Founder & CEO ToffeeDev, Ryan aktif membantu berbagai perusahaan dan UMKM mengembangkan bisnis melalui strategi pemasaran digital yang terukur.
Perannya tidak berhenti di sana. Ia juga dikenal sebagai pakar digital marketing, pembicara, sekaligus konsultan yang telah mendampingi banyak bisnis untuk meningkatkan penjualan melalui internet. Melalui platform pribadinya, ia juga menjadi 10X Business Coach, membimbing para pengusaha untuk naik kelas dalam menjalankan bisnis mereka.
Sebagai penulis, Pak Ryan telah melahirkan karya seperti buku Digital Marketing Concept yang diterbitkan oleh Gramedia—sebuah kontribusi nyata dalam menyebarkan ilmu pemasaran digital di Indonesia. Ia juga merupakan alumni Universitas Bina Nusantara dan mendapatkan penghargaan Alumni Recognition Award 2025 kategori Entrepreneur, yang semakin menguatkan rekam jejaknya sebagai pelaku bisnis dan pemikir di bidangnya.
Diskusi ini menjadi langkah awal penjajakan kolaborasi antara INDSCRIPT dan perusahaan yang beliau pimpin. Namun lebih dari itu, ada satu insight kuat yang menjadi benang merah:
_Hari ini, tulisan bukan lagi pelengkap dalam pemasaran. Tulisan adalah fondasi._
Di tengah derasnya arus digital, banyak brand hadir…tetapi tidak semua benar-benar “terasa”.
Banyak yang terlihat…
tetapi sedikit yang dipercaya.
Karena pada akhirnya, audiens tidak hanya membeli produk.
Mereka membeli cerita, makna, dan kepercayaan.
Pak Ryan menegaskan bahwa kebutuhan akan jasa penulisan saat ini semakin meningkat. Brand membutuhkan narasi yang kuat untuk menjelaskan siapa mereka, apa value mereka, dan mengapa mereka layak dipilih.
Bukan sekadar tampil. Tetapi menancap di benak audiens.
Diskusi ini dipandu langsung oleh CEO Indscript, Sari Agustia, yang mengarahkan pembahasan pada peluang kolaborasi strategis.
Bagaimana jika kekuatan storytelling INDSCRIPT—yang selama ini melahirkan buku, narasi personal, dan konten berbasis pengalaman—dipadukan dengan strategi digital marketing yang presisi?
Apa yang terjadi jika konten yang kuat tidak lagi berjalan sendiri, tetapi didorong dengan strategi distribusi yang tepat?
Jawabannya jelas: Konten tidak hanya dibaca. Ia akan ditemukan, diingat, dan dipercaya.
Di sinilah kami melihat masa depan.
Sebuah pendekatan pemasaran yang tidak hanya mengejar angka, tetapi membangun otoritas, kredibilitas, dan hubungan jangka panjang.
Karena strategi tanpa cerita akan terasa kosong dan cerita tanpa strategi akan tenggelam.
Kolaborasi ini bukan hanya peluang. Ini adalah arah baru.
Bagi INDSCRIPT, ini adalah penguatan misi—bahwa menulis adalah cara membangun dampak.
Dan hari ini, dampak itu menemukan jalannya melalui strategi yang tepat.
Semoga ini menjadi awal dari sesuatu yang besar.
Karena ketika strategi bertemu cerita, pemasaran tidak lagi terasa menjual—ia berubah menjadi pengaruh yang hidup dan kepercayaan yang tumbuh.-
