Lompat ke konten
Beranda » Blog » Cara Menghilangkan Sifat Sensitif yang Berlebihan

Cara Menghilangkan Sifat Sensitif yang Berlebihan

Indscriptcreative.com – Rangkasbitung, 26 April 2026

Setiap orang memiliki perasaan dan emosi yang berbeda-beda, sehingga cenderung memikirkan perkataan atau tindakan orang lain secara berlebihan. Orang dengan sensitivitas atau sering disebut baperan memiliki otak yang berbeda dan mudah terpicu oleh rangsangan dari luar. Rangsangan tersebut tidak selamanya bersifat emosional, tetapi juga mungkin berupa informasi sensorik. Hal ini membuatnya jauh lebih sensitif terhadap suara, cahaya, bahkan bau. Mengapa hal ini dapat terjadi? Otak orang yang terlalu sensitif memiliki insula sangat aktif, insula merupakan bagian otak dan berkaitan dengan persepsi terhadap hal-hal di sekitar. Tidak heran bila karakteristik ini banyak ditemukan pada seniman dan penulis, karena keseharian mereka berkaitan erat dan kreativitas dan rasa empati yang tinggi.

Cara Menghilangkan Sifat Sensitif dan Baperan

Terkadang, memiliki perasaan yang lebih sensitif dari orang lain bisa menguntungkan Anda dalam beberapa hal, misalnya membuat Anda mempunyai empati dan toleransi yang tinggi. Meski pun begitu, sifat baperan juga membuat Anda lebih rentan stres. Konflik dengan teman, kritik dari atasan, dan ekspektasi tinggi dari anggota keluarga berpotensi menimbulkan stres. Untungnya, kondisi ini bisa diatasi dengan melakukan beberapa langkah. Beberapa cara menghilangkan sifat sensitif dan baperan yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut:

1. Sadari Bahwa Perasaan Sensitif Tidak Salah

Langkah awal dari cara mengatasi perasaan yang terlalu sensitif adalah menyadari bahwa punya perasaan sensitif bukanlah  suatu kelemahan. Kebanyakan orang sensitif cenderung menyalahkan diri sendiri saat merasa salah, kecewa, atau marah. Padahal, semua emosi tersebut wajar dan manusiawi. Menerima perasaan sendiri adalah kunci agar tidak merasa baperan dan sensitif. Ini adalah dasar penting sebelum Anda bisa memulai mengelola emosi dengan lebih baik.

2. Memahami Apa yang Sedang Anda Rasakan

Cobalah memahami emosi apa yang sedang dirasakan ketika muncul masalah atau konflik. Apakah Anda sedang merasa marah, sedih, kecil, atau ada perasaan lainnya. Setelah kata yang paling menggambarkan emosi Anda ditemukan, mulailah telusuri penyebabnya. Misalnya, bila Anda tersinggung dengan ucapan teman, tanyakan pada diri sendiri mengapa kata-kata tersebut begitu berdampak.

3. Jangan Mengkritik Perasaan Sendiri

Salah satu hambatan yang sering muncul adalah kebiasaan mengkritik perasaan sendiri. Mungkin Anda pernah berkata, “Seharusnya saya tidak perlu merasa sesedih atau semarah ini. Harus dipahami bahwa emosi atau perasaan apa pun tidak bisa dihilangkan.  Setiap orang pasti akan merasakan berbagai jenis emosi, baik itu marah maupun sedih. Ketika berusaha menyingkirkannya, Anda akan terbiasa berpikir bahwa marah dan sedih adalah bentuk kegagalan. Cara ini justru tidak membantu mengatasi masalah sifat sensitif berlebihan.

4. Berikan Respons dengan Baik

Biasakan memberikan jeda sebelum merespons situasi yang memicu emosi negatif dan perasaan sensitif. Contohnya, ketika orang lain menyampaikan kritik dan komentar yang terasa menyinggung, tahan diri untuk tidak memberikan respons spontan. Tarik napas dalam-dalam dan luangkan beberapa menit sebelum memberikan respons, metode ini cukup efektif sebagai cara agar Anda tidak baperan dan sensitif berlebihan.

5. Tentukan Langkah yang Harus Diambil

Setelah Anda mergulasi dan memberikan jeda untuk berpikir, pertimbangkan langkah apa yang ingin diambil. Apakah Anda perlu membicarakan masalah tersebut dengan orang lain? Atau mengalihkan fokus dengan aktivitas positif? Jika masih terlalu emosional, lakukan terlebih dahulu kegiatan yang membuat Anda rileks, contohnya jalan santai sambil menikmati udara segar, membaca buku, atau melakukan hobi.

6. Membangun Pola Pikir Rasional dan Objektif

Orang yang mudah baper sering memandang sesuatu dari sisi emosional saja. Oleh karena itu, penting untuk melatih diri berpikir lebih rasional dan objektif. Tanyakan pada diri sendiri, “Apakah orang lain benar-benar berniat menyakiti diri saya?” Dengan begitu, Anda mampu memilah mana yang bisa perlu direspons dan mana yang bisa diabaikan. Ini bisa menjadi cara mengatasi sifat sensitif dalam jangka panjang.

7. Kembangkan Kebiasaan Merawat Diri

Cara menghilangkan sifat sensitif juga berkaitan dengan bagaimana Anda melakukan self-care atau kebiasaan merawat diri sendiri. Menjaga kebersihan diri, melakukan pola makan sehat, berolahraga rutin, dan tidur cukup akan memperkuat ketahanan emosional Anda. Dengan memperhatikan kesehatan fisik dan mental, Anda mampu mengelola perasaan dengan lebih seimbang.

Penutup:

Mengatasi sifat sensitif berlebihan dapat dilakukan dengan menerima emosi diri, mempraktikkan relaksasi (meditasi atau napas dalam) berpikir rasional-objektif, dan mengalihkan fokus ke aktivitas positif. Pahami pemicu, hindari mengkritik diri sendiri, dan bangun batasan mental yang sehat untuk tidak memasukkan perkataan orang lain ke hati. Jika sifat sensitif ini sudah mengganggu kehidupan sehari-hari, hubungan sosial, atau menyebabkan kecemasan parah, disarankan untuk mencari bantuan profesional seperti psikolog atau konselor.