Ketika Bantuan menjadi Harapan
Akhir-akhir ini marak pemberitaan bencana alam. Belum usai kebakaran yang terjadi di Kalimantan, peristiwa serupa juga terjadi di sekitar kawasan Bromo, Jawa Timur.
Hal ini tentu membuat radar kewaspadaan kita harus ditingkatkan, pasalnya kita tidak pernah tahu kapan bencana atau musibah datang menyapa.
Apa yang menimpa Saudara kita di Sumatra dan Aceh beberapa waktu lalu ketika terjadi banjir bandang harus menjadi pembelajaran bagi kita – betapa saat bencana itu terjadi, kita tidak mungkin menyelamatkan apa pun selain diri sendiri.
Tas Darurat sebagai Penyelamat
Oleh karena itu, sudah seharusnya kita mempersiapkan segala kemungkinan sejak dini; yaitu dengan membekali tas darurat. Adapun tas darurat ini difungsikan sebagai wadah untuk menampung benda-benda penting baik berupa surat-surat berharga maupun kebutuhan pribadi yang paling krusial.
Lalu apa saja yang perlu dipersiapkan untuk mengisi tas darurat? Mengingat fungsinya yang mana akan dipakai saat momen genting, hal utama yang perlu kita pahami adalah mengisi tas seperlunya saja, atau dapat kita perkirakan untuk menyiapkan segala kebutuhan per 3 (tiga) hari. Mengapa? Hal ini sebagai antisipasi bilamana bantuan yang kita harapkan tidak tiba tepat waktu. Berikut ini barang-barang yang bisa kita bawa dalam tas darurat :
1. Pakaian
Saat mempersiapkan tas darurat, cukup bawa baju ganti seperlunya saja. Minimal siapkan untuk 3hari. Jangan lupa untuk menyisipkan handuk serta selimut.
2. Obat-obatan
Ketika bencana melanda, besar kemungkinan apotek atau toko obat sulit ditemukan. Oleh sebab itu, siapkan obat-obatan yang sering kita perlukan. Sediakan pula pembalut serta salep anti gatal sebagai antisipasi terjangkit penyakit kulit.
3. Air minum
Seperti kita tahu bahwa manusia dapat menahan lapar tetapi tidak dengan haus. Apalagi di cuaca ekstrem seperti sekarang, di mana krisis air bersih melanda di mana-mana. Maka menyiapkan beberapa botol air mineral penting bagi kita.
4. Uang Receh
Hal lain yang perlu kita siapkan sebagai isi tas darurat adalah uang receh. Ketika terjadi bencana, bisa jadi sumber listrik padam. Hal ini tentu mengakibatkan tidak beroperasinya mesin ATM bahkan segala transaksi yang mengguunakan uang elektronik. Keberadaan uang receh baik koin maupun pecahan monimal kecil sangat kita andalkan.
5. Alat Penerangan
Benda lain yang perlu kita masukkan dalam tas darurat adalah alat penerangan baik berupa senter, lilin, atau pun lampu emergency.
6. Dokumen Penting
Dokumen penting yang harus kita selamatkan misalnya ijazah, sertifikat rumah, akta kelahiran maupun berkas-berkas yang menyangkut data diri. Usahakan menyimpan dokumen penting ini dalam satu wadah anti air dan kedap udara. Hal ini penting untuk menghindari kerusakan atau jamuran pada isi dokumen.
7. Makanan
Meskipun saat bencana tersedia dapur umum, tidak ada salahnya jika kita juga mempersiapkan makanan dalam tas darurat. Ada yang perlu diperhatikan saat menyiapkan makanan – pilihlah jenis makanan yang memiliki masa simpan cukup lama dan memiliki cukup nutrisi. Jenis makanan yang bisa kita upayakan misalnya kurma, sereal, kacang-kacangan, kornet, mie instan, roti kering atau biskuit. Biasanya jenis makanan kaleng yang memiliki daya simpan tahan lama.
8. Peluit
Benda yang tidak kalah penting untuk kita siapkan dalam tas darurat adalah peluit. Penggunaan peluit ini berguna sebagai sumber bunyi bagi kita jika kemungkinannya berada di daerah yang sulit terjangkau atau terisolir. Dengan adanya peluit bisa memberitahu letak keberadaan kita. Jika memungkinkan, media informasi seperti radio juga memegang peranan penting. Hal ini berguna sebagai informasi tentang perkembangan penanganan bantuan pada daerah terdampak oleh pemerintah setempat maupun pusat.
Penutup
Kita tidak pernah tahu kapan bencana datang. Namun kita bisa mengupayakan segala kemungkinan yang akan terjadi nantinya. Dengan adanya tas darurat, harapannya bisa menjadi pertolongan pertama saat terjadi bencana. Karena saat bencana melanda, kepanikan yang biasanya menyapa lebih dahulu hingga kita tidak sempat membawa apa pun selain baju yang menempel di badan. Karena itu, sediakan tas darurat Anda sejak dini, bukan sebesar koper ala liburan keluarga, namun tas yang praktis dibawa dan cukup memuat kebutuhan kita di masa darurat.
