Lompat ke konten
Indscript x Ammar Kaayu
Beranda » Blog » Menulis : Menyampaikan Maksud dan Jalin Kolaborasi

Menulis : Menyampaikan Maksud dan Jalin Kolaborasi

Menulis dalam Benak Orang

Apa yang terbayang dalam benak Anda ketika mendengar kata menulis? Bagi sebagian orang, menulis itu tidak semudah membaca. Selain butuh keterampilan dalam mengolah kata, menulis juga melibatkan rasa yang tertuang dalam kemampuan untuk memilih diksi agar sampai kepada pembacanya. Oleh sebab itu, lebih banyak yang memilih membaca daripada menulis.

Padahal, menulis juga bisa menjadi jembatan bagi kita untuk sebuah misi – entah menghibur, menyindir atau bahkan mencurahkan isi hati. Dan yang lebih menarik lagi, zaman sekarang menulis juga bisa menjadi ladang penghasilan.

Sebagaimana yang dirasakan penulis setelah bergabung bersama Indscript Creative 3 tahun lalu. Siapa sangka, ungghan iklan di media sosial kemudian mengenalkan saya pada Indscript Creative. Dari sana kemudian saya tahu bahwa Indscript Creative bukan hanya sebuah komunitas menulis, tetapi lebih dari itu. Bermula dengan mendaftar salah kelas – kelas quote- ada pengalaman tersendiri selama menjalaninya di mana sebuah tulisan dapat lahir dari hal tak terduga atau bahkan di sekitar kita. Apalagi sesi kurasi harian yang cukup mendebarkan. Momen inilah yang tidak terlupakan, selain dapat melihat karya teman-teman, kurasi ini juga menjadi ajang berlatih menulis secara rutin tentunya juga bersaing dengan sesama member.

Terlepas dari berapa apresiasi yang didapat, menulis quote juga menjadi bagian dari momen perenungan, mengingat tulisan yang dihasilkan kadang juga terinspirasi dari kejadian yang relate.

Faktor Pendukung dalam Menulis

Seiring berjalannya waktu, lewat Indscript Creative juga memberi insight bahwa menulis juga bukan sekedar menghasilkan karya, tetapi diperlukan skill lain serta faktor pendukung. Adapun hal tersebut meliputi:

1. Personal Branding

Umumnya, orang akan mengenal  lewat kebiasaan yang kita tampilkan. Begitu juga dengan branding yang tidak lepas dari citra diri. Saat memilih jalur menulis, maka kita harus rajin mempromosikan karya tulis kita. Konsistensi jadi faktor yang utama, panjang maupun pendek karya yang kita buat, usahan untuk rutin membagikannya. Saat kita membagikan karya tulis lewat media sosial, orang pasti akan mebranding kita sebagai penulis. Dan kita bisa membuat ciri khas tulisan dengan gaya bahasa atau jenis tulisan yang kita share.

2. Marketing

Saat menulis, tentu kita ingin menyampaikan sebuah maksud. Dan karya tersebut akan lebih berdampak ketika dapat memberi impact pada orang lain khususnya pembaca. Maka dari itu, jika kita memilih media sosial sebagai rumah untuk mempromosikan karya, tekankan interaksi yang membuat orang bertanya dan penasaran dengan tulisan yang kita buat. Atau bisa juga menggunakan bantuan review teman yang sudah membaca karya kita. Meskipun teknologi sudah canggih, efek dari mulut ke mulut cukup ampuh dalam proses marketing.

3. Networking

Poin ketiga yang kita perlukan dalam mengembangkan kemampuan menulis adalah networking. Meskipun menulis itu cenderung diam – tidak banyak gerak – networking atau relasi juga sangat dibutuhkan. Sebagaimana Indscript Creative yang selalu melebarkan networking dengan banyak pihak.

Keberadaan networking ini justru mampu memberikan pemahaman baru yang akan memperkaya isi tulisan kita. Langkah nyata networking ini misalnya seperti kerja sama Indscript Creative dengan sekolah-sekolah lewat program Indscript Goes to School untuk menumbuhkan giat literasi. Atau dapat juga berupa undangan menulis antologi mengenai masa perjuangan menghadapi ujian atau cobaan yang melibatkan penulis dengan berbeda latar belakang seperti yang pernah dilakukan pada Buku Menolak Rapuh.

Kita pun dapat mengikuti jejak Indscript Creative, misalnya berkolaborasi menulis dengan teman komunitas lain. Nantinya, tulisan kita akan lebih berwarna dan jalinan kolaborasi tersebut juga mendukung satu sama lain. Seperti Indscript Creative yang berkolaborasi dengan Ammar Kayu di mana kita dapat memesan home decor berisi quote pilihan baik yang sudah ready maupun ukuran custom.

Semakin banyak relasi yang kita kenal, semakin luas pula tulisan kita. Sehingga bukan hanya tulisan seputar kehidupan atau slice of life, tetapi bisa juga mengangkat hal lain yang inspiratif.

Penutup

Menulis pada dasarnya bukan hanya memindahkan isi kepala, tetapi juga menyampaikan gagasan agar memberi dampak dan nilai bagi sesama. Oleh sebab itu selain keberanian untuk memulai juga diperlukan faktor pendukung lain, agar nantinya tulisan tersebut tidak berhenti sebatas “selesai”.

Branding diri bahwa kita adalah penulis harus ditopang dengan konsistensi. Tidak perlu berkecil hati jika karya kita dinilai membosankan atau belum mendapat apresiasi, karena tulisan selalu memiliki pembacanya sendiri-sendiri. Begitu pula dengan marketing dan networking, hubungan keduanya begitu erat agar lebih memaksimalkan sebuah karya. Sehingga nantinya karya tulis kita tidak hanya selesai, tetapi juga memberi dampak dan pastinya memiliki nilai jual yang patut diperhitungkan.