Kemarin saya berkesempatan menghadiri undangan pertemuan para tokoh Jawa Barat. Seperti kebiasaan saya, saya selalu membawa buku setiap kali hadir dalam acara atau pertemuan penting.
Kali ini, buku yang saya bawa adalah karya Ibu Fifie Rahardja yang mengisahkan perjalanan dan sepak terjang beliau selama 11 tahun mengelola Bank Sampah Bersinar, yang mana lembaga ini merupakan bagian dari Yayasan Solusi Bersinar Indonesia (YSBI).
Masya Allah, kehadiran buku tersebut ternyata menjadi sarana yang sangat luar biasa. Melalui buku itulah, saya bisa memperkenalkan sosok Ibu Fifie Rahardja salah satu Kartini Indonesia yang berkiprah nyata yang telah dilakukan Bank Sampah Bersinar kepada para tokoh-tokoh penting yang hadir di pertemuan tersebut.
Dalam diskusi dan obrolan yang hangat dalam pertemuan para tokoh ini adalah tentang sosok Kartini dan peran perempuan masa kini.
Bagaimana para Kartini Indonesia ini bisa menyatu menjadi satu kesatuan yang kuat, dengan tujuan utama menciptakan perempuan yang MENTALNYA SEHAT.
Kami sepakat bahwa prinsipnya sangat jelas: “Jika seorang perempuan memiliki mental yang sehat, maka kesehatan itu akan menular dan membuat seluruh keluarganya (hingga lingkungan bahkan negara) juga menjadi sehat, bahagia, dan sejahtera.”

Dalam pertemuan itu juga kami bahas tentang KONSEP PRODUKTIVITAS PEREMPUAN. Bahwa produktivitas perempuan itu BUKAN HANYA soal ekonomi semata, melainkan mencakup 3 dimensi besar:
1. Produktivitas Domestik (Pengelolaan rumah tangga dan keluarga)
2. Produktivitas Sosial (Kontribusi pada masyarakat dan lingkungan)
3. Produktivitas Ekonomi (Kemampuan menghasilkan nilai tambah)
Konsep inilah yang akan kami bangun, agar perempuan tidak hanya kuat secara fisik, tapi juga matang secara mental dan bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Sepulang dari pertemuan itu, saya langsung memimpin rapat bersama tim inti YSBI dan Bank Sampah Bersinar.
Alhamdulillah, pada kesempatan itu kami juga kedatangan Ibu Maryam. Beliau adalah sosok yang telah kami tunjuk sebagai Ketua Pengelola Lumbung Pangan, yang nantinya akan menjadi salah satu pilar penting dalam program YSBI ke depannya.
Dalam rapat tersebut, kami juga melakukan peninjauan lokasi di Oxbow, di mana terdapat lahan seluas 5.000 meter persegi. Lahan strategis ini rencananya akan kami bagi menjadi 4 bagian utama dengan fungsi masing-masing, yaitu:
1. Area Lumbung Pangan Mandiri
2. Area Edukasi Lingkungan
3. Kantor dan Pusat Pengolahan Bank Sampah Bersinar
4. Area Parkir Luas beserta fasilitas operasional pendukung.
Lahan ini nantinya akan menjadi pusat dari terbentuknya Kampung Bersinar, sebuah ekosistem lengkap yang akan menjadi contoh dan solusi bagi wilayah Dayeuhkolot.
Di tempat ini nantinya akan terjalin kolaborasi yang erat antara masyarakat dengan berbagai kebutuhan dan kepentingan, semuanya bergerak dalam satu ekosistem yang sehat dan produktif.
Namun di balik semua rencana besar ini, kami memiliki satu tujuan utama dan cita-cita mulia yang selalu kami pegang teguh yaitu kami akan *BABARENGAN NYIPTAKEN DAYEUHKOLOT, BEBAS SAMPAH, BEBAS BANJIR*
Ini adalah tugas dan tanggung jawab besar bagi kami semua. Untuk mewujudkannya, langkah selanjutnya yang akan kami lakukan adalah mulai mendekatkan diri dan menyatukan visi dengan para tokoh masyarakat yang ada di wilayah Dayeuhkolot.
Mulai minggu depan, kami berencana mengumpulkan dan mengundang Ketua RT, Ketua RW, serta para pemangku jabatan dan pengambil kebijakan setempat.
Kami akan duduk bersama, saling bertukar gagasan, menguatkan tekad, dan berjuang bersama demi mewujudkan cita-cita besar ini.
Bismillah, mari kompak untuk Bandung, Jawa Barat, dan Indonesia lebih baik.

