Hari ini menjadi salah satu hari yang penuh makna.
Saya bertemu dengan tim dari Eiger—sebuah brand yang selama ini kita kenal bukan hanya sebagai produk, tapi sebagai simbol perjalanan, petualangan, dan karakter.
Dan yang membuat saya terkesan… bukan hanya brand-nya. Tapi orang-orang di dalamnya.
Semua ini bermula dari satu pintu kecil. Dari sahabat saya di Business Network International, yaitu Hari, yang memberikan saya akses awal. Dari beliau, saya mendapatkan kontak Chris. Lalu komunikasi berlanjut ke Pak Iqbal.
Dan akhirnya hari ini, saya dipertemukan langsung dengan Pak Bronx.
Dari satu kontak… mengalir menjadi satu pertemuan. Dan dari pertemuan itu… terasa satu frekuensi. Yang membuat saya benar-benar tersentuh adalah, bonding itu terjadi begitu cepat.
Tidak kaku.
Tidak berjarak.
Padahal ini pertemuan awal.
Tapi rasanya seperti sudah lama saling mengenal.
Di situlah saya sadar…
Bahwa dalam bisnis, kadang yang mempercepat bukan hanya strategi.
Tapi kecocokan nilai.
Kami berbicara banyak hal.
Tentang market.
Tentang arah brand.
Tentang bagaimana menghadirkan sesuatu yang bukan sekadar produk… tapi pengalaman.
Dan satu titik yang membuat semuanya terasa “klik” adalah: niche market yang sama: traveler
Di situ saya melihat jelas…
Bahwa antara EIGER dan CIOMY, ada banyak irisan yang bisa saling melengkapi.
EIGER hadir sebagai brand yang kuat dalam identitas petualangan.
CIOMY hadir sebagai brand yang bisa masuk ke momen-momen ringan dalam perjalanan.
Yang satu membekali perjalanan.
Yang satu menemani perjalanan.
Dan ketika dua hal ini dipertemukan…
Yang terjadi bukan sekadar kolaborasi.
Tapi potensi untuk menciptakan pengalaman yang lebih utuh.
Bagi saya pribadi, ini bukan hanya meeting.
Ini adalah kesempatan.
Kesempatan untuk bisa bersinergi dengan brand sebesar EIGER tentu menjadi sebuah kebanggaan tersendiri.
Bukan hanya karena namanya besar.
Tapi karena nilai yang dibawa juga besar.
Saya pulang dari pertemuan hari ini dengan satu rasa: *Optimisme*.
Bahwa ketika dua brand bertemu dalam satu frekuensi—dengan market yang sama, semangat yang sama, dan tujuan yang sama—maka yang terbangun bukan hanya kerja sama.
Tapi perjalanan baru.
MasyaAllah… tabarakallah.
Dan semoga, ini menjadi langkah awal dari kolaborasi yang tidak hanya berdampak…
Tapi juga bermakna.