Hari ini saya cukup lama berada di Tedja Coffee cabang Saparua. Tempat yang baru dibangun ini terasa hidup—bukan hanya karena desainnya yang nyaman, tapi karena energi orang-orang yang datang ke sana.
Saya datang dalam rangka meeting bersama Business Network International. Suasananya hangat, penuh percakapan, penuh ide, dan penuh kemungkinan.
Dan dari situlah, obrolan saya berlanjut dengan sosok di balik Tedja, yaitu Pak Putra.
MasyaAllah…
Percakapan yang tidak hanya ringan, tapi membuka banyak perspektif.
Saya melihat langsung bagaimana Tedja Coffee ini bukan sekadar tempat ngopi. Ia adalah ruang di mana:
orang bertemu
ide lahir
koneksi terbentuk
peluang dibuka
Dan semua itu terjadi dalam “momen-momen” yang sangat natural.
Di tengah obrolan itu, saya menyampaikan tentang kemungkinan kolaborasi dengan CIOMY.
Dan yang membuat saya tersenyum adalah respon Pak Putra. Beliau sangat terbuka. Bahkan bukan sekadar terbuka… tapi welcome dengan cara yang sangat jelas arahnya.
Bukan tentang sekadar “masukin produk”.
Tapi tentang: bagaimana CIOMY bisa masuk ke dalam momen-momen yang ada di Tedja
Di situlah saya langsung merasa…
Ini bukan kolaborasi biasa.
Karena kalau kita lihat lebih dalam, Tedja itu tidak menjual kopi saja.
Mereka menjual:
suasana
percakapan
produktivitas
bahkan… perjalanan berpikir seseorang.
Dan di setiap itu, ada momen.
Momen duduk sendiri.
Momen diskusi.
Momen meeting.
Momen connecting.
Bayangkan jika CIOMY hadir di sana.
Bukan sebagai sesuatu yang “ditawarkan”…
tapi sebagai sesuatu yang menemani.
Menemani saat orang berpikir.
Menemani saat orang berdiskusi.
Menemani saat ide-ide besar sedang dirancang.
Dan di situlah saya melihat kekuatan sebenarnya dari kolaborasi ini.
Bukan pada produk.
Bukan pada tempat.
Tapi pada momen yang dibangun bersama. Pak Putra memahami ini dengan sangat baik.
Bahwa hari ini, brand tidak cukup hanya hadir.
Brand harus:
👉 relevan
👉 menyatu
👉 dan masuk ke dalam pengalaman konsumennya.
Saya pulang dari Tedja hari ini bukan hanya membawa insight.
Tapi juga keyakinan.
Bahwa ketika dua pihak bertemu dengan frekuensi yang sama—yaitu sama-sama ingin menghadirkan nilai dalam setiap momen—maka kolaborasi itu bukan lagi sekadar rencana. Tapi menjadi sesuatu yang sangat mungkin untuk diwujudkan.
MasyaAllah… tabarakallah.
Dari Tedja Coffee Saparua hari ini…
sebuah kolaborasi besar sedang mulai menemukan bentuknya