Bandung, 18 Juli 2026 – Saya Widi Nugroho, Pegiat Literasi Lebak Banten, berkesempatan berkunjung ke salah satu Pondok Pesantren Modern. Pola juga diversifikasi (Pesantren & Sekolah Normatif Umum). Mengapa dilakukan? Melihat judul grup seperti mengarah ke sana. Terlepas nanti bisa diterima atau tidak.
Di sana kami berdiskusi mengenai peta permasalahan literasi yang ada. Apakah Mading, kesiswaan, buletin, dakwah atau jurnal serta potensi lomba terkait literasi
Di sana ternyata masih menunggu jawaban, apakah pimpinan setuju dengan konsep kami yang masih sebatas fundamental dasar dasar kepenulisan. Saat itu saya menceritakan bahwa kami sedang mencari pola yang tepat pada setiap jenjang yang berbeda.
Dengan literasi yang masif, kami percaya bahwa minat dan kompetensi akan naik dengan sendirinya tanpa diminta. Saat ini kebijakan literasi masih minim sebatas ekskul dan pendampingan lomba.
Kami percaya kelak, literasi akan jadi salah satu komponen kebijakan yang wajib melekat di satuan jam pelajaran di luar pelajaran bahasa Indonesia.
Kami pun percaya bahwa literasi akan membawa potensi penulis lokal akan bermunculan
