Indscriptcreative.com – Rangkasbitung, 16 Juni 2026
Memiliki growth mindset dapat menjadi keuntungan bagi pencari kerja, karena seseorang dengan pola pikir ini mampu memperluas kapasitas belajar. Baik belajar hal baru maupun mengasah keterampilan yang sudah dimilikinya. Jika seseorang mengadopsi growth mindset bukan tidak mungkin ia dapat meningkatkan kariernya, di tengah dinamika dunia kerja yang terus berubah maka pertimbangkan untuk memiliki aset ini.
Apa Itu Growth Mindset?
Psikolog dari Stanford University Carol Dweck mengenalkan konsep growth mindset setelah puluhan tahun melakukan riset tentang pola pikir pertumbuhan. Hasil risetnya menunjukkan bahwa siswa dengan growth mindset secara konsisten mengungguli siswa dengan fixed mindset. Lalu, apa itu growth mindset? Pola pikir yang berkembang merupakan keyakinan bahwa kemampuan kecerdasan dan bakat dapat dikembangkan melalui kerja keras. Individu dengan mindset ini melihat tantangan sebagai peluang, menerima kritik sebagai masukan yang berharga, dan memandang usaha menjadi jalur menuju penguasaan, bukan sekadar bukti kekurangan.
Sebaliknya, individu dengan fixed mindset atau pola pikir tetap tidak mampu melakukan itu semua. Ia percaya bahwa kemampuan dan bakat adalah sifat bawaan yang tidak bisa diubah, sehingga ia enggan menghadapi atau menyesuaikan diri dengan perubahan. Di dalam dunia kerja, seseorang dengan growth mindset akan membawa dampak transformasi yang dinamis. Keuntungannya antara lain:
1. Tidak Mudah Menyerah
Dunia kerja penuh dengan perubahan mendadak, mulai dari peralihan proyek, restrukturisasi tim, hingga perkenalan teknologi baru. Individu dengan growth mindset cenderung lebih mampu beradaptasi di masa sulit, sehingga mereka tidak mudah menyerah saat menghadapi kemunduran dan cepat merespons kebutuhan baru di perusahaan.
2. Semakin Proaktif
Tidak sedikit perusahaan mencari karyawan yang mampu mengembangkan keterampilan (upskilling) dan mengubah keterampilan (reskilling) secara berkala. Dengan growth mindset, Anda secara proaktif mencari peluang pelatihan, sertifikasi, dan tantangan baru. Hal ini sangat penting, karena masa pakai keterampilan teknis semakin pendek.
3. Performa Kerja Lebih Tinggi
Karyawan yang percaya bahwa mereka dapat menjadi lebih baik cenderung mengeluarkan usaha ekstra. Mereka tidak takut mengambil proyek, pada akhirnya akan menghasilkan inovasi, pemecahan masalah yang lebih efektif, dan kontribusi nyata terhadap perusahaan.
4. Menarik Perhatian Perekrut
Perekrut dan hiring manager secara aktif mencari tanda-tanda growth mindset selama sesi wawancara. Mereka tahu bahwa kandidat dengan pola pikir berkembang akan menjadi aset jangka panjang seiring pertumbuhan perusahaan, kemampuan Anda dapat mendiskusikan kegagalan masa lalu dan bagaimana belajar jauh lebih berharga daripada hanya cerita pencapaian target atau kesuksesan proyek tanpa hambatan.
Empat Strategi Memiliki Growth Mindset dalam Pencarian Kerja
Bagi pencari kerja yang sedang memperoleh peluang baru, menerapkan pola pikir ini dapat mengubah proses pencarian tersebut. Terlebih bagi fresh graduate yang baru memasuki dunia kerja, transisi dari lingkungan akademik ke profesional bisa sangat menantang. Inilah saatnya growth mindset harus menjadi senjata utama.
-
Fokus Pada Proses, Bukan Hasil
Proses pencarian kerja sering kali di luar kendali Anda, seperti jumlah pelamar, anggaran perusahaan, dan matriks penilaian perekrut. Apa yang bisa dilakukan? Tetapkan tujuan harian atau mingguan untuk mengoptimalkan pengiriman aplikasi lamaran kerja, analisis penyebab lamaran ditolak atau gagal dalam sesi wawancara, konsisten mengikuti proses rekrutmen, dan jangan lupa untuk merayakan keberhasilan.
-
Kembangkan Rasa Ingin Tahu
Anda harus mengembangkan rasa ingin tahu, karena hal itu adalah akar dari growth mindset. Caranya, Anda bisa mempelajari kualifikasi dalam job description untuk mengetahui kandidat yang diinginkan oleh perusahaan. Lalu mendalami keterampilan teknis dan beberapa bidang terkaitnya seperti prinsip t-shaped profesional. Sikap tersebut membuat Anda terlihat mudah beradaptasi.
-
Ubah Pandangan
Mengubah pola pikir perlu mengatur kembali pandangan Anda. Misalnya, menghadapi tantangan dengan sikap menyelidiki, maksudnya, ketika dihadapkan dengan keterampilan yang tidak Anda miliki. Maka mulailah untuk mempelajari hal itu, Anda juga bisa mengganti kalimat dari “saya tidak bisa membuat video, menjadi “saya belum bisa membuat video, tetapi saya akan mencari tahu caranya”. Dalam situasi ini, Anda bisa fokus pada solusi untuk belajar sesuatu.
-
Prioritaskan Umpan Balik
Jangan bekerja untuk mendapatkan pujian, terlebih itu terjadi di tempat kerja pertama. Bekerjalah untuk mendapatkan umpan balik dari atasan maupun rekan kerja. Anda pun dapat meminta umpan balik secara berkala kepada mereka tentang keterampilan teknis yang harus ditingkatkan, keterampilan nonteknis yang perlu didalami, dan menerima kritikan dari mereka tanpa sikap defensif. Ingat, kritik adalah alat untuk pertumbuhan, bukan dari harga diri Anda,
Penutup:
Growth mindset adalah keyakinan bahwa kecerdasan dan kemampuan dapat terus berkembang melalui usaha, dedikasi, dan pembelajaran. Di dunia kerja yang dinamis, pola pikir ini menjadi kunci utama untuk beradaptasi dengan perubahan, bangkit dari kegagalan, dan membuka peluang karier lebih luas. Dengan menerapkan pola pikir yang berkembang, Anda tidak ragu untuk belajar lagi demi meningkatkan oportunitas dan mendapatkan peran di tempat baru. Jadikan setiap tantangan sebagai pijakan, bukan menjadi tembok penghalang.
