Indscriptcreative.com – Rangkasbitung, 22 Juni 2026
Dalam sebuah wawancara kerja, user, maupun HRD akan menanyakan pertanyaan terkait karakteristik kandidat pelamar. Pertanyaan soal kelebihan dan kekurangan diri sering kali dilontarkan dalam wawancara kerja. Oleh karena itu, sebagian besar pelamar menjawab dengan pernyataan yang dimulai dari kelemahannya. Kandidat lebih mudah menjelaskan tentang kelemahan, dibandingkan dengan kelebihan sendiri. Situasi ini merupakan salah satu cerminan dari pola pikir yang melekat dalam diri seseorang.
Pengertian Growth Mindset
Pola pikir (mindset) terbentuk dalam waktu yang tidak singkat, namun bisa diubah menjadi lebih baik. Mindset dalam diri seseorang terdapat dua hal, yaitu fixed mindset dan growth mindset. Seseorang yang berpikir fixed mindset tidak akan sukses dalam kariernya, ciri-ciri dari orang dengan fixed mindset memiliki sifatnya terbatas dan sulit untuk dikembangkan. Fixed mindset percaya bahwa mereka dilahirkan dengan kualitas tertentu, baik positif maupun negatif. Mereka beranggapan bahwa sebagian besar yang ada dalam dirinya adalah mutlak. Sedangkan growth mindset merupakan pola pikir berkembang dan selalu menyadari adanya perubahan. Dengan begitu, pemilik growth mindset akan terus memperbaiki diri dan mengasah bakat yang dimilikinya.
Pentingnya Growth Mindset dalam Dunia Kerja
Pola pikir bisa menjadi penentu sukses atau gagalnya organisasi. Oleh karena itu, tim human resource (HR) dan learning development (LD) saat masa pandemi Covid 19 berfokus pada cara membangun growth mindset di antara karyawannya. Dunia kerja mengalami perubahan yang pesat seiring dengan kehadiran pandemi Covid 19, tugas utama dari HR dan LD adalah meningkatkan kemampuan karyawan dan berusaha mempersiapkan karyawan untuk menyambut perubahan dunia kerja di masa mendatang. Adapun yang bisa dilakukan oleh tim HR dan LD dalam organisasi untuk membangun growth mindset:
1. Perubahan Isu yang Berkembang di Perusahaan
Mengetahui isu yang sering terjadi dalam organisasi menjadi sangat penting. Dengan begitu, tim HR dan LD mampu menganalisis kekurangan dan kelebihan dari tim. Hal tersebut nantinya bisa menjadi bahan penyusunan strategis perusahaan. Perusahaan yang responsif terhadap kebutuhan karyawan, tentunya menjadi dambaan. Ingin mewujudkan kondisi ideal tersebut, akan memberikan pelatihan dan pengembangan kapasitas karyawan.
2. Memanfaatkan Program Pelatihan dari Tim Learning & Development
Program peningkatan kapasitas atau pelatihan yang diadakan oleh LD selaras dengan langkah menumbuhkan growth mindset di karyawan. Para karyawan dituntut untuk mengembangkan potensi dan ide yang dimilikinya. Pada masa pandemi Covid 19, tim LD tetap mengembangkan pelatihan bagi karyawannya. Mereka melakukan pelatihan dengan pembelajaran jarak jauh dan memanfaatkan perkembangan teknologi.
3. Menciptakan Budaya Kerja yang Baik dan Kompetitif
Tim LD mencoba memanfaatkan peluang yang ada dalam sebuah organisasi, kemudian membuat rancangan kegiatan untuk meningkatkan keterampilan dari karyawan. Hal tersebut secara tidak langsung menumbuhkan budaya kerja yang positif di mana peningkatan kapasitas karyawan menjadi prioritas. Selain itu, tim kerja juga bisa diasah melalui program pengembangan dan pelatihan. Karyawan akan bertanggung jawab atas pengembangan kapasitas mereka sendiri, melacak pergerakan dan perkembangan perannya dalam industri.
4. Mengembangkan Pelatihan Formal dan Informal
Tim L&D dapat mengembangkan dan mempromosikan kebiasaan belajar pada karyawan. Pembelajaran bukan hanya seputar pekerjaan, tim LD bisa juga menyelipkan pengembangan manusia di sektor informal. Misalnya, pelatihan public speaking, financial, literacy, dan lain-lain. Pelatihan dikembangkan secara berkala dan berkelanjutan hingga perlahan mengubah pola pikir (growth mindset). Karyawan juga bisa membuat solusi pembelajaran yang lebih sesuai dengan kebutuhan.
5. Kolaborasi Antara HR dan LD Dalam Membuat Kegiatan Terpadu
Terakhir untuk mengembangkan growth mindset dalam organisasi, tim HR dan LD dapat berkolaborasi dalam membuat pelatihan yang terpadu. Integrasi dalam hal ini berkaitan dengan alur kerja dalam keseharian. Peserta pelatihan biasanya merupakan delapan puluh persen dari apa yang mereka pelajari dalam tiga puluh hari. Oleh karena itu, perlu adanya penerapan atau implementasi kegiatan pelatihan dalam pekerjaan sehari-hari.
Penutup:
Membangun growth mindset antar karyawan dapat dicapai melalui tiga langkah utama. Budayakan ruang aman agar tidak takut mencoba dan gagal, berikan umpan balik (feedback) yang konstruktif, serta hargai proses dan usaha (bukan sekadar hasil) untuk mendorong pembelajaran yang berkelanjutan. Proses tersebut membuat pembelajaran lancar di tempat kerja dan mempercepat pembelajaran untuk memberikan hasil yang lebih baik.
