Lompat ke konten
Beranda » Blog » Sejarah Ekonomi Sirkular dalam Pengelolaan Sampah

Sejarah Ekonomi Sirkular dalam Pengelolaan Sampah

Indscriptcreative.com – Rangkasbitung, 29 September 2026

Dalam menciptakan lingkungan yang sehat, perlu diterapkan sistem ekonomi sirkular untuk mendukung keberlanjutan. Dengan sistem yang tidak keberlanjutan, sumber daya alam terus digunakan sehingga dapat merusak lingkungan. Sistem ekonomi sirkular yang mengedepankan kelestarian lingkungan dan keadilan sosial menjadi solusi untuk masa depan yang lebih baik. Lalu, apa itu ekonomi sirkular?

Definisi Ekonomi Sirkular

Ekonomi sirkular bertujuan untuk menyimpan sumber daya dalam siklus yang tertutup. Penerapannya dimulai dengan mengurangi penggunaan bahan, mendesain ulang penggunaan sumber daya alam pada bahan dan produk, serta dapat mendaur ulang sampah semaksimal mungkin. Tujuannya adalah untuk memanfaatkan sumber daya sisa menjadi bahan dan produk baru lainnya. Berdasarkan hal tersebut, ekonomi sirkular sangat menjaga siklus bahan, produk, dan layanan selama mungkin. Prinsip yang dianut juga sangat menjaga kelestarian lingkungan karena tidak boros dalam menggunakan sumber daya alam. Selain itu, mengutamakan ke mana sampah yang dihasilkan dari produk maupun layanan. Tidak hanya membuang begitu saja, tetapi mencari cara bagaimana meminimalisir sampah.

Sejarah Ekonomi Sirkular

Pada tahun 1987 PBB mendefinisikan ekonomi sirkular sebagai pembangunan berkelanjutan yang menerapkan prinsip utama yaitu pertumbuhan ekonomi, inklusi sosial, dan perlindungan lingkungan. Selain itu PBB juga mengartikan bahwa ekonomi hijau ini memiliki tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia dan keadilan sosial, serta berupaya mengurangi kerusakan lingkungan. Sejarah ekonomi sirkular berlanjut hingga pada tahun 1990, terjadinya pembangunan ekonomi yang sangat cepat karena penggunaan mesin dan teknologi canggih lainnya yang mengakibatkan polusi lingkungan pun meningkat.

Oleh karena itu, para ahli mencari alternatif sistem ekonomi yang menetapkan instrumen kebijakan dan aksi, mengelola rantai logistik produk, serta mewujudkan inovasi dan teknologi yang mengedepankan kelestarian lingkungan. Kini sejarah ekonomi sirkular menjadi rencana banyak rencana di dunia,  untuk menjadi tujuan yang ingin dicapai demi masa depan yang lebih baik, karena masa depan agar diperoleh dari penerapan ekonomi sirkular. Indonesia pun turut serta menggapai sejarah ekonomi sirkular menjadi sebuah komitmen yakni dengan mendeklarasikan menjadi negara tanpa emisi pada tahun 2060.

Manfaat Ekonomi Sirkular

Berikut manfaat yang akan diperoleh dari penerapan ekonomi sirkular:

1. Lapangan Kerja Baru

Laporan dari organisasi buruh internasional menyebutkan bahwa dengan beralih ke sistem ekonomi sirkular akan banyak lapangan kerja baru yang tercipta. Hal ini dikarenakan terdapat bidang-bidang baru seperti daur ulang, perbaikan, sewa, dan manufaktur ulang.

2. Ketahanan Bisnis

Dengan beralih ke sistem ekonomi sirkular, bisnis akan menggunakan lebih sedikit bahan murni dan lebih banyak pembuatan ulang. Hal tersebut akan mengurangi paparan perusahaan terhadap ketidakstabilan harga bahan murni dan gangguan rantai pasokan dari distributor.

3. Menghemat Emisi

Sekitar empat puluh lima persen emisi gas rumah kaca global bersumber dari produksi makanan, penggunaan bahan dan produk. Emisi juga bersumber dari produk sekali pakai yang digunakan. Dengan beralih ke sistem ekonomi sirkular, emisi akan berkurang secara global sebanyak tiga puluh dua persen pada tahun 2023.

4. Menghemat Sampah

Prinsip ekonomi hijau serta dalam penanganan sampah. Dengan sistem ekonomi yang saat ini digunakan, sampah yang dihasilkan secara global dapat mencapai tiga ratus juta ton setiap tahunnya. Sistem ekonomi saat ini juga tidak mementingkan pengelolaan sampah yang dihasilkan dari suatu produk atau layanan, sehingga sampah terbuang begitu saja baik di daratan maupun di lautan. Sementara itu, prinsip ekonomi berkelanjutan dengan penerapan penggunaan barang selama mungkin akan mengurangi jumlah limbah.

5. Mengurangi Penggunaan Sumber Daya

Ekonomi sirkular sangat mengutamakan penggunaan sumber daya alam, dan memaksimalkan cara sebisa mungkin agar tidak boros. Selain itu, prinsip ekonomi hijau juga sangat menekankan pada proses daur ulang. Hal ini membuat hasil sumber daya alam murni berkurang, penerapan ekonomi sirkular juga berpotensi dapat mengurangi sumber daya alam sebanyak tujuh puluh persen.

Penutup:

Ekonomi sirkular dalam pengelolaan sampah berakar dari kritik terhadap model linear “ambil, buat, buang”. Konsep ini berkembang lewat gagasan ekologi industri dan resmi menguat secara global sejak dasawarsa 1970-an hingga pelembagaannya oleh yayasan modern untuk menjaga siklus material yang terus berputar. Meskipun belum banyak industri dan organisasi yang menerapkan sistem ekonomi sirkular, kita tetap dapat berkontribusi pada pelestarian lingkungan dan kesejahteraan manusia sehingga dapat mengelola sampah dengan baik.